Hotline: 081.385.386.583 - 0882.9685.0453 - 0895.6131.08911

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Susu Kedelai dan Manfaatnya

Minggu, 11 Agustus 2013

Susu kacang kedelai (lebih tepatnya adalah Sari kacang kedelai) (Hanzi: 豆漿; 豆奶) adalah semacam minuman yang dibuat dari kacang kedelai, dan disebut susu karena minuman ini berwarnaputih kekuningan mirip dengan susu.

Susu ini juga dikenal sebagai susu kedelai di Indonesia. Susu kacang kedelai lazim sebagai hidangan sarapan pagi bersama dengan penganan lainnya seperti youtiao.

Susu kacang memiliki komposisi yang mirip dengan susu: 3,5% protein, 2% lemak, serta 2,9% karbohidrat.

Menurut seorang ahli nutrisi, susu kacang kedelai bukanlah termasuk kategori susu, karena susu adalah cairan yang hanya diproduksi oleh kelenjar susu pada mamalia dan manusia.[1]

ASAL MULA
Susu kacang kedelai yang terkadang disebut susu kedelai atau susu kacang telah ada di Tiongkok selama ribuan tahun, tepatnya 1900 tahun lalu. Tercatat bahwa Raja Huainan, Liu An dari Dinasti Hankarena sang ibu sakit tak dapat mengunyah makanan keras, Liu An kemudian menggiling kacang kuning yang telah direndam selama beberapa waktu menjadi cairan yang kemudian dikenal sebagai susu kacang.

Penyakit sang ibu kemudian berangsur membaik menyebabkan susu kacang kemudian menyebar luas ke masyarakat. Susu kacang menjadi minuman umum di dalam kebudayaan Tionghoa karena cocok diminum sepanjang tahun.

MANFAAT SUSU KEDELAI
Susu kacang dipercaya memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan:[2]

Antioksidan
Kedelai mengandung senyawa yang disebut isoflavon, di mana bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan. Senyawa ini bertanggung jawab untuk memperbaiki sel dan mencegah kerusakan sel yang disebabkan oleh polusi, sinar matahari dan proses tubuh yang normal.
Mengurangi resiko penyakit jantung
Protein dan isoflavon hadir dalam kedelai, membantu dalam mengurangi kolesterol LDL (kolesterol "jahat") serta penurunan kemungkinan pembekuan darah. Hal ini pada gilirannya, mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Penelitian menunjukkan, konsumsi susu yang mengandung 25 gram protein kedelai selama sembilan minggu mengakibatkan penurunan 5% kolesterol LDL rata-rata.
Mencegah kanker
Isoflavon bertindak sebagai agen antikanker yang melawan sel-sel kanker. Melindungi tubuh dari kanker hormon seperti itu dari rahim, payudara dan prostat.

Membalikkan efek endometriosis
Kedelai membantu dalam menunda aksi estrogen alami tubuh, yang bertanggung jawab untuk mengurangi atau mencegah rasa sakit selama periode menstruasi (perdarahan berat) dan gejala lainnya pada wanita.

Mencegah osteoporosis
Protein kedelai membantu dalam penyerapan yang lebih baik kalsium dalam tulang. Isoflavon yang hadir dalam makanan kedelai berfungsi untuk memperlambat kehilangan tulang dan menghambat kerusakan tulang yang pada gilirannya mencegah osteoporosis.

Mengatasi gejala menopause
Kandungan isoflavon pada kedelai membantu untuk mengatur estrogen. Penelitian telah menemukan bahwa isoflavon kedelai dapat mengurangi rasa panas pada badan (hot flushes) pada wanita menopause.

Memberi efek baik untuk diabetes dan sakit ginjal
Protein dan serat yang larut dalam kedelai, mengatur kadar glukosa darah dan filtrasi ginjal, dengan demikian mengendalikan diabetes dan penyakit ginjal.

Menjaga berat badan
Kandungan serat yang tinggi pada kedelai sebagai alat untuk manajemen (mengatur) berat badan. Ini adalah indeks glisemik rendah (GI) makanan yang mengatur gula darah dan fluktuasi insulin. Sehingga dapat membantu mengontrol rasa lapar. Hal ini akan sangat membantu Anda dalam proses penurunan berat badan.


Susu Kedelai & Susu Kental Manis, Bukanlah Susu

Kamis, 08 Agustus 2013

Jakarta, Saat ini banyak produk yang dijual di masyarakat dengan menggunakan label susu, seperti susu kedelai dan susu kental manis. Padahal tidak semua produk tersebut termasuk kategori susu.

"Masih banyak produk yang menggunakan label susu yang sebetulnya tidak bisa masuk ke dalam kategori produk diary," ujar ahli nutrisi Emilia E Achmadi, MS, RD dalam acara Rayakan World School Milk Day untuk Perbaikan Gizi Anak di SDN 01 Menteng, Jakarta, Rabu (26/9/2012).

Emilia menjelaskan susu adalah cairan yang diproduksi oleh kelenjar susu pada mamalia termasuk manusia.

Sedangkan seperti susu kedelai tidak termasuk susu karena ia berasal dari nabati, tapi ia bisa menjadi replacement (pengganti) pada orang yang tidak bisa mengonsumsi susu.

"Susu kental manis tidak masuk ke dalam kategori susu karena kandungan kalsium dan protein rendah, tapi gula dan lemaknya tinggi. Mending nggak usah minum susu daripada harus minum susu kental manis dan lebih baik ganti dengan sumber protein lain seperti dari tahu dan juga tempe," ungkapnya.

Selain itu sampai sekarang masih ada kesalahpahaman di masyarakat yang takut untuk mengonsumsi susu karena khawatir berat badannya akan semakin meningkat, padahal menjadi gemuk bisa disebabkan jika salah memilih jenis susu atau pola makan yang salah.

"Menghindari susu karena nggak mau gemuk, tapi saat bersamaan giliran ada tahu goreng isi bisa makan 4-5 dan nggak mikirin lemaknya. Pilihan makanan lain ini juga bisa bikin gemuk," ungkapnya.

Ketakutan akan kenaikan berat badan menjadi pemicu utama orang dewasa menghindari susu, untuk itu susu rendah lemak menjadi produk pilihan yang paling tepat bagi orang dewasa yang takut gemuk.

Di dalam susu terdapat protein kualitas tinggi yang mudah dicerna dan diserap dalam jumlah tinggi serta bisa turut membantu menjaga bentuk tubuh atau menurunkan berat badan. Ini karena konsumsi susu bisa mencetuskan lebih banyak energi dan meningkatkan metabolisme.

Sumber: Health.detikcom (ver/ir)

Pasang Iklan Anda Di Sini!

OpenStage at Cibitung

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. Comedy Store Indonesia - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger