Hotline: 081.385.386.583 - 0882.9685.0453 - 0895.6131.08911

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Jangan Putus Asa HIV/AIDS Bisa Disembuhkan

Sabtu, 23 Juli 2016

Penyakit AIDS yaitu suatu penyakit yang timbul sebagai dampak berkembangbiaknya virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) didalam tubuh manusia. Virus HIV menyerang sel darah putih (sel CD4) sehingga mengakibatkan rusaknya sistem kekebalan tubuh atau sistem imun. Hilangnya atau berkurangnya daya tahan tubuh atau sistem imun tubuh membuat si penderita mudah sekali terjangkit berbagai macam penyakit termasuk penyakit ringan sekalipun atau dikenal dengan infeksi oportunistik. virus ini juga merusak otak dan sistem saraf pusat.

Seseorang yang terinfeksi HIV tidak langsung menampakkan gejalanya, sehingga orang yang terinfeksi bisa hidup normal dalam jangka waktu lima sampai sepuluh tahun untuk sampai pada stadium munculnya gejala klinis.  Hal ini merupakan salah satu penyebab penderita baru mengetahui dirinya terinfeksi HIV setelah berkembang menjadi AIDS karena penderita baru memeriksakan diri bila sudah timbul gejala-gejala klinis.
Satu cara untuk mendapat kepastian adalah dengan menjalani Uji Antibodi HIV terutamanya jika seseorang merasa telah melakukan aktivitas yang berisiko terkena virus HIV.
Kematian yang disebabkan infeksi HIV kebanyakan bukan karena infeksi virus, melainkan karena turunnya kekebalan tubuh atau sistem imun si penderita tersebut.

Orang yang terinfeksi HIV belum tentu menjadi penderita AIDS, tergantung tingkat imunitas atau kekebalan tubuh orang tersebut yang dapat dilihat melalui komponen CD4. Jika terjadi penurunan CD4 sampai kurang dari 200, orang akan makin lemah daya tahan tubuhnya dan jatuh pada kondisi AIDS.
HIV berada terutama dalam cairan tubuh manusia. Cairan yang berpotensial mengandung virus HIV adalah darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu. Sedangkan cairan yang tidak berpotensi untuk menularkan virus HIV adalah cairan keringat, air liur, air mata dan lain-lain. Kematian yang disebabkan infeksi HIV kebanyakan bukan karena infeksi virus, melainkan karena turunnya kekebalan tubuh si penderita tersebut.

Bagaimana Gejala HIV/AIDS?
  1. Gangguan saluran pernafasan seperti nafas pendek, henti nafas sejenak, batuk, nyeri dada dan demam).
  2. Gangguan  saluran Pencernaan seperti hilangnya nafsu makan, mual dan muntah, kerap mengalami penyakit jamur pada rongga mulut dan kerongkongan, serta mengalami diarhea yang kronik.
  3. Penurunan drastis berat badan. Penderita mengalami hal yang disebut juga wasting syndrome, yaitu kehilangan berat badan tubuh hingga 10% dibawah normal karena gangguan pada sistem protein dan energy didalam tubuh seperti yang dikenal sebagai Malnutrisi termasuk juga karena gangguan absorbsi/penyerapan makanan pada sistem pencernaan yang mengakibatkan diarhea kronik, kondisi letih dan lemah kurang bertenaga.
  4. Gangguan Sistem Saraf seperti kurang ingatan, sakit kepala, susah berkonsentrasi, sering tampak kebingungan dan respon anggota gerak melambat karena gangguan saraf central. Pada system persyarafan ujung (Peripheral) akan menimbulkan nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki, reflek tendon yang kurang, selalu mengalami tensi darah rendah dan Impoten.
  5. Gangguan pada System Integument (Jaringan kulit). Penderita mengalami serangan virus cacar air (herpes simplex) atau cacar api (herpes zoster) dan berbagai macam penyakit kulit yang menimbulkan rasa nyeri pada jaringan kulit. Lainnya adalah mengalami infeksi jaringan rambut pada kulit (Folliculities), kulit kering berbercak (kulit lapisan luar retak-retak) serta Eczema atau psoriasis.
  6. Gangguan pada Saluran kemih dan Reproduksi pada wanita. Penderita seringkali mengalami penyakit jamur pada vagina, hal ini sebagai tanda awal terinfeksi virus HIV. Luka pada saluran kemih, menderita penyakit syphillis dan dibandingkan Pria maka wanita lebih banyak jumlahnya yang menderita penyakit cacar. Lainnya adalah penderita AIDS wanita banyak yang mengalami peradangan rongga (tulang) pelvic dikenal sebagai istilah ‘pelvic inflammatory disease (PID)' dan mengalami masa haid yang tidak teratur (abnormal)
Bagaimana Mengetahui Seseorang Telah Terinfeksi?
Untuk mengetahui seseorang tertular atau tidak dapat melakukan test HIV dan Test HIV dapat dilakukan paling cepat 3 bulan setelah terinfeksi. Jika seseorang merasa telah melakukan aktifitas yang beresiko HIV, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk dilakukan test. Penanganan yang dini dan tepat akan menyelamatkan penderita dari keganasan virus ini.
Jika hasil test HIV positif, sebaiknya penderita melakukan pemeriksaan CD4 dan viral load test. Sel CD4 adalah jenis sel darah putih atau limfosit. Sel tersebut adalah bagian yang penting dari sistem kekebalan tubuh kita Pengecekan CD4 ini penting karena setelah lama terinfeksi HIV, jumlah sel CD4 semakin menurun. Ini tanda bahwa sistem kekebalan tubuh kita semakin rusak. Semakin rendah jumlah CD4, semakin mungkin kita akan jatuh sakit. Jumlah CD4 adalah ukuran kunci kesehatan sistem kekebalan tubuh atau sistem imun tubuh. Semakin rendah jumlahnya, semakin besar kerusakan yang diakibatkan HIV. Jika penderita mempunyai jumlah CD4 di bawah 200, atau persentase CD4 di bawah 14% maka dianggap AIDS berdasarkan definisi Depkes.

Bagaimana Melawan HIV AIDS?
Para Penderita dapat melawan virus ini dengan menguatkan sistem imun, makanan bergizi tinggi, istrihat yang cukup dan hindari stress dan berkonsultasi ke dokter secara rutin. Menguatkan sistem imun dan menjaganya agar tetap kuat adalah sangat penting. Penyakit ini tak lagi mematikan selama penderita memahami dengan baik bagaimana cara penanganannya. Penderita bisa hidup normal dan tidak perlu merasa minder dengan keadaan yang ia alami.

4Life Transfer Factor Harapan Baru Penderita HIV/AIDS, Nutrisi Terbaik & Terlengkap Terapi HIV/AIDS
Sebuah studi yang dilakukan oleh The Altay State Medical University, Federasi Rusia. Studi dilakukan terhadap 15 orang pasien yang terinfeksi HIV yang terdiri atas stadium 2B, 2C,3A dan stadium 3B. Ke 15 pasien diberi Transfer Factor setiap hari selama 7 hari. Setelah konsumsi 4Life Transfer Factor, adanya peningkatan CD3 pada 15 orang pasien, peningkatan CD4 pada 14 orang pasien dan peningkatan CD8 pada 12 orang pasien.

Transfer Factor Plus dapat menguatkan sistem imun hingga 437% sehingga akan menguatkan sistem imun tubuh penderita dalam melawan virus, bakteri, parasit, sel kanker, tumor dan antigen asing lainnya yang menyebabkan penyakit. Transfer Factor mengandung rantai asam amino yg tinggi yaitu 44 rantai asam amino, membantu mempercepat proses regenerasi sel-sel yang rusak atau sel-sel yang mati.
Setiap hari ada jutaan virus, bakteri, parasit dan hewan mikroba lainnnya yang hidup diudara dan masuk ke dalam tubuh, semakin lemah sistem imun (semakin lemah sistem imun dapat dilihat dari angka CD4) penderita HIV/AIDS, maka akan mudah berkembang dalam tubuh penderita. Bahkan virus flu saja bisa membuat penderita HIV/AIDS meninggal.

Bagaimana Mengetahui Efektifitas Konsumsi 4Life Transfer Factor?
Untuk mengetahui efektifitas suatu terapi dapat dilihat dari dua hal:
  1. Apa yang dirasakan oleh penderita, perlahan keluhan-keluhan akan berkurang dan sampai akhirnya hilang.
  2. Hasil pemeriksaan laboratorium, bandingkan hasil pemeriksaan sebelum dan sesudah konsumsi. Ada dua pemeriksaan laboratorium yang sering digunakan yaitu angka CD4 dan angka viral load.
Tes viral load adalah tes untuk mengukur jumlah virus HIV dalam darah, Semakin tinggi viral load, semakin cepat penyakit HIV berkembang. Viral load juga menunjukkan daya menular pada orang lain. Semakin tinggi viral load, semakin mudah menularkan HIV. Tes viral load bermanfaat untuk pemantauan terapi, untuk mengetahui apakah terapi mengendalikan virus.
Untuk mengetahui efektifitas suatu terapi dapat menggunakan hasil pemeriksaan sebelum dan sesudah konsumsi, baik untuk CD4 dan Viral Load. Angka CD4 harus naik dan viral load harus turun.

Bagaimana Pengalaman Penderita HIV/AIDS yang Mengkonsumsi 4Life Transfer Factor?
  1. Kami pernah merawat seorang anak yang tadinya seorang penderita HIV selama 11 tahun. Beberapa tahun terakhir kami beri 4Life Transfer Factor Plus. Sebelumnya terapi retro-viral dan terapi toxic retro-viral tidak membuahkan hasil. Akan tetapi setelah 13 bulan di beri campuran diatas dengan dosis tinggi, HIV anak tersebut negatif dan sekarang sudah benar-benar normal. Kualitas hidupnya benar-benar meningkat drastis, seperti inilah pengobatan modern seharusnya menurut saya. Ini benar-benar menyenangkan......R. R., Medical Doctor, Kentucky
  2. Setelah dirawat beberapa hari dirumah sakit, anak saya kembali kerumah dan menjalani rawat jalan. Ia sudah dinyatakan AIDS karena CD4nya 27 dan menjalani terapi ARV. Ia hanya sanggup konsumsi selama 1 minggu karena selama konsumsi tidak punya nafsu makan, kepalanya pusing dan mual. Kemudian dokter yang merawatnya menyarakan untuk konsumsi Transfer Factor. Selama 3 minggu konsumsi TBC nya negative, setelah satu bulan konsumsi kami kembali memeriksakan CD4 dan ternyata dalam waktu satu bulan cd4 naik menjadi 220….Ini luar biasa….Doni – 56 tahun -Jakarta
  3. Saya seorang ibu rumah tangga yang selalu patuh pada suami dan ajaran agama yang saya anut. Saya sering dirawat dirumah sakit karena kurang darah. Suatu hari saya menjalani transfusi darah, setelah menjalani transfusi darah saya mengalami gatal-gatal pada kulit. Kurang dari satu tahun setelah menjalani transfusi, saya dinyatakan dokter terinfeksi HIV/AID. Dokter memberi saya obat, tapi badan saya terasa panas ketika mengkonsumsinya. Saya tidak tahan dan menghentikannya. Suami saya mencoba mencari alternatif lain dan mendapatkan informasi tentang 4Life Transfer Factor lewat internet. Dia memberi saya 4Life Transfer Factor Plus dan 4Life Transfer Factor Trifactor Formula. Dalam waktu 2,5 bulan, berat badan saya naik 12 kg, CD4 saya naik dari 5 menjadi 35...Rania-Medan
  4. Saya merasa sakit kepala terus setiap hari, badan saya sering gatal-gatal, buang air besar berdarah, berat badan terus menurun dan tubuh saya terlihat hitam dan tubuh saya penuh dengan bentol-bentol merah seperti cacar air. Dokter saya menyarankan untuk konsumsi 4Life Transfer Factor. Saya konsumsi 9 kapsul 4Life Transfer Factor Plus sehari dan 6 kapsul 4Life Transfer Factor Advance sehari. Setelah kurang lebih empat bulan konsumsi semua keluhan-keluhan saya hilang. Sebelum konsumsi Transfer Factor CD4 saya 345 dan sekarang sudah 525...Subroto 42 tahun-Jakarta
  5. Saya baru tau terdeteksi hiv setelah kurang lebih terinfeksi kurang lebih 7 tahun. CD4 saya sudah rendah sekali yaitu 22 dan saya tidak mau mengkonsumsi ARV karena takut efeksampingnya. Saya coba konsumsi 3x3 4Life Transfer Factor Plus dan 3x2 4Life Transfer Factor Advance perhari. Dalam beberapa hari saja badan saya terasa segar kembali dan untuk memastikan kerja 4Life Transfer Factor, satu minggu setelah konsumsi saya kembali memeriksa CD4 dan hasilnya naik menjadi 45.Selain itu saya juga selalu menjaga kondisi saya dengan cukup istirahat, makan teratur dan bergizi, berpikiran positif dan menghindari stress. Satu bulan setelah konsumsi saya kembali melakukan pemeriksaan CD4 dan hasilnya meningkat menjadi 123...Andika 30 tahun-Bekasi
  6. Chinthia berumur 27 tahun. Kondisinya sangat lemah saat tiba di rumah sakit Nkosis Haven, sampai tak mampu membopong bayinya. Ia juga tak mampu melakukan pekerjaan ringan seperti menyapu. Berat badannya 44 kg. Konsumsi 4Life Transfer Factor Plus selama dua minggu berat badannya naik 7 kg. Karena batuk dan tidak bertenaga, dilakukan pemeriksaan TBC dan ternyata positif dan diberi obat TBC serta 4Life Transfer Factor Plus. Nilai CD4 saat tiba 297 naik menjadi 340, berat badan naik menjadi 63 kg. Kekuatan tubuhnya pulih. Penglihatannya dan ingatannya membaik, ia pun bisa merawat dirinya sendiri dan juga anaknya. Gail Johnson, Afrika Selatan.
  7. Raul berasal dari Meksiko. Dia memiliki AIDS dan kondisi nya sekarang sudah parah. Dia kehilangan berat badan dan sekarang sedang menjalani 2 metode pengobatan. Dia juga telah mencoba banyak produk. Teman nya memberitahu tentang 4LIFE TF PLUS dan dia langsung mencobanya. Setelah 2 bulan dengan dosis 6 TF PLUS per hari dia merasa sehat. Dia sekarang tambah gemuk, dan lebih memiliki energi. Dan sudah kembali ke kehidupan normalnya. Sekarang dia hanya memakaiTransfer Factor, dan meninggalkan 2 metode pengobatan lainnya
  8. Anak saya berusia 32 terkena HIV/AIDS dan sempat dirawat beberapa minnggu dirumah sakit. Setelah satu minggu mengkonsumsi ARV, dia tidak punya nafsu makan dan dia bilang rasanya gak karuan, akhirnya kami putuskan untuk menghentikan konsumsi ARV. Melalui internet saya dapat informasi tentang transfer factor. Saya memberinya Transfer Factor Plus 3×3 sehari dan Transfer Factor Advance 3×2 sehari. Dalam waktu 3 minggu TB negatif dan dalam waktu satu bulan CD4 naik dari 70 menjadi 213. Saya terus mensuport anak saya dalam melawan virus ini. Nafsu makannya pun sangat baik dan saya sangat bahagia dengan perkembangan yang signifikan ini. Danny 56 tahun – Jakarta.
  9. Teman saya bilang ke saya bahwa anak saya harus memakai transfer factor. Dia terkena AIDS, jadi kita pakaikan Transfer Factor padanya. Pada awalnya dia tidak mau meminumnya, jadi saya masukan pada minuman yang dia minum. Pada kunjungan ke dokter pertama, vira load nya menurun dari 400.000 menjadi 191.000. setelah dia konsumsi secara rutin, tes lab selanjutnya viral load nya menjadi 40.000. kami sangat terkejut dan berharap kesembuhan pada anak kami, terima kasih Transfer FactorConnie A
  10. HIV/AIDS – Tsidio berumur 5 tahun. Ketika dia datang ke rumah sakit kondisi tubuhnya penuh dengan luka dan kuping nya terinfeksi parah. Dia diperkenalkan dengan TF PLUS. Sampai saat ini telinga nya sehat, dan luka-luka di tubuhnya menghilang. Berat badan nya tadinya 10 kg sekarang sudah 16 kg. Gail Johnson, South Africa
  11. HIV/AIDS – Grace berumur 42 tahun. Dia memiliki CD4 388 dan berat nya 59 KG. Daya ingat nya sangat buruk, semenjak minum TF PLUS daya ingat nya membaik, dan tenaganya menjadi 110%. CD4 nya sekarang 411 dan berat badannya menjadi 70 KG. Gail Johnson, South Africa.
  12. HIV/AIDS – Feroza berumur 26 tahun. Dia sangat kurus. Dia membutuhkan asisten untuk berjalan, mandi dan makan. Pendengaran nya buruk, daya ingat dan kekuatan nya hanya 17 %. Dia sedang mengandung. Berat badan nya hanya 28 KG. CD4 nya 43. setelah 3 bulan pada TF PLUS, CD4 nya menjadi 78, beratnya menjadi 53 KG. Sekarang CD4 nya 163. beratnya menjadi 55 KG. Sekarang dia sudah bisa menangani dirinya dan anaknya. South africa
  13. AIDS / HIV 
    Sebuah sukses awal dengan Peningkatan Imun alami pada seorang pemuda dengan HIV. Kenny berusia 20 tahun dengan hemofilia yang tertular HIV bertahun-tahun yang lalu karena peralatan yang tidak steril ketika mengobatinya hemofilianya. Kenny telah banyak melakukan upaya pengobatan HIV sebelumnya, termasuk terakhir(dalam satu tahun terakhir), rejimen eksperimental dengan tidak ada respon positif. Ia menderita banyak efek samping dari terapi retroviral.

    Lima bulan lalu, Kenny mulai rejimen dosis tinggi TF (3 kapsul 3 kali sehari) dan TF + (2 kapsul 3 kali sehari), bersamaan dengan terapi eksperimental. Diatelah bebas infeksi selama meminum TF tersebut. Dia juga datang kepada kita dengan berita yang sangat menarik 3 minggu yang lalu: ia memiliki jumlah virus NOL, dan sekarang CD4 dekat pada batas normal yaitu 475. Apakah Kenny sudah benar-benar sembuh? Tidak, tapi dia sekarang tampak sehat dan menuju kemungkin menjadi bebas penyakit. Penghitungan berikutnya dijadwalkan enam minggu dari sekarang dan kami akan update. Kenny adalah peer konselor dan pendidik untuk HIV / AIDS dan dia sekarang menyebarkan berita tentang TF dan TF + untuk anggota komunitas AIDS. Ia juga merupakan distributor 4Life Research dan berharap untuk membangun sebuah organisasi penjualan besar bagi orang yang terkena HIV dan Hepatitis C. Dengan demikian, ia mengatakan bahwa ia tidak akan harus berhadapan dengan prasangka terhadap orang-orang yang terinfeksi HIV:Tampaknya 4Life Research hanya dapat memberikan Kenny a HIDUP BARU, dalam banyak hal. Kekuatan TF / TF + dan 4Life Research terus berlanjut.

    Update 11/25/99: CD4 count sekarang 525!

    Update (Musin Dingin, 2000): Seperti banyak dari Anda akan ingat, kami memperkenalkan Kenny, seorang pemuda hemofilia yang didiagnosis HIV positif sepuluh tahun lalu. Setelah bertahun-tahun menerima perawatan medis eksperimental, Kenny mulai mengambil Transfer Factor dan Transfer Factor ditingkatkan dalam dosis tinggi 9 bulan yang lalu. Kami pertamanya mengumumkan jumlah virus NOL dan jumlah CD4 (jumlah darah putih) hampir normal dalam QVnewsletter kami yang terakhir. Sekarang, 3 bulan kemudian, ia telah mengulangi jumlah virus HIV-nya tetap NOL dan jumlah CD4-nya sudah normal. Dan terus menjadi bebas infeksi! Anda mungkin telah melihat cerita Kenny dalam edisi November Teen People Magazine. Sekarang Kenny berbagi pengalaman yang luar biasa dengan orang lain yang menderita penyakit HIV. Menakjubkan apa yang bisa dilakukan oleh kekuatan peningkat sistem imun Transfer Factor dan Transfer Factor ditingkatkan bisa melakukannya!

    Update (Musim Semi / Musim Panas, 2000): Seperti banyak dari Anda akan ingat,kami memperkenalkan Kenny, seorang pemuda hemofilia yang didiagnosis HIV positif 10 tahun lalu. Setelah bertahun-tahun menerima perawatan medis eksperimental, Kenny mulai mengambil Transfer Factor dan Transfer Factor ditingkatkan dalam dosis tinggi 12 bulan yang lalu. Kami pertamanya mengumumkan jumlah virus NOL dan jumlah CD4 (jumlah darah putih) hampir normal dalam QVnewsletter kami yang terakhir. Sekarang sembilan bulan kemudian dia telah mengulangi jumlah virus HIV-nya tetap NOL dan jumlah CD4-nya terakhir 600 (batas bawah normal adalah 500) Dan tetap bebas infeksi! Sebagai konselor remaja seusianya, Kenny kini memulai upaya dengan energi baru untuk berbagi Transfer Factor dengan dunia HIV. David Markowitz MD, Me.
* Bagi penderita HIV segera naikkan sistem imunnya jangan sampai terlambat.
.

Untuk konsultasi tentang menyembuhkan HIV/AIDS dengan madu herbal pamungkas MHP815, silakan hubungi LANGSUNG :
Sidik Rizal
XL: 08787.882.1248 atau
WA: 081.385.386.583 atau
WA: 0822.4610.4034 atau
Telkomsel: 0813.818.33855
twitter @dikrizal
instagram @dik_rizal
website http://klinik-herbalis.blogspot.co.id

Harapan Baru Kesembuhan HIV/AIDS

Sabtu, 07 Februari 2015

Apakah Penyakit HIV/AIDS itu?

Penyakit AIDS yaitu suatu penyakit yang timbul sebagai dampak berkembangbiaknya virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) didalam tubuh manusia. Virus HIV menyerang sel darah putih (sel CD4) sehingga mengakibatkan rusaknya sistem kekebalan tubuh atau sistem imun.

Hilangnya atau berkurangnya daya tahan tubuh atau sistem imun tubuh membuat si penderita mudah sekali terjangkit berbagai macam penyakit termasuk penyakit ringan sekalipun atau dikenal dengan infeksi oportunistik. virus ini juga merusak otak dan sistem saraf pusat.

Seseorang yang terinfeksi HIV tidak langsung menampakkan gejalanya, sehingga orang yang terinfeksi bisa hidup normal dalam jangka waktu lima sampai sepuluh tahun untuk sampai pada stadium munculnya gejala klinis.

Hal ini merupakan salah satu penyebab penderita baru mengetahui dirinya terinfeksi HIV setelah berkembang menjadi AIDS karena penderita baru memeriksakan diri bila sudah timbul gejala-gejala klinis.

Satu cara untuk mendapat kepastian adalah dengan menjalani Uji Antibodi HIV terutamanya jika seseorang merasa telah melakukan aktivitas yang berisiko terkena virus HIV.
Kematian yang disebabkan infeksi HIV kebanyakan bukan karena infeksi virus, melainkan karena turunnya kekebalan tubuh atau sistem imun si penderita tersebut.

Orang yang terinfeksi HIV belum tentu menjadi penderita AIDS, tergantung tingkat imunitas atau kekebalan tubuh orang tersebut yang dapat dilihat melalui komponen CD4. Jika terjadi penurunan CD4 sampai kurang dari 200, orang akan makin lemah daya tahan tubuhnya dan jatuh pada kondisi AIDS.

HIV berada terutama dalam cairan tubuh manusia. Cairan yang berpotensial mengandung virus HIV adalah darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu. Sedangkan cairan yang tidak berpotensi untuk menularkan virus HIV adalah cairan keringat, air liur, air mata dan lain-lain. Kematian yang disebabkan infeksi HIV kebanyakan bukan karena infeksi virus, melainkan karena turunnya kekebalan tubuh si penderita tersebut.
Bagaimana Gejala HIV/AIDS?
  1. Gangguan saluran pernafasan seperti nafas pendek, henti nafas sejenak, batuk, nyeri dada dan demam).
  2. Gangguan  saluran Pencernaan seperti hilangnya nafsu makan, mual dan muntah, kerap mengalami penyakit jamur pada rongga mulut dan kerongkongan, serta mengalami diarhea yang kronik.
  3. Penurunan drastis berat badan. Penderita mengalami hal yang disebut juga wasting syndrome, yaitu kehilangan berat badan tubuh hingga 10% dibawah normal karena gangguan pada sistem protein dan energy didalam tubuh seperti yang dikenal sebagai Malnutrisi termasuk juga karena gangguan absorbsi/penyerapan makanan pada sistem pencernaan yang mengakibatkan diarhea kronik, kondisi letih dan lemah kurang bertenaga.
  4. Gangguan Sistem Saraf seperti kurang ingatan, sakit kepala, susah berkonsentrasi, sering tampak kebingungan dan respon anggota gerak melambat karena gangguan saraf central. Pada system persyarafan ujung (Peripheral) akan menimbulkan nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki, reflek tendon yang kurang, selalu mengalami tensi darah rendah dan Impoten.
  5. Gangguan pada System Integument (Jaringan kulit). Penderita mengalami serangan virus cacar air (herpes simplex) atau cacar api (herpes zoster) dan berbagai macam penyakit kulit yang menimbulkan rasa nyeri pada jaringan kulit. Lainnya adalah mengalami infeksi jaringan rambut pada kulit (Folliculities), kulit kering berbercak (kulit lapisan luar retak-retak) serta Eczema atau psoriasis.
  6. Gangguan pada Saluran kemih dan Reproduksi pada wanita. Penderita seringkali mengalami penyakit jamur pada vagina, hal ini sebagai tanda awal terinfeksi virus HIV. Luka pada saluran kemih, menderita penyakit syphillis dan dibandingkan Pria maka wanita lebih banyak jumlahnya yang menderita penyakit cacar. Lainnya adalah penderita AIDS wanita banyak yang mengalami peradangan rongga (tulang) pelvic dikenal sebagai istilah ‘pelvic inflammatory disease (PID)' dan mengalami masa haid yang tidak teratur (abnormal)
Bagaimana Mengetahui Seseorang Telah Terinfeksi?
Untuk mengetahui seseorang tertular atau tidak dapat melakukan test HIV dan Test HIV dapat dilakukan paling cepat 3 bulan setelah terinfeksi. Jika seseorang merasa telah melakukan aktifitas yang beresiko HIV, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk dilakukan test. Penanganan yang dini dan tepat akan menyelamatkan penderita dari keganasan virus ini.

Jika hasil test HIV positif, sebaiknya penderita melakukan pemeriksaan CD4 dan viral load test. Sel CD4 adalah jenis sel darah putih atau limfosit. Sel tersebut adalah bagian yang penting dari sistem kekebalan tubuh kita Pengecekan CD4 ini penting karena setelah lama terinfeksi HIV, jumlah sel CD4 semakin menurun. Ini tanda bahwa sistem kekebalan tubuh kita semakin rusak. Semakin rendah jumlah CD4, semakin mungkin kita akan jatuh sakit. Jumlah CD4 adalah ukuran kunci kesehatan sistem kekebalan tubuh atau sistem imun tubuh. Semakin rendah jumlahnya, semakin besar kerusakan yang diakibatkan HIV. Jika penderita mempunyai jumlah CD4 di bawah 200, atau persentase CD4 di bawah 14% maka dianggap AIDS berdasarkan definisi Depkes.

Bagaimana Melawan HIV AIDS?
Para Penderita dapat melawan virus ini dengan menguatkan sistem imun, makanan bergizi tinggi, istrihat yang cukup dan hindari stress dan berkonsultasi ke dokter secara rutin. Menguatkan sistem imun dan menjaganya agar tetap kuat adalah sangat penting. Penyakit ini tak lagi mematikan selama penderita memahami dengan baik bagaimana cara penanganannya. Penderita bisa hidup normal dan tidak perlu merasa minder dengan keadaan yang ia alami.

4Life Transfer Factor Harapan Baru Penderita HIV/AIDS, Nutrisi Terbaik & Terlengkap Terapi HIV/AIDS

Sebuah studi yang dilakukan oleh The Altay State Medical University, Federasi Rusia. Studi dilakukan terhadap 15 orang pasien yang terinfeksi HIV yang terdiri atas stadium 2B, 2C,3A dan stadium 3B. Ke 15 pasien diberi Transfer Factor setiap hari selama 7 hari. Setelah konsumsi 4Life Transfer Factor, adanya peningkatan CD3 pada 15 orang pasien, peningkatan CD4 pada 14 orang pasien dan peningkatan CD8 pada 12 orang pasien.

Transfer Factor Plus dapat menguatkan sistem imun hingga 437% sehingga akan menguatkan sistem imun tubuh penderita dalam melawan virus, bakteri, parasit, sel kanker, tumor dan antigen asing lainnya yang menyebabkan penyakit. Transfer Factor mengandung rantai asam amino yg tinggi yaitu 44 rantai asam amino, membantu mempercepat proses regenerasi sel-sel yang rusak atau sel-sel yang mati.

Setiap hari ada jutaan virus, bakteri, parasit dan hewan mikroba lainnnya yang hidup di udara dan masuk ke dalam tubuh, semakin lemah sistem imun (semakin lemah sistem imun dapat dilihat dari angka CD4) penderita HIV/AIDS, maka akan mudah berkembang dalam tubuh penderita. Bahkan virus flu saja bisa membuat penderita HIV/AIDS meninggal.

Bagaimana Mengetahui Efektifitas Konsumsi 4Life Transfer Factor? 

Untuk mengetahui efektifitas suatu terapi dapat dilihat dari dua hal:
  1. Apa yang dirasakan oleh penderita, perlahan keluhan-keluhan akan berkurang dan sampai akhirnya hilang.
  2. Hasil pemeriksaan laboratorium, bandingkan hasil pemeriksaan sebelum dan sesudah konsumsi. Ada dua pemeriksaan laboratorium yang sering digunakan yaitu angka CD4 dan angka viral load.
Tes viral load adalah tes untuk mengukur jumlah virus HIV dalam darah, Semakin tinggi viral load, semakin cepat penyakit HIV berkembang. Viral load juga menunjukkan daya menular pada orang lain. Semakin tinggi viral load, semakin mudah menularkan HIV. Tes viral load bermanfaat untuk pemantauan terapi, untuk mengetahui apakah terapi mengendalikan virus.

Untuk mengetahui efektifitas suatu terapi dapat menggunakan hasil pemeriksaan sebelum dan sesudah konsumsi, baik untuk CD4 dan Viral Load. Angka CD4 harus naik dan viral load harus turun.

Bagaimana Pengalaman Penderita HIV/AIDS yang Mengkonsumsi 4Life Transfer Factor?
  1. Kami pernah merawat seorang anak yang tadinya seorang penderita HIV selama 11 tahun. Beberapa tahun terakhir kami beri 4Life Transfer Factor Plus. Sebelumnya terapi retro-viral dan terapi toxic retro-viral tidak membuahkan hasil. Akan tetapi setelah 13 bulan di beri campuran diatas dengan dosis tinggi, HIV anak tersebut negatif dan sekarang sudah benar-benar normal. Kualitas hidupnya benar-benar meningkat drastis, seperti inilah pengobatan modern seharusnya menurut saya. Ini benar-benar menyenangkan......R. R., Medical Doctor, Kentucky
  2. Setelah dirawat beberapa hari dirumah sakit, anak saya kembali kerumah dan menjalani rawat jalan. Ia sudah dinyatakan AIDS karena CD4nya 27 dan menjalani terapi ARV. Ia hanya sanggup konsumsi selama 1 minggu karena selama konsumsi tidak punya nafsu makan, kepalanya pusing dan mual. Kemudian dokter yang merawatnya menyarakan untuk konsumsi Transfer Factor. Selama 3 minggu konsumsi TBC nya negative, setelah satu bulan konsumsi kami kembali memeriksakan CD4 dan ternyata dalam waktu satu bulan cd4 naik menjadi 220….Ini luar biasa….Doni – 56 tahun -Jakarta
  3. Saya seorang ibu rumah tangga yang selalu patuh pada suami dan ajaran agama yang saya anut. Saya sering dirawat dirumah sakit karena kurang darah. Suatu hari saya menjalani transfusi darah, setelah menjalani transfusi darah saya mengalami gatal-gatal pada kulit. Kurang dari satu tahun setelah menjalani transfusi, saya dinyatakan dokter terinfeksi HIV/AID. Dokter memberi saya obat, tapi badan saya terasa panas ketika mengkonsumsinya. Saya tidak tahan dan menghentikannya. Suami saya mencoba mencari alternatif lain dan mendapatkan informasi tentang 4Life Transfer Factor lewat internet. Dia memberi saya 4Life Transfer Factor Plus dan 4Life Transfer Factor Trifactor Formula. Dalam waktu 2,5 bulan, berat badan saya naik 12 kg, CD4 saya naik dari 5 menjadi 35...Rania-Medan
  4. Saya merasa sakit kepala terus setiap hari, badan saya sering gatal-gatal, buang air besar berdarah, berat badan terus menurun dan tubuh saya terlihat hitam dan tubuh saya penuh dengan bentol-bentol merah seperti cacar air. Dokter saya menyarankan untuk konsumsi 4Life Transfer Factor. Saya konsumsi 9 kapsul 4Life Transfer Factor Plus sehari dan 6 kapsul 4Life Transfer Factor Advance sehari. Setelah kurang lebih empat bulan konsumsi semua keluhan-keluhan saya hilang. Sebelum konsumsi Transfer Factor CD4 saya 345 dan sekarang sudah 525...Subroto 42 tahun-Jakarta
  5. Saya baru tau terdeteksi hiv setelah kurang lebih terinfeksi kurang lebih 7 tahun. CD4 saya sudah rendah sekali yaitu 22 dan saya tidak mau mengkonsumsi ARV karena takut efeksampingnya. Saya coba konsumsi 3x3 4Life Transfer Factor Plus dan 3x2 4Life Transfer Factor Advance perhari. Dalam beberapa hari saja badan saya terasa segar kembali dan untuk memastikan kerja 4Life Transfer Factor, satu minggu setelah konsumsi saya kembali memeriksa CD4 dan hasilnya naik menjadi 45.Selain itu saya juga selalu menjaga kondisi saya dengan cukup istirahat, makan teratur dan bergizi, berpikiran positif dan menghindari stress. Satu bulan setelah konsumsi saya kembali melakukan pemeriksaan CD4 dan hasilnya meningkat menjadi 123...Andika 30 tahun-Bekasi
  6. Chinthia berumur 27 tahun. Kondisinya sangat lemah saat tiba di rumah sakit Nkosis Haven, sampai tak mampu membopong bayinya. Ia juga tak mampu melakukan pekerjaan ringan seperti menyapu. Berat badannya 44 kg. Konsumsi 4Life Transfer Factor Plus selama dua minggu berat badannya naik 7 kg. Karena batuk dan tidak bertenaga, dilakukan pemeriksaan TBC dan ternyata positif dan diberi obat TBC serta 4Life Transfer Factor Plus. Nilai CD4 saat tiba 297 naik menjadi 340, berat badan naik menjadi 63 kg. Kekuatan tubuhnya pulih. Penglihatannya dan ingatannya membaik, ia pun bisa merawat dirinya sendiri dan juga anaknya. Gail Johnson, Afrika Selatan.
  7. Raul berasal dari Meksiko. Dia memiliki AIDS dan kondisi nya sekarang sudah parah. Dia kehilangan berat badan dan sekarang sedang menjalani 2 metode pengobatan. Dia juga telah mencoba banyak produk. Teman nya memberitahu tentang 4LIFE TF PLUS dan dia langsung mencobanya. Setelah 2 bulan dengan dosis 6 TF PLUS per hari dia merasa sehat. Dia sekarang tambah gemuk, dan lebih memiliki energi. Dan sudah kembali ke kehidupan normalnya. Sekarang dia hanya memakaiTransfer Factor, dan meninggalkan 2 metode pengobatan lainnya
  8. Anak saya berusia 32 terkena HIV/AIDS dan sempat dirawat beberapa minnggu dirumah sakit. Setelah satu minggu mengkonsumsi ARV, dia tidak punya nafsu makan dan dia bilang rasanya gak karuan, akhirnya kami putuskan untuk menghentikan konsumsi ARV. Melalui internet saya dapat informasi tentang transfer factor. Saya memberinya Transfer Factor Plus 3×3 sehari dan Transfer Factor Advance 3×2 sehari. Dalam waktu 3 minggu TB negatif dan dalam waktu satu bulan CD4 naik dari 70 menjadi 213. Saya terus mensuport anak saya dalam melawan virus ini. Nafsu makannya pun sangat baik dan saya sangat bahagia dengan perkembangan yang signifikan ini. Danny 56 tahun – Jakarta.
  9. Teman saya bilang ke saya bahwa anak saya harus memakai transfer factor. Dia terkena AIDS, jadi kita pakaikan Transfer Factor padanya. Pada awalnya dia tidak mau meminumnya, jadi saya masukan pada minuman yang dia minum. Pada kunjungan ke dokter pertama, vira load nya menurun dari 400.000 menjadi 191.000. setelah dia konsumsi secara rutin, tes lab selanjutnya viral load nya menjadi 40.000. kami sangat terkejut dan berharap kesembuhan pada anak kami, terima kasih Transfer FactorConnie A
  10. HIV/AIDS – Tsidio berumur 5 tahun. Ketika dia datang ke rumah sakit kondisi tubuhnya penuh dengan luka dan kuping nya terinfeksi parah. Dia diperkenalkan dengan TF PLUS. Sampai saat ini telinga nya sehat, dan luka-luka di tubuhnya menghilang. Berat badan nya tadinya 10 kg sekarang sudah 16 kg. Gail Johnson, South Africa
  11. HIV/AIDS – Grace berumur 42 tahun. Dia memiliki CD4 388 dan berat nya 59 KG. Daya ingat nya sangat buruk, semenjak minum TF PLUS daya ingat nya membaik, dan tenaganya menjadi 110%. CD4 nya sekarang 411 dan berat badannya menjadi 70 KG. Gail Johnson, South Africa.
  12. HIV/AIDS – Feroza berumur 26 tahun. Dia sangat kurus. Dia membutuhkan asisten untuk berjalan, mandi dan makan. Pendengaran nya buruk, daya ingat dan kekuatan nya hanya 17 %. Dia sedang mengandung. Berat badan nya hanya 28 KG. CD4 nya 43. setelah 3 bulan pada TF PLUS, CD4 nya menjadi 78, beratnya menjadi 53 KG. Sekarang CD4 nya 163. beratnya menjadi 55 KG. Sekarang dia sudah bisa menangani dirinya dan anaknya. South africa
  13. AIDS / HIV 
    Sebuah sukses awal dengan Peningkatan Imun alami pada seorang pemuda dengan HIV. Kenny berusia 20 tahun dengan hemofilia yang tertular HIV bertahun-tahun yang lalu karena peralatan yang tidak steril ketika mengobatinya hemofilianya. Kenny telah banyak melakukan upaya pengobatan HIV sebelumnya, termasuk terakhir(dalam satu tahun terakhir), rejimen eksperimental dengan tidak ada respon positif. Ia menderita banyak efek samping dari terapi retroviral.

    Lima bulan lalu, Kenny mulai rejimen dosis tinggi TF (3 kapsul 3 kali sehari) dan TF + (2 kapsul 3 kali sehari), bersamaan dengan terapi eksperimental. Diatelah bebas infeksi selama meminum TF tersebut. Dia juga datang kepada kita dengan berita yang sangat menarik 3 minggu yang lalu: ia memiliki jumlah virus NOL, dan sekarang CD4 dekat pada batas normal yaitu 475. Apakah Kenny sudah benar-benar sembuh? Tidak, tapi dia sekarang tampak sehat dan menuju kemungkin menjadi bebas penyakit. Penghitungan berikutnya dijadwalkan enam minggu dari sekarang dan kami akan update. Kenny adalah peer konselor dan pendidik untuk HIV / AIDS dan dia sekarang menyebarkan berita tentang TF dan TF + untuk anggota komunitas AIDS. Ia juga merupakan distributor 4Life Research dan berharap untuk membangun sebuah organisasi penjualan besar bagi orang yang terkena HIV dan Hepatitis C. Dengan demikian, ia mengatakan bahwa ia tidak akan harus berhadapan dengan prasangka terhadap orang-orang yang terinfeksi HIV:Tampaknya 4Life Research hanya dapat memberikan Kenny a HIDUP BARU, dalam banyak hal. Kekuatan TF / TF + dan 4Life Research terus berlanjut.

    Update 11/25/99: CD4 count sekarang 525!

    Update (Musin Dingin, 2000): Seperti banyak dari Anda akan ingat, kami memperkenalkan Kenny, seorang pemuda hemofilia yang didiagnosis HIV positif sepuluh tahun lalu. Setelah bertahun-tahun menerima perawatan medis eksperimental, Kenny mulai mengambil Transfer Factor dan Transfer Factor ditingkatkan dalam dosis tinggi 9 bulan yang lalu. Kami pertamanya mengumumkan jumlah virus NOL dan jumlah CD4 (jumlah darah putih) hampir normal dalam QVnewsletter kami yang terakhir. Sekarang, 3 bulan kemudian, ia telah mengulangi jumlah virus HIV-nya tetap NOL dan jumlah CD4-nya sudah normal. Dan terus menjadi bebas infeksi! Anda mungkin telah melihat cerita Kenny dalam edisi November Teen People Magazine. Sekarang Kenny berbagi pengalaman yang luar biasa dengan orang lain yang menderita penyakit HIV. Menakjubkan apa yang bisa dilakukan oleh kekuatan peningkat sistem imun Transfer Factor dan Transfer Factor ditingkatkan bisa melakukannya!

    Update (Musim Semi / Musim Panas, 2000): Seperti banyak dari Anda akan ingat,kami memperkenalkan Kenny, seorang pemuda hemofilia yang didiagnosis HIVpositif 10 tahun lalu. Setelah bertahun-tahun menerima perawatan medis eksperimental, Kenny mulai mengambil Transfer Factor dan Transfer Factor ditingkatkan dalam dosis tinggi 12 bulan yang lalu. Kami pertamanya mengumumkan jumlah virus NOL dan jumlah CD4 (jumlah darah putih) hampir normal dalam QVnewsletter kami yang terakhir. Sekarang sembilan bulan kemudian dia telah mengulangi jumlah virus HIV-nya tetap NOL dan jumlah CD4-nya terakhir 600 (batas bawah normal adalah 500) Dan tetap bebas infeksi! Sebagai konselor remaja seusianya, Kenny kini memulai upaya dengan energi baru untuk berbagi Transfer Factor dengan dunia HIV. David Markowitz MD.
Konsultasi Pengobatan
HIV/AIDS dan Kecanduan Narkoba
Hotline: 08787.882.1248
WA:081385386583
SimPATI: 0813.818.33855website = www.klinik-herbalis.blogspot.com

    HIV/AIDS & Hepatitis Sembuh Total

    Senin, 26 Januari 2015

    Suplemen Hasil Riset AS + Herbal Alami MHP815
    Sembuhkan Banyak Penyakit Menular Mematikan Secara Total

    Hanya ALlah yang bisa menyembuhkan penyakit
    Hanya Allah SwT yang bisa sembuhkan segala penyakit
    Berbincang dengan Ahli Terapi Bekam Ust. Sidik Kelana memang bisa jadi pengalaman yang menyenangkan. Betapa tidak semenjak berkunjung ke rumah praktiknya di bilangan Pangkalan Jati mulai dari pagi hari jam 08:00 tak terasa waktu sudah menjelang Zhuhur, jam 12:00 siang.

    Dan penjelasannya yang lengkap dan gamblang dengan bahasa yang mudah membuat kebanyakan pasiennya menjadi tahu banyak dan lega, bahwa penderita HIV/AIDS dan kanker memang bisa disembuhkan secara total.

    Hal inilah yang membuat Ust. Sidik Kelana, yang juga masih aktif sebagai wartawan media online dan pengusaha web design & development ini mendadak terkenal dan banyak mendapat panggilan via telepon untuk mengobati banyak pasien datang ke rumah.


    Mencari virus di dalam tubuh kita, kemudian mendeteksi dan membunuhnya
    Betapa tidak, penyakit berbahaya seperti HIV/AIDS, kanker rahim, kanker prostat bahkan kanker darah (leukemia) bisa disembuhkan hanya dalam hitungan waktu beberapa bulan bulan.

    Termasuk penyakit apapun baik yang akut maupun kronis bisa disembuhkan hanya dengan aneka terapi homeopathy yang diberikannya. "Bukan itu saja," imbuh Ust Sidik Kelana, "Saya juga memberikan terapi herbal dan beberapa obat hasil penemuan ahli riset dari Amerika Serikat dan juga para ilmuwan Islam Arabia.

    "Bahkan para penderita penyalahgunaan narkoba pun bisa disembuhkan, mulai dari yang penderita awal, hingga yang sudah akut dan mendapatkan penyakit parah seperti HIV/AIDS yang tertular melalui jarum suntik!"papar lelaki beranak tiga ini.

    Ust. Sidik Kelana yang tampil selalu sederhana dalam kesehariannya ini juga menekankan kepada seluruh pasiennya untuk membiasakan pola gaya hidup sehat alami dan bersih.

    Karena gaya hidup yang bersih dan sehat membantu proses kesembuhan secara alami yang semuanya dilakukan oleh sistem imun (kekebalan) tubuh manusia yang bekerja secara alami.

    "Kita sudah diciptakan oleh Allah yang Maha Tunggal dengan sebaik-baiknya bentuk. Namun sering sekali kita sendiri yang berbuat zhalim merusak sistem alami kesehatan tubuh kita ini dengan perilaku kita sehari-hari," tambah lelaki yang tidak suka merokok ini secara tegas.

    Perilaku dan gaya hidup orang modern sekarang ini memang merupakan penyebab utama dari menurunnya sistem kekebalan (imun) yang sejatinya adalah karunia Tuhan kepada setiap makhluk ciptaanNya, khususnya manusia. Sistem imun pada manusia sehat dan normal mampu mendeteksi, mencari dan membunuh banyak dan beragam virus penyebab penyakit berbahaya yang mematikan. Namun karena kezhaliman manusia itu sendiri dengan gaya hidupnya yang semaunya, bisa merusak sistem kekebalan tubuhnya hingga rusak total. Wajar saja banyak penyakit klinis di zaman modern yang tak bisa disembuhkan dengan obat apapun.

    "Salah satunya adalah HIV/AIDS," papar Ustadz Sidik Kelana, "Karakter kerja dan sifat dari virus ini bisa meniru atau menyamarkan dirinya seperti sel darah putih (leukosit), jadi ketika dia menumpang pada induk semangnya sel darah putih, maka NK cell sebagai salah satu sel pembunuh alami di dalam sistem kekebalan tubuh manusia,  tidak bisa mendeteksi kehadiran virus berbahaya ini." jelas sang ustadz yang suka main internet ini tersenyum.

    Jadi wajar saja, saat ini virus HIV sama sekali susah dideteksi dan belum ada obat di dunia kedokteran yang bisa membunuh virus yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh manusia turun drastis. Sifat dan karakter virus ini bekerja secara unik dan misterius. Dan kebanyakan memang terdapat pada para pasien yang mempunyai gaya hidup berbahaya. Seperti para pengguna narkoba, para pelaku seks tidak sehat baik homoseksual maupun heteroseksual yang sangat bebas liar.

    Pada intinya Allah memang sudah menciptakan tubuh manusia sejak pertama kali diciptakan, mempunyai sistem kekebalan tubuh yang super canggih. Lalu ketika manusia semakin modern dan jauh dari cara hidup yang diperintahkan Tuhan, akhirnya penyakit semacam ini timbul yang justru memperlemah sistem kekebalan tubuh manusia. Jadi sebenarnya jika sistem kekebalan tubuh manusia itu kuat dan selalu siaga serta cerdas mendeteksi segala macam virus, pastilah banyak penyakit yang bisa disembuhkan secara otomatis saat mereka datang.

    Jika HIV/AIDS menyerang sel darah putih dan menyamarkan dirinya kemudian mengembangbiakkan dirinya dengan cara menumpang pada inangnya, maka penyakit Hepatitis yang diserang oleh virus adalah si produsen sel darah. Jadi bagaimana manusia bisa selamat jika pabrik yang menghasilkan sel darah merah, sel darah putih dan plasma darah diserang virus Hepatitis. Jadi saat sel darah putih habis karena selalu bertugas mencari dan membunuh virus, bakteri dan jamur berbahaya di dalam tubuh kita, makin lama makin berkurang jumlahnya karena tak adalagi regenarasi sel pada hati (liver).

    Metoda terapi yang dilakukan oleh Ust. Sidik Kelana sejatinya adalah homeoptahy, yang merupakan thibbun nabawi (pengobatan cara nabi) ditambah dengan terapi herbal madu plus habbatussauda, gamat emas, minyak zaitun, propolis, mahkota dewa, jus manggis, air terapi sehat tanpa endapan, transfer factor dan terapi pijat kiropraksi. Dan satu terapi madu herbalnya sebagai andalan, yakni MHP.815, atau disebutnya Madu herbal Pamungkas, yang ditujukan bagi pasien HIV/AIDS.

    Khusus untuk terapi dengan Transfer Factor, Ust. Sidik Kelana menjelaskan, bahwa setiap mereka yang berhasil bertahan hidup dari satu penyakit tertentu, maka di dalam sistem imunnya telah terjadi proses perekaman memori tentang penyakit yang berhasil dikalahkan dan dibunuhnya di dalam inti sel darah putih yang disebut dengan transfer factor.


    Transfer Factor sendiri adalah hasil penelitian banyak para ahli kekebalan tubuh manusia (immunologist) dan ahli kedokteran serta pengobatan yang ditemukan pertama kali pada tahun 1940-an. Penelitian itu menyebutkan bahwa telah ditemukan sistem perekaman penyakit yang berhasil dikalahkan oleh sistem imun dalam Air Susu Ibu yang kemudian diberikan  kepada bayinya. Rekaman kekabalan dari penyakit itu disebut transfer factor.

    Namun kan satu hal yang mustahil memproduksi massal transfer factor untuk diekstrak dari susu ibu menjadi obat yang bisa dipakai oleh seluruh manusia di dunia. "Bisa dibayangkan berapa ribu liter susu ibu yang harus diperas dan dijadikan kapsul transfer factor buat mengobati banyak orang di dunia? Gak mungkin banget bukan?" ujar Ust Sidik sambil tertawa bercanda.

    Baru setelah 40 tahun kemudian tepatnya di tahun 1986 ditemukan transfer factor kembali dalam susu sapi atau yang sudah dikenal dengan istilah colostrum yang juga ditemukan oleh para ahli riset pada proyek yang sama di tahun 1940-an namun mulai dengan perusahaan yang berbeda dan berada di Amerika Serikat.

    "Nah inilah pembuktian dari ayat Allah yang tertera pada Surat An-Nahl ayat 66 tentang susu pada hewan ternak," papar Ust. Sidik sambil membuka Al-Qur'an.

    surah / surat : An-Nahl Ayat : 66
    wa-inna lakum fii al-an'aami la'ibratan nusqiikum mimmaa fii buthuunihi
    min bayni fartsin wadamin labanan khaalishan saa-ighan lilsysyaaribiina
    66. Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar
    terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum
    daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa)
    susu yang bersih antara tahi dan darah,
    yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.


    Nah inilah keajaiban AlQur'an yang baru bisa dibuktikan secara ilmiah dengan penemuan transfer factor pada susu sapi. Hal ini membuka peluang industri besar-besaran pengkopian (copas) transfer factor orang yang berhasil sembuh dari penyakit berbahaya ke dalam medium dari transfer factor susu sapi itu.

    3 cara pengobatan nabawi - madu, hijamah/bekam dan Kai
    Susu adalah satu nikmat yang sangat besar nilainya dalam kehidupan manusia. Kebutuhan gizi manusia -khususnya anak kecil- sangat bergantung pada kandungan nutrisi dan gizi yang ada dalam susu.

    Susu merupakan mukjizat yang Allah tanamkan dalam tubuh binatang ternak. Keterangan mengenai hal ini telah diulas oleh Al Qur’an, jauh sebelum ilmu pengetahuan modern mampu menganalisisnya. Ulasan dalam Al Qur’an itu berisi tentang proses pembentukan susu, sebagai berikut:

    Pertama-tama setelah binatang ternak mengunyah makanannya, makanan tersebut akan sampai ke lambung dan diolah nutrisinya. Sesudahnya makanan yang tersisa dan tak bernutrisi akan disalurkan ke saluran pembuangan, sementara nutrisi akan disalurkan ke dalam aliran darah.

    Alhamdulillah 20 tahun kemudian, ternyata transfer factor juga ditemukan ada dalam hewan ternak lainnya yang berjenis unggas. Hal ini sesuai dengan kata "ternak" di dalam ayat 66 Surat An Nahl tersebut. Karena unggas juga termasuk hewan ternak peliharaan manusia. Menurut hasil penelitian, transfer factor juga ditemukan di dalam kuning telur unggas ayam dan bebek. Nah dari sinilah keajaiban karunia Tuhan terungkap oleh ilmu pengetahuan (sains) dan ini membuktikan Allah memang sangat menyayangi makhlukNya yang berjenis manusia.

    Transfer Factor Lebih Kuat daripada yang lainnya
    Lalu lembaga penelitian itu pun memproduksi massal transfer factor dari orang yang berhasil sembuh dari beragam penyakit berbahaya seperti HIV/AIDS, Diabetes Melitus, Hepatitis, Kanker dan lain-lainya dan merekamnya ke dalam transfer factor pada susu dikombinasi kun ing telur unggas.

    Yang jadi pertanyaannya adalah, lalu berapa banyak kuning telur dan susu yang bisa dikonsumsi untuk bisa memberikan kontribusi transfer factor yang cukup banyak hingga bisa mencerdaskan sistem imun tubuh manusia yang sedang diserang penyakit yang sudah dikenal itu? Tentu saja akan banyak sekali susu sapi dan kuning telur yang dikonsumsi pasien agar bisa sembuh dari beragam penyakit mematikan.

    Bukan itu masalahnya, imbuh Ust Sidik. Apakah kita harus seperti Ade Rai, sang binaragawan yang bisa mengkonsumsi putih telur 40 butir per hari agar bisa badan dan sistem kekebalan tubuhnya tumbuh kuat dan cerdik mendeteksi beragam penyakit. Yang perlu diingat, Ade Rai mengkonsumsi putih telur, bukan kuning telurnya. Sementara itu transfer factor ada di dalam kuning telur dan susu sapi.

    "Wah bisa kebayang kan berapa kilogram telur dan liter susu yang harus dikonsumsi supaya bisa sembuh dari penyakit seperti penderita HIV/AIDS yang mempunyai sisa skala CD4 100?" canda Ust. Sidik.

    Jadi untuk bisa sembuh total, ya kita harus meningkatkan sistem kekebalan (imun) kita secara drastis dan biarkan karunia Tuhan yang alami itu bekerja sendiri membunuh virus dan menyembuhkan sel-sel yang dirusak virus ataupun bakteri jenis apapun.

    Penjelasan logis Ust. Sidik inilah yang menyebabkan banyak pasiennya mau berobat dan terapi pada dirinya. Dan harapan sembuh mereka bisa terjawab sudah.

    "Yang mesti diketahui para pasien adalah, bahwa kesembuhan itu datangnya hanya dari Allah yang Maha Tunggal, jadi usaha terapi apapun niatkan karena mengharapkan pertolongan Allah SwT agar penyakit bisa sembuh." imbuh lelaki beranak empat ini.

    Jadi saat sembuh nanti kita tidak lalai dan berbuat salah lagi yang menyebabkan jatuh kembali dalam penyakit lama atau baru yang disebabkan justru karena kezhaliman diri kita sendiri menjaga kesehatan tubuh. Pola hidup sehat, dengan menjauhkan diri dari rokok, minuman beralkohol dan narkoba adalah cara paling efektif menjaga sistem kekebalan tubuh bekerja optimal menjaga kesehatan tubuh kita. Jangan kita rusak dengan pola dan gaya hidup yang salah.

    Rizal Lulu - Zahira Abdullah Bilqis


    Konsultasi Pengobatan
    HIV/AIDS dan Kecanduan Narkoba
    Hotline: 087878821248
    SMS (021)9346.1965 - 081385386583
    website = www.klinik-herbalis.blogspot.com

    Kecanduan Narkoba Bisa Sembuh Total

    Selasa, 28 Oktober 2014

    Ustadz SidikRizal dan komedian Uus dari SUCI 3 KompasTV
    Kini hanya dengan cara pengobatan nabawi dan herbal dikombinasi dengan penggunaan Transfer factor, maka penyandang kecanduan narkoba bisa disembuhkan secara total, dengan cara bertahap dan membutuhkan waktu sedikitnya 12 bulan atau lebih sesuai dengan tingkat kecanduan si pasien.

    Berdasarkan pengalaman sepnajang 6 tahun terkahir ini, Ustadz Sidik telah berhasil membantu sesama yang menderita kecanduan akan narkoba.

    Baik yang baru tingkat stadium awal bahkan yang sudah stadium tinggi, dimana bahkan pasien sudah ada yang terjangkiti penyakit HIV/AIDS karena menggunakan jarum suntik saat penyalahgunaan narkotika.

    Awalnya ada salah satu pasiennya yang tinggal di kawasan Bekasi, dimana si pasien adalah anak lelaki satu-satunya di keluarganya yang mempunyai usaha berdagang pasir yang cukup besar di kawasan Pekayon Kota Bekasi.

    Ibu dari si pasien yang sudah membawa si anak berobat ke setiap dokter dan rumah sakit serta beberapa tempat pengobatan alternatif lainnya, namun karena keengganan dan penolakan si pasien terhadap cara pengobatan, membuatnya semakin parah kondisinya. Bahkan terakhir berat badannya mencapai tak lebih dari 45kg. Sungguh sangat kurus untuk ukuran lelaki yang mempunyai tinggi badan 170cm itu.

    Ustadz Sidik Rizal & dr. Fauzi, dokter yang juga komika StandUpComedy
    Dengan pendekatan khusus dan kekeluargaan serta pendekatan keagamaan, sang pasien yang merasa sudah putus asa dan tidak punya harapan lagi untuk hidup, karena 8 orang dari 10 temannya yang juga bersama-sama kecanduan narkoba pada saat terakhir menggunakan jarum suntik sudah meninggal dunia. Yang tertinggal adalah dirinya dan seorang lagi yang kini telah menderita sakit jiwa sangat parah.

    Hanya membutuhkan setidaknya 14 bulan terapi pengobatan herbal madu yang mempunyai rasa pahit dan berbentuk seperti bubur pasir, kini sang pasien telah sembuh dan kesehatannya telah pulih kembali, bahkan kini berat badannya telah kembali normal mencapai 65kg.

    Ada satu keluhan unik yang selama tak bisa diatasi oleh para dokter, dimana dia mempunyai gumpalan getah bening yang sangat mengganggu kenyamanannya, di sekitar persendian lengan bagian belakang siku. Sudah berapa kali dokter memberikan beragam jenis obat untuk mengatasinya, malah semakin hari semakin si pasien tak bisa menggerakkan tangannya, bahkan terkadang sering terasa kebas-kebas, alias mati rasa.

    Justru di lengan tangan kirinya itulah dia biasa menyuntikkan shabu dan bahan narkoba lainnya dalam bentuk cair bersama teman-temannya, yang dilakukannya beberapa tahun lewat.

    Setelah dia meinta Ustadz Sidik Rizal untuk membekamnya, walau berulang kali ditolak, karena berat badan dan tekanan darahnya masih terlalu rendah, dan itu sangat beresiko bagi dirinya, akhirnya dengan terpaksa dan hati-hati, Ustadz Sidik Rizal mau melakukan bekam di daerah lengan kirinya yang sudah mulai sering mati rasa.

    Yang terjadi adalah, bukannya darah kotor yang berhasil dihisap keluar, melainkan getah bening kental yang sangat menjijikkan dan itulah sumber racun yang tak pernah bisa keluar dari dalam tubuhnya sehingga si pasien begitu menderita kehilangan keseimbangan metabolisme tubuhnya.

    Tak lama setelah terapi bekam, dan ditambah dengan mengkonsumsi madu herbal pamungkas (MHP) serta ditambah dengan Transfer Factor advance, si pasien mulai enak tidur dan bisa merasakan peningkatan sistem kekebalan tubuhnya secara berangsur. Dan tak lebih dari 2 tahun, kini si pasien sudah kembali bekerja mengelola usaha keluarganya berbisnis dagang pasir. Sebagai juragan pasir terkena dan cukup kaya di kawasan Pekayon, sebutlah si Anto (bukan nama sebenarnya) kini lebih percaya diri dan berjanji pada dirinya untuk tidak lagi jatuh ke dalam lembah kemaksiatan penyalahgunaan narkoba.

    Dengan kesembuhannya ini Anto seperti mendapatkan kesempatan hidup yang kedua, apalagi Ustadz Sidik menekankan untuk bertaubatan nasuha, dan hanya takut kepada azab Allah semata agar tidak mendapatkan hukuman langsung di dunia, apalagi kini Anto sudah memiliki anak perempuan dari sitrinya yang selalu setia menemaninya beserta seorang ibu yang begitu mencintainmya anak lelaki semata wayangnya.

    beruntung sekali Anto mempunya adik perempuan, istri dan ibunda yang sangat mencintainya, tak peduli berapapun resiko dan biaya yang harus dikeluarkan, asal Anto sebagai pengganti kepala keluarga dari usaha warisan ayahnya, akhirnya Anto kini sembuh total dan kembali menjadi kepala keluarga sekaligus meneruskan usaha keluarganya yang pernah ditelantarkannya.

    Pengalaman indah ini juga menjadi pelajaran bagi kita semua, ujar Ustadz Sidik di setiap kali menjelaskan bagaimana para pasiennya bisa disembuhkan. Bahwa hanya dengan motivasi dan niat bersih hendak bertobat nasuha, maka pasien separah apapun khususnya kecanduan narkoba maupun yang terjangkiti HIV/AIDS hingga yang menderita AIDS, bisa disembuhkan. Sepanjang punya keyakinan kuat dan mau merubah segala perilaku buruknya agar tidak kembali melakukan kesalahan yang sama.

    APAKAH SEBENARNYA PENGOBATAN HERBAL ITU?
    Pengobatan herbal banyak kita dengar karena pengobatan ini merupakan pilihan alternatif yang banyak diminati masyarakat, baik oleh masyarakat pedesaan maupun perkotaan.

    Pengobatan Herbal
    Pengobatan herbal terbuat dari bahan-bahan alami dan menyembuhkan aneka penyakit.  Sebagian masyarakat mengkombinasikan pengobatan herbal dengan pengobatan modern (obat kimia). Banyak masalah kesehatan yang muncul ditengah masyarakat dan tidak ada satu metode pengobatan effektif untuk semua jenis penyakit, sehingga penggunaan dua metode pengobatan di harapkan dapat memberikan hasil yang maksimal.

    Pengobatan herbal merupakan pengobatan melalui atau dengan cara memperkuat sistem imun yang lemah, dimana sistem imun yang lemah adalah penyebab timbulnya penyakit. Banyak penyakit muncul karena lemahnya sistem imun seperti: Kanker, Tumor, Diabetes, Hipertensi, Stroke, HIV, Thypod, Hepatitis, Flu Burung, Influenza, Sinusitis, Demam Berdarah, Vertigo, Maag, SARS, Gagal Ginjal,Parkinson’s, Alzheimer, Arthritis, TBC, Infeksi, Penyakit Kulit, Malaria, peradangan,dsb.

    Pusat riset 4life di Amerika Serikat menciptakan produk yang menggabungkan ramuan herbal dan molekul cerdas yang bernama molekul transfer factor yang ambil dari colostrum susu sapi dan kuning telur. Produk revolusioner ini di namai  dengan molekul transfer factor plusProduk ini bisa meningkatkan sistem imun dan salah satu yang terbaik saat ini.

    Melalui tes laboratorium independen yang dikaji secara ilmiah, selama 7 tahun (1992-1999) oleh lembaga-lembaga ternama seperti The Russian Academy of Medical Science (RAMS) dan The Institute of Longevity Medicine, California, USA.  Kajian tersebut dilakukan atas 198 produk terkenal terdiri atas 400 ramuan, untuk mengetahui kemampuan suatu produk dalam meningkatkan sistem imun tubuh manusia.  Berikut hasil kajian tersebut:
    1. 4life transfer factor plus mampu meningkatkan sistem imun 437%
    2. 4life transfer factor mampu meningkatkan sistem imun 283 %.
    3. Mangosteen mampu meningkatkan sistem imun 76 %
    4. IP6 mampu meningkatkan sistem imun 49 %
    5. Plant Polysaccahride formula mampu meningkatkan sistem imun 48 %
    6. Echinaceae mampu meningkatkan sistem imun 43 %
    7. Shitake mushroom mampu meningkatkan sistem imun 42 %
    8. Cordyceps formula mampu meningkatkan sistem imun 28 %
    9. Bovine Colostrum mampu meningkatkan sistem imun 26 %
    10. Endocrine formula mampu meningkatkan sistem imun 16 %
    11. Aloevera Concentrate mampu meningkatkan sistem imun 15 %
    12. None (Morinda Citrafolia) mampu meningkatkan sistem imun 15 %
    Dari hasil kajian tersebut, transfer factor plus dan transfer factor menempati urutan teratas.  Hingga saat ini belum ada produk lain yang bisa meningkatkan sistem imun hingga 437 % seperti transfer factor plus.

    Mau Tahu Lebih Jauh Manfaat Transferfactor untuk Kesehatan Anda? Silahkan Hubungi Saya:
    Sidik Rizal, PIN BB : 2275CAE0 Telp Seluler XL: 087878821248 - simPATI: 081385386583


    Konsultasi Pengobatan
    HIV/AIDS dan Kecanduan Narkoba
    Hotline: 087878821248
    SMS (021)9346.1965 - 081385386583
    website = www.klinik-herbalis.blogspot.com

    HIV/AIDS, Penyakit ini Tak Lagi Mematikan

    Kamis, 23 Oktober 2014

    Penyakit AIDS yaitu suatu penyakit yang timbul sebagai dampak berkembangbiaknya virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) didalam tubuh manusia. Virus HIV menyerang sel darah putih (sel CD4) sehingga mengakibatkan rusaknya sistem kekebalan tubuh atau sistem imun. Hilangnya atau berkurangnya daya tahan tubuh atau sistem imun tubuh membuat si penderita mudah sekali terjangkit berbagai macam penyakit termasuk penyakit ringan sekalipun atau dikenal dengan infeksi oportunistik. virus ini juga merusak otak dan sistem saraf pusat.

    Seseorang yang terinfeksi HIV tidak langsung menampakkan gejalanya, sehingga orang yang terinfeksi bisa hidup normal dalam jangka waktu lima sampai sepuluh tahun untuk sampai pada stadium munculnya gejala klinis. Hal ini merupakan salah satu penyebab penderita baru mengetahui dirinya terinfeksi HIV setelah berkembang menjadi AIDS karena penderita baru memeriksakan diri bila sudah timbul gejala-gejala klinis.

    Satu cara untuk mendapat kepastian adalah dengan menjalani Uji Antibodi HIV terutamanya jika seseorang merasa telah melakukan aktivitas yang berisiko terkena virus HIV.

    Kematian yang disebabkan infeksi HIV kebanyakan bukan karena infeksi virus, melainkan karena turunnya kekebalan tubuh atau sistem imun si penderita tersebut.

    Orang yang terinfeksi HIV belum tentu menjadi penderita AIDS, tergantung tingkat imunitas atau kekebalan tubuh orang tersebut yang dapat dilihat melalui komponen CD4. Jika terjadi penurunan CD4 sampai kurang dari 200, orang akan makin lemah daya tahan tubuhnya dan jatuh pada kondisi AIDS.

    HIV berada terutama dalam cairan tubuh manusia. Cairan yang berpotensial mengandung virus HIV adalah darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu. Sedangkan cairan yang tidak berpotensi untuk menularkan virus HIV adalah cairan keringat, air liur, air mata dan lain-lain. Kematian yang disebabkan infeksi HIV kebanyakan bukan karena infeksi virus, melainkan karena turunnya kekebalan tubuh si penderita tersebut.

    Bagaimana Gejala HIV/AIDS?
    1. Gangguan saluran pernafasan seperti nafas pendek, henti nafas sejenak, batuk, nyeri dada dan demam).
    2. Gangguan saluran Pencernaan seperti hilangnya nafsu makan, mual dan muntah, kerap mengalami penyakit jamur pada rongga mulut dan kerongkongan, serta mengalami diarhea yang kronik.
    3. Penurunan drastis berat badan. Penderita mengalami hal yang disebut juga wasting syndrome, yaitu kehilangan berat badan tubuh hingga 10% dibawah normal karena gangguan pada sistem protein dan energy didalam tubuh seperti yang dikenal sebagai Malnutrisi termasuk juga karena gangguan absorbsi/penyerapan makanan pada sistem pencernaan yang mengakibatkan diarhea kronik, kondisi letih dan lemah kurang bertenaga.
    4. Gangguan Sistem Saraf seperti kurang ingatan, sakit kepala, susah berkonsentrasi, sering tampak kebingungan dan respon anggota gerak melambat karena gangguan saraf central. Pada system persyarafan ujung (Peripheral) akan menimbulkan nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki, reflek tendon yang kurang, selalu mengalami tensi darah rendah dan Impoten.
    5. Gangguan pada System Integument (Jaringan kulit). Penderita mengalami serangan virus cacar air (herpes simplex) atau cacar api (herpes zoster) dan berbagai macam penyakit kulit yang menimbulkan rasa nyeri pada jaringan kulit. Lainnya adalah mengalami infeksi jaringan rambut pada kulit (Folliculities), kulit kering berbercak (kulit lapisan luar retak-retak) serta Eczema atau psoriasis.
    6. Gangguan pada Saluran kemih dan Reproduksi pada wanita. Penderita seringkali mengalami penyakit jamur pada vagina, hal ini sebagai tanda awal terinfeksi virus HIV. Luka pada saluran kemih, menderita penyakit syphillis dan dibandingkan Pria maka wanita lebih banyak jumlahnya yang menderita penyakit cacar. Lainnya adalah penderita AIDS wanita banyak yang mengalami peradangan rongga (tulang) pelvic dikenal sebagai istilah ‘pelvic inflammatory disease (PID)' dan mengalami masa haid yang tidak teratur (abnormal)
    Bagaimana Mengetahui Seseorang Telah Terinfeksi?
    Untuk mengetahui seseorang tertular atau tidak dapat melakukan test HIV dan Test HIV dapat dilakukan paling cepat 3 bulan setelah terinfeksi. Jika seseorang merasa telah melakukan aktifitas yang beresiko HIV, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk dilakukan test. Penanganan yang dini dan tepat akan menyelamatkan penderita dari keganasan virus ini.

    Jika hasil test HIV positif, sebaiknya penderita melakukan pemeriksaan CD4 dan viral load test. Sel CD4 adalah jenis sel darah putih atau limfosit. Sel tersebut adalah bagian yang penting dari sistem kekebalan tubuh kita Pengecekan CD4 ini penting karena setelah lama terinfeksi HIV, jumlah sel CD4 semakin menurun. Ini tanda bahwa sistem kekebalan tubuh kita semakin rusak. Semakin rendah jumlah CD4, semakin mungkin kita akan jatuh sakit. Jumlah CD4 adalah ukuran kunci kesehatan sistem kekebalan tubuh atau sistem imun tubuh. Semakin rendah jumlahnya, semakin besar kerusakan yang diakibatkan HIV. Jika penderita mempunyai jumlah CD4 di bawah 200, atau persentase CD4 di bawah 14% maka dianggap AIDS berdasarkan definisi Depkes.

    Bagaimana Melawan HIV AIDS?
    Para Penderita dapat melawan virus ini dengan menguatkan sistem imun, makanan bergizi tinggi, istrihat yang cukup dan hindari stress dan berkonsultasi ke dokter secara rutin. Menguatkan sistem imun dan menjaganya agar tetap kuat adalah sangat penting. Penyakit ini tak lagi mematikan selama penderita memahami dengan baik bagaimana cara penanganannya. Penderita bisa hidup normal dan tidak perlu merasa minder dengan keadaan yang ia alami.

    4Life Transfer Factor Harapan Baru Penderita HIV/AIDS, Nutrisi Terbaik & Terlengkap Terapi HIV/AIDS

    Sebuah studi yang dilakukan oleh The Altay State Medical University, Federasi Rusia. Studi dilakukan terhadap 15 orang pasien yang terinfeksi HIV yang terdiri atas stadium 2B, 2C,3A dan stadium 3B. Ke 15 pasien diberi Transfer Factor setiap hari selama 7 hari. Setelah konsumsi 4Life Transfer Factor, adanya peningkatan CD3 pada 15 orang pasien, peningkatan CD4 pada 14 orang pasien dan peningkatan CD8 pada 12 orang pasien.

    Transfer Factor Plus dapat menguatkan sistem imun hingga 437% sehingga akan menguatkan sistem imun tubuh penderita dalam melawan virus, bakteri, parasit, sel kanker, tumor dan antigen asing lainnya yang menyebabkan penyakit. Transfer Factor mengandung rantai asam amino yg tinggi yaitu 44 rantai asam amino, membantu mempercepat proses regenerasi sel-sel yang rusak atau sel-sel yang mati.

    Setiap hari ada jutaan virus, bakteri, parasit dan hewan mikroba lainnnya yang hidup diudara dan masuk ke dalam tubuh, semakin lemah sistem imun (semakin lemah sistem imun dapat dilihat dari angka CD4) penderita HIV/AIDS, maka akan mudah berkembang dalam tubuh penderita. Bahkan virus flu saja bisa membuat penderita HIV/AIDS meninggal.

    Bagaimana Mengetahui Efektifitas Konsumsi 4Life Transfer Factor?
    Untuk mengetahui efektifitas suatu terapi dapat dilihat dari dua hal:
    1. Apa yang dirasakan oleh penderita, perlahan keluhan-keluhan akan berkurang dan sampai akhirnya hilang.
    2. Hasil pemeriksaan laboratorium, bandingkan hasil pemeriksaan sebelum dan sesudah konsumsi. Ada dua pemeriksaan laboratorium yang sering digunakan yaitu angka CD4 dan angka viral load.
    Tes viral load (VL) adalah tes untuk mengukur jumlah virus HIV dalam darah, Semakin tinggi viral load, semakin cepat penyakit HIV berkembang. Viral load juga menunjukkan daya menular pada orang lain. Semakin tinggi viral load, semakin mudah menularkan HIV. Tes viral load bermanfaat untuk pemantauan terapi, untuk mengetahui apakah terapi mengendalikan virus.

    Untuk mengetahui efektifitas suatu terapi dapat menggunakan hasil pemeriksaan sebelum dan sesudah konsumsi, baik untuk CD4 dan Viral Load. Angka CD4 harus naik dan viral load harus turun.

    Bagaimana Pengalaman Penderita HIV/AIDS yang Mengkonsumsi 4Life Transfer Factor?
    Kami pernah merawat seorang anak yang tadinya seorang penderita HIV selama 11 tahun. Beberapa tahun terakhir kami beri 4Life Transfer Factor Plus. Sebelumnya terapi retro-viral dan terapi toxic retro-viral tidak membuahkan hasil. Akan tetapi setelah 13 bulan di beri campuran diatas dengan dosis tinggi, HIV anak tersebut negatif dan sekarang sudah benar-benar normal. Kualitas hidupnya benar-benar meningkat drastis, seperti inilah pengobatan modern seharusnya menurut saya. Ini benar-benar menyenangkan......R. R., Medical Doctor, Kentucky

    Setelah dirawat beberapa hari dirumah sakit, anak saya kembali kerumah dan menjalani rawat jalan. Ia sudah dinyatakan AIDS karena CD4nya 27 dan menjalani terapi ARV. Ia hanya sanggup konsumsi selama 1 minggu karena selama konsumsi tidak punya nafsu makan, kepalanya pusing dan mual. 
    Kemudian dokter yang merawatnya menyarakan untuk konsumsi Transfer Factor. Selama 3 minggu konsumsi TBC nya negative, setelah satu bulan konsumsi kami kembali memeriksakan CD4 dan ternyata dalam waktu satu bulan cd4 naik menjadi 220….Ini luar biasa….Doni – 56 tahun -Jakarta

    Saya seorang ibu rumah tangga yang selalu patuh pada suami dan ajaran agama yang saya anut. Saya sering dirawat dirumah sakit karena kurang darah. Suatu hari saya menjalani transfusi darah, setelah menjalani transfusi darah saya mengalami gatal-gatal pada kulit. Kurang dari satu tahun setelah menjalani transfusi, saya dinyatakan dokter terinfeksi HIV/AID. Dokter memberi saya obat, tapi badan saya terasa panas ketika mengkonsumsinya. Saya tidak tahan dan menghentikannya. Suami saya mencoba mencari alternatif lain dan mendapatkan informasi tentang 4Life Transfer Factor lewat internet. Dia memberi saya 4Life Transfer Factor Plus dan 4Life Transfer Factor Trifactor Formula. Dalam waktu 2,5 bulan, berat badan saya naik 12 kg, CD4 saya naik dari 5 menjadi 35...Rania-Medan

    Saya merasa sakit kepala terus setiap hari, badan saya sering gatal-gatal, buang air besar berdarah, berat badan terus menurun dan tubuh saya terlihat hitam dan tubuh saya penuh dengan bentol-bentol merah seperti cacar air. Dokter saya menyarankan untuk konsumsi 4Life Transfer Factor. Saya konsumsi 9 kapsul 4Life Transfer Factor Plus sehari dan 6 kapsul 4Life Transfer Factor Advance sehari. Setelah kurang lebih empat bulan konsumsi semua keluhan-keluhan saya hilang. Sebelum konsumsi Transfer Factor CD4 saya 345 dan sekarang sudah 525...Subroto 42 tahun-Jakarta

    Saya baru tahu terdeteksi HIV setelah kurang lebih terinfeksi kurang lebih 7 tahun. CD4 saya sudah rendah sekali yaitu 22 dan saya tidak mau mengkonsumsi ARV karena takut efeksampingnya. Saya coba konsumsi 3x3 4Life Transfer Factor Plus dan 3x2 4Life Transfer Factor Advance perhari. Dalam beberapa hari saja badan saya terasa segar kembali dan untuk memastikan kerja 4Life Transfer Factor, satu minggu setelah konsumsi saya kembali memeriksa CD4 dan hasilnya naik menjadi 45.Selain itu saya juga selalu menjaga kondisi saya dengan cukup istirahat, makan teratur dan bergizi, berpikiran positif dan menghindari stress. Satu bulan setelah konsumsi saya kembali melakukan pemeriksaan CD4 dan hasilnya meningkat menjadi 123...Andika 30 tahun-Bekasi

    Chinthia berumur 27 tahun. Kondisinya sangat lemah saat tiba di rumah sakit Nkosis Haven, sampai tak mampu membopong bayinya. Ia juga tak mampu melakukan pekerjaan ringan seperti menyapu. Berat badannya 44 kg. Konsumsi 4Life Transfer Factor Plus selama dua minggu berat badannya naik 7 kg. Karena batuk dan tidak bertenaga, dilakukan pemeriksaan TBC dan ternyata positif dan diberi obat TBC serta 4Life Transfer Factor Plus. Nilai CD4 saat tiba 297 naik menjadi 340, berat badan naik menjadi 63 kg. Kekuatan tubuhnya pulih. Penglihatannya dan ingatannya membaik, ia pun bisa merawat dirinya sendiri dan juga anaknya. Gail Johnson, Afrika Selatan.

    Raul berasal dari Meksiko. Dia memiliki AIDS dan kondisi nya sekarang sudah parah. Dia kehilangan berat badan dan sekarang sedang menjalani 2 metode pengobatan. Dia juga telah mencoba banyak produk. Teman nya memberitahu tentang 4LIFE TF PLUS dan dia langsung mencobanya. Setelah 2 bulan dengan dosis 6 TF PLUS per hari dia merasa sehat. Dia sekarang tambah gemuk, dan lebih memiliki energi. Dan sudah kembali ke kehidupan normalnya. Sekarang dia hanya memakaiTransfer Factor, dan meninggalkan 2 metode pengobatan lainnya

    Anak saya berusia 32 terkena HIV/AIDS dan sempat dirawat beberapa minnggu dirumah sakit. Setelah satu minggu mengkonsumsi ARV, dia tidak punya nafsu makan dan dia bilang rasanya gak karuan, akhirnya kami putuskan untuk menghentikan konsumsi ARV. Melalui internet saya dapat informasi tentang transfer factor. Saya memberinya Transfer Factor Plus 3×3 sehari dan Transfer Factor Advance 3×2 sehari. Dalam waktu 3 minggu TB negatif dan dalam waktu satu bulan CD4 naik dari 70 menjadi 213. Saya terus mensuport anak saya dalam melawan virus ini. Nafsu makannya pun sangat baik dan saya sangat bahagia dengan perkembangan yang signifikan ini. Danny 56 tahun – Jakarta.

    Teman saya bilang ke saya bahwa anak saya harus memakai transfer factor. Dia terkena AIDS, jadi kita pakaikan Transfer Factor padanya. Pada awalnya dia tidak mau meminumnya, jadi saya masukan pada minuman yang dia minum. Pada kunjungan ke dokter pertama, vira load nya menurun dari 400.000 menjadi 191.000. setelah dia konsumsi secara rutin, tes lab selanjutnya viral load nya menjadi 40.000. kami sangat terkejut dan berharap kesembuhan pada anak kami, terima kasih Transfer Factor. Connie A

    HIV/AIDS – Tsidio berumur 5 tahun. Ketika dia datang ke rumah sakit kondisi tubuhnya penuh dengan luka dan kuping nya terinfeksi parah. Dia diperkenalkan dengan TF PLUS. Sampai saat ini telinga nya sehat, dan luka-luka di tubuhnya menghilang. Berat badan nya tadinya 10 kg sekarang sudah 16 kg. Gail Johnson, South Africa

    HIV/AIDS – Grace berumur 42 tahun. Dia memiliki CD4 388 dan berat nya 59 KG. Daya ingat nya sangat buruk, semenjak minum TF PLUS daya ingat nya membaik, dan tenaganya menjadi 110%. CD4 nya sekarang 411 dan berat badannya menjadi 70 KG. Gail Johnson, South Africa.

    HIV/AIDS – Feroza berumur 26 tahun. Dia sangat kurus. Dia membutuhkan asisten untuk berjalan, mandi dan makan. Pendengaran nya buruk, daya ingat dan kekuatan nya hanya 17 %. Dia sedang mengandung. Berat badan nya hanya 28 KG. CD4 nya 43. setelah 3 bulan pada TF PLUS, CD4 nya menjadi 78, beratnya menjadi 53 KG. Sekarang CD4 nya 163. beratnya menjadi 55 KG. Sekarang dia sudah bisa menangani dirinya dan anaknya. South Africa

    AIDS / HIV
    Sebuah sukses awal dengan Peningkatan Imun alami pada seorang pemuda dengan HIV. Kenny berusia 20 tahun dengan hemofilia yang tertular HIV bertahun-tahun yang lalu karena peralatan yang tidak steril ketika mengobatinya hemofilianya. Kenny telah banyak melakukan upaya pengobatan HIV sebelumnya, termasuk terakhir(dalam satu tahun terakhir), rejimen eksperimental dengan tidak ada respon positif. Ia menderita banyak efek samping dari terapi retroviral.

    Lima bulan lalu, Kenny mulai rejimen dosis tinggi TF (3 kapsul 3 kali sehari) dan TF + (2 kapsul 3 kali sehari), bersamaan dengan terapi eksperimental. Diatelah bebas infeksi selama meminum TF tersebut. Dia juga datang kepada kita dengan berita yang sangat menarik 3 minggu yang lalu: ia memiliki jumlah virus NOL, dan sekarang CD4 dekat pada batas normal yaitu 475. Apakah Kenny sudah benar-benar sembuh? Tidak, tapi dia sekarang tampak sehat dan menuju kemungkin menjadi bebas penyakit. Penghitungan berikutnya dijadwalkan enam minggu dari sekarang dan kami akan update. Kenny adalah peer konselor dan pendidik untuk HIV / AIDS dan dia sekarang menyebarkan berita tentang TF dan TF + untuk anggota komunitas AIDS. Ia juga merupakan distributor 4Life Research dan berharap untuk membangun sebuah organisasi penjualan besar bagi orang yang terkena HIV dan Hepatitis C. Dengan demikian, ia mengatakan bahwa ia tidak akan harus berhadapan dengan prasangka terhadap orang-orang yang terinfeksi HIV:Tampaknya 4Life Research hanya dapat memberikan Kenny a HIDUP BARU, dalam banyak hal. Kekuatan TF / TF + dan 4Life Research terus berlanjut.

    Update 11/25/99: CD4 count sekarang 525!

    Update (Musin Dingin, 2000): Seperti banyak dari Anda akan ingat, kami memperkenalkan Kenny, seorang pemuda hemofilia yang didiagnosis HIV positif sepuluh tahun lalu. Setelah bertahun-tahun menerima perawatan medis eksperimental, Kenny mulai mengambil Transfer Factor dan Transfer Factor ditingkatkan dalam dosis tinggi 9 bulan yang lalu. Kami pertamanya mengumumkan jumlah virus NOL dan jumlah CD4 (jumlah darah putih) hampir normal dalam QVnewsletter kami yang terakhir. Sekarang, 3 bulan kemudian, ia telah mengulangi jumlah virus HIV-nya tetap NOL dan jumlah CD4-nya sudah normal. Dan terus menjadi bebas infeksi! Anda mungkin telah melihat cerita Kenny dalam edisi November Teen People Magazine. Sekarang Kenny berbagi pengalaman yang luar biasa dengan orang lain yang menderita penyakit HIV. Menakjubkan apa yang bisa dilakukan oleh kekuatan peningkat sistem imun Transfer Factor dan Transfer Factor ditingkatkan bisa melakukannya!

    Update (Musim Semi / Musim Panas, 2000): Seperti banyak dari Anda akan ingat,kami memperkenalkan Kenny, seorang pemuda hemofilia yang didiagnosis HIV positif 10 tahun lalu. Setelah bertahun-tahun menerima perawatan medis eksperimental, Kenny mulai mengambil Transfer Factor dan Transfer Factor ditingkatkan dalam dosis tinggi 12 bulan yang lalu. Kami pertamanya mengumumkan jumlah virus NOL dan jumlah CD4 (jumlah darah putih) hampir normal dalam QVnewsletter kami yang terakhir. Sekarang sembilan bulan kemudian dia telah mengulangi jumlah virus HIV-nya tetap NOL dan jumlah CD4-nya terakhir 600 (batas bawah normal adalah 500) Dan tetap bebas infeksi! Sebagai konselor remaja seusianya, Kenny kini memulai upaya dengan energi baru untuk berbagi Transfer Factor dengan dunia HIV. David Markowitz MD, Me.


    * Bagi penderita HIV segera naikkan sistem imunnya jangan sampai terlambat.
    .
    Untuk konsultasi tentang menyembuhkan HIV/AIDS dengan madu herbal pamungkas MHP815, silakan hubungi LANGSUNG :
    Sidik Rizal
    XL: 08787.882.1248 atau
    WA: 081.385.386.583 atau
    WA: 0822.4610.4034 atau
    Telkomsel: 0813.818.33855
    twitter @dikrizal
    instagram @dik_rizal
    website http://klinik-herbalis.blogspot.co.id

    Pasang Iklan Anda Di Sini!

    OpenStage at Cibitung

     
    Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
    Copyright © 2009-2014. Comedy Store Indonesia - All Rights Reserved
    Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
    Proudly powered by Blogger