Hotline: 081.385.386.583 - 0882.9685.0453 - 0895.6131.08911

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Manfaat Daun Sambiloto

Kamis, 10 April 2014

Sambiloto (Andrographis Paniculata)Sambiloto adalah sejenis tanaman herba dari famili Acanthaceae, yang berasal dari India dan Sri Lanka. Sambiloto juga dapat dijumpai di daerah lainnya, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, serta beberapa tempat di benua Amerika.

Genus Andrographis memiliki 28 spesies herba, namun hanya sedikit yang berkhasiat medis, salah satunya adalah Andrographis Paniculata (Sambiloto).

Sambiloto adalah tumbuhan khas daerah teropis yang dapat tumbuh dimana saja. Daun sambiloto digunakan untuk berbagai keperluan. Daun sambiloto ini banyak mengandung senyawa Andrographolide. Senyawa ini terasa pahit, tapi memiliki sifat melindungi hati, juga merupakan senyawa lakton diterpenoid bisiklik. Senyawa kimia yang rasanya pahit ini pertama kali diisolasi oleh Gorter pada tahun1911. 

Penilitian membuktikan bahwa senyawa ini mampu melindungi hati dari efek negatif galaktosamin dan parasetamol. Senyawa ini juga berperan besar dalam menurunkan ekspresi enzim CDK4 (Cyclin Dependent Kinase 4). Selain berkhasiat melindungi hati, Sambiloto juga dapat menekan pertumbuhan sel kanker. Senyawa Andrographolide juga berkhasiat meninggalkan kekebalan tubuh. seperti halnya manfaat kulit manggis.

Andrographolide memiliki sifat melindungi hati (hepatoprotektif), dan terbukti mampu melindungi hati dari efek negatif galaktosamin dan parasetamol.

Khasiat ini berkaitan erat dengan aktifitas enzim-enzim metabolik tertentu. Sambiloto telah lama dikenal memiliki khasiat medis. Ayurveda adalah salah satu sistem pengobatan India kuno yang mencantumkan Sambiloto sebagai herba medis, dimana Sambiloto disebut dengan nama Kalmegh pada Ayurveda.

Manfaat dan Khasiat Sambiloto Tanaman sambiloto digunakan untuk mencegah pembentukan radang, memperlancar air seni (diuretika), kencing manis, dan terkena racun. kandungan senyawa kalium memberikan khasiat menurunkan tekanan darah. Hasil percobaan farmakologi menunjukan bahwa air rebusan daun sambiloto 10% dengan takaran 0,3 ml/kg berat badan dapat memberikan penurunan kadar gula darah yang sebanding dengan pemberian subpensi glibenclamid. Selain itu, daun sambiloto juga dipercaya sebagai obat penyakit tifus dengan cara mengambil 10-15 daun yang direbus sampai mendidih dan diminum air rebusannya.
Sumber: http://www.hasbihtc.com

25 Khasiat & Manfaat Daun Sambiloto

Rabu, 09 April 2014

Khasiat dan Manfaat Sambiloto dalam Mengobati Penyakit.
Sambiloto adalah satu tanaman herbal (jamu) dari rumpun famili Acanthaceae. Tanaman ini berasal dari India dan juga Sri Lanka. Sambiloto juga dengan mudah bisa ditemukan di Indonesia, Malaysia, Thailand dan beberapa daerah di benua Amerika.

Tanaman sambiloto merupakan sebuah tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat herbal dan tinggi pohonnya bisa mencapai 90 cm. Ada beberapa nama sambiloto yang berbeda di beberapa daerah, misalnya Sambilata dalam bahasa Melayu, orang Sumatera Barat menyebutnya Ampadu Tanah. Di Jawa Tengah dan Jawa Timur menyebutnya Sambiloto, Bidara, Ki Pahit dan Andiloto. Sedangkan di Jawa Barat disebut dengan Ki Oray dan di Madura disebut Pepaitan. Berikut 25 khasiat dan manfaat Sambiloto mengobati penyakit luar dan dalam:

1. Mengobati Tifoid dengan Sambiloto
  • Siapkan daun sambiloto segar kira-kira sebanyak 10 hingga 15 lembar, kemudian direbus dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas saja.Setelah dingin kemudian disaring, tambahkan madu asli secukupnya. Setelah itu minum sekaligus. Lakukan 3 kali sehari, hingga keluhan penyakit sembuh total.
2. Mengobati Disentri Basiler dengan sambiloto
3. Mengobati diare dengan sambiloto
4. Mengobati radang saluran napas dengan sambiloto
5. Mengobati radang paru dengan sambiloto
  • Ramuan untuk nomor 2-5 di atas gunakan daun sambiloto yang sudah dikeringkan sebanyak 9 hingga 15 gr. Setelah itu rebus dengan menggunakan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas saja. Setelah dingin kemudian disaring. Air rebusannya tersebut diminum sehari sebanyak 2 kali, masing-masing sebanyak 1/2 gelas.
6. Mengobati disentri dengan sambiloto
  • Siapkan herba Krokot Segar (Portulaca Oleracea) kira-kira sebanyak 500 gram yang diuapkan selama 3 hingga 4 menit, setelah itu Anda tumbuk dan peras. Air perasan tersebut ditambahkan dengan bubuk kering daun sambiloto kira-kira sebanyak 10 gram sambil diadukhingga tercampur rata. Campuran itu kemudian diminum sehari 3 x masing-masing sebanyak 1/3 bagian.
7. Mengobati influenza dengan sambiloto
8. Mengobati sakit kepala dengan sambiloto
  • Untuk mengobati influenza dan sakit kepala gunakan bubuk kering daun sambiloto sebanyak 1 gram kemudian diseduh dengan mengunakan secangkir air panas. Setelah dingin, kemudian diminum sekaligus, Lakukan 3 hingga 4 kali sehari.
9. Mengobati demam dengan sambiloto
  • Siapkan daun sambiloto yang masih segar sebanyak 1 genggam, kemudian ditumbuk. Tambahkan sekitar 1/2 cangkir air bersih, setelah itu saring lalu minum airnya sekaligus. Daun sambiloto segar yang digiling dengan halus juga dapat digunakan sebagai kompres badan yang panas.
10. Mengobati TB paru dengan sambiloto
  • Siapkan daun sambiloto yang sudah kering dan digiling menjadi serbuk. Tambahkan madu asli secukupnya kemudian diaduk hingga rata dan dibuat pil dengan diameter sekitar 0,5 cm. Pil ini kemudian diminum dengan menggunakan air matang 2 hingga 3 kali sehari, setiap kali minum sebanyak 15 hingga 30 pil.
11. Mengobati batuk rejan atau pertusis dengan sambiloto
12. mengobati darah tinggi dengan sambiloto
  • Untuk no 7 dan 8 diatas siapkan daun sambiloto segar sebanyak 5 hingga 7 lembar yang diseduh dengan menggunakan 1/2 cangkir air panas. Tambahkan saja madu asli secukupnya dan diaduk hingga rata. Setelah dingin kemudian Anda minum sekaligus. Lakukan ini sehari 3 kali saja.
13. Mengobati radang paru dengan sambiloto
14. Mengobati radang mulut dengan sambiloto
15. Mengobati radang tonsilitis dengan sambiloto
  • Untuk ketiga penyakit ini siapkan bubuk kering herba daun sambiloto sebanyak 3 hingga 4,5 gram yang diseduh dengan menggunakan air panas. Setelah dingin Anda dapat menambahkan madu asli secukupnya kemudian diminum sekaligus.
16. Mengobati Faringitis atau radang amandel dengan sambiloto
  • Siapkan daun sambiloto segar sebanyak 9 gram yang telah dicuci dan dibilas dengan menggunakan air matang. Kunyah daun tersebut dan aimya ditelan saja.
17. Mengobati hidung berlendir atau rinorea dengan sambiloto
18. Mengobati infeksi telinga tengah (OMA) dengan sambiloto
19. Mengobati sakit gigi dengan sambiloto
  • Untuk ketiga penyakit diatas siapkan daun sambiloto yang masih segar sebanyak 9 hingga 15 gram direbus dengan menggunakan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas saja. Setelah dingin kemudian disaring, setelah itu diminum 2 kali sehari masing-masing1/2 gelas saja. Untuk OMA, gunakan daun sambiloto yang masih segar yang telah dicuci kemudiandigiling hingga halus dan kemudian diperas. Gunakan airnya untuk tetes telinga.
20. mengobati kencing manis dengan sambiloto
  • Siapkan daun sambiloto segar kira-kira sebanyak 1/2 genggam kemudian dicuci sampai bersih dan direbus dengan menggunakan 3 gelas air bersih hingga tersisa dua seperempat gelas. Setelah dingin kemudian disaring, setelah itu diminum setelah makan 3 kali dalam sehari masing-masing 3/4 gelas.
21. Mengobati tifus dengan sambiloto
  • Caranya ambil 10 hingga 15 daun sambiloto dan rebus dengan menggunakan 2 gelas air hingga mendidih dan tersisa sekitar 1 gelas kemudian diminum air rebusannya setelah dingin.
22. Mengobati radang tenggorokan dengan sambiloto
  • Caranya adalah ambil 10 hingga 15 lembar daun sambiloto dan rebus dengan menggunakan 2 hingga 3 gelas air hingga mendidih dan air rebusan tersebut tersisa sekitar 1 gelas. Setelah itu dinginkan dan minum air rebusannya. Lebih baik lagi jika ramuan ini ditambahkan dengan 3 hingga 5 lembar daun sirih merah.
23. Mengobati gigitan ular berbisa ataupun sengatan binatang berbisa lainnya
  • Caranya adalah kunyah daun sambiloto dan telan airnya, sedangkan ampasnya di tempelkan pada luka akibat gigitan.
24. Mengobati malaria dengan sambiloto
  • Caranya segenggam daun sambiloto direbus dengan menggunakan 4 cangkir air hingga mendidih dan tersisa separuhnya, setelah itu diminum setengah gelas setiap hari 3X.
25. Masih banyak khasiat dan manfaat dauh sambiloto lainnya bagi kesehatan,
  • diantaranya untuk mengatasi hepatitis, mengobati infeksi pada saluran empedu, mengatasi abses paru, mengatasi radang paru (pneumonia), mengatasi radang ginjal akut atau pielonefritis akut), mengatasi radang usus buntu, mengatasi kencing nanah atau gonore, skrofuloderma, mengatasi sesak napas (asma), mengatasi darah tinggi atau hipertensi, mengatasi kusta, leptospirosis, mengatasi keracunan jamur, keracunan singkong, keracunan tempe bongkrek, keracunan makanan laut, serta beberapa jenis kanker.
Itulah 25 khasiat dan manfaat sambiloto mengobati penyakit luar dan dalam. Semoga bermanfaat dan menjadi jalan penyembuh bagi penyakit Anda.

Sumber: Tips Sehat Alami

Daun Sambiloto Obat HIV Paten

Selasa, 08 April 2014

Sambiloto merupakan tumbuhan berkhasiat obat berupa terna tegak yang tingginya bisa mencapai 90 sentimeter. Asalnya diduga dari Asia tropika. Penyebarannya dari India meluas ke selatan sampai di Siam, ke timur sampai semenanjung Malaya, kemudian ditemukan Jawa.

Tumbuh baik di dataran rendah sampai ketinggian 700 meter dari permukaan laut. Sambiloto dapat tumbuh baik pada curah hujan 2000-3000 mm/tahun dan suhu udara 25-32 derajat Celcius.

Kelembaban yang dibutuhkan termasuk sedang, yaitu 70-90% dengan penyinaran agak lama. Nama daerah untuk sambiloto antara lain: sambilata (Melayu); ampadu tanah (Sumatera Barat); sambiloto, ki pait, bidara, andiloto (Jawa Tengah); ki oray (Sunda); pepaitan (Madura), sedangkan nama asingnya Chuan xin lien (Cina).[2]

Tanaman sambiloto digunakan untuk mencegah pembentukan radang, memperlancar air seni (diuretika), menurunkan panas badan (antipiretika), obat sakit perut, kencing manis, dan terkena racun. kandungan senyawa kalium memberikan khasiat menurunkan tekanan darah. Hasil percobaan farmakologi menunjukkan bahwa air rebusan daun sambiloto 10% dengan takaran 0.3 ml/kg berat badan dapat memberikan penurunan kadar gula darah yang sebanding dengan pemberian suspensi glibenclamid.[3] Selain itu, daun Sambiloto juga dipercaya bisa digunakan sebagai obat penyakit tifus dengan cara mengambil 10-15 daun yang direbus sampai mendidih dan diminum air rebusannya.

Sambiloto (Andrographis paniculata). Karena kandungannya berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh, sambiloto diyakini mampu menangkal virus HIV/AIDS. Sebuah perusahaan di Amerika Serikat sudah mematenkan tanaman ini. Di Indonesia, tanaman ini terserak di sembarang tempat.

Simak berikut ini:
Sambiloto termasuk dalam familia atau suku acanthaceae. Tanaman yang daun dan batangnya pahit ini dapat tumbuh pada ketinggian 700 m dpl. Tanaman ini sering kali dijumpai orang di pekarangan rumah. Bahkan tanaman ini juga tumbuh liar di tempat-tempat terbuka seperti ladang, sisi-sisi jalanan atau di tanah kosong yang terbengkalai.

Sambiloto merupakan suatu tanaman yang tumbuh tegak, dengan tinggi mencapai 90 cm. Batangnya berbentuk segi empat dan bercabang banyak. Tanaman ini mempunyai daun tunggal yang saling berhadap-hadapan, panjangnya 2-8 cm dan lebar 1-3 cm. Tanaman ini juga berbunga sepanjang tahun. Berwarna putih atau ungu, tersusun dalam rangkaian berupa tandan yang tumbuh pada ujung-ujung tangkai.

Sambiloto juga mempunyai buah yang bentuknya memanjang sampai jorong. Panjang buahnya itu sekitar 1,5 cm, lebar 0,5 cm serta pangkal dan ujungnya runcing. Bila sudah matang buahnya itu akan berwarna hitam dan akan pecah membujur menjadi empat keping. Biji tumbuhan ini gepeng, kecil, warnanya coklat muda.

Sambiloto mempunyai kandungan zat yang khas berupa andrographolide. “Zat andrographolide ini tidak ada di tanaman lain” ungkap Ir. Winarto, pemilik kebun tanaman obat Karyasari. Selain andrographolide tanaman ini juga mempunyai kandungan zat panicolin. “Makanya berdasarkan dua unsur zat itu sambiloto diberi nama andrographis paniculata” ujar Winarto lagi.

Andrographolide dan panicolin itu memang spesifik. Fungsi utamanya sebenarnya adalah meningkatkan daya tahan tubuh. Makanya di Amerika Serikat, sambiloto sudah dipatenkan sebagai obat penyakit AIDS.

Menjadikan suatu tanaman menjadi obat tidaklah gampang. Karena berkaitan dengan pemasaran serta kepercayaan masyarakat. Bila kita berbicara mengenai uji klinis, kebanyakan semua dilakukan di luar negeri. Di samping biayanya yang besar, tenaga ahlinya di sana banyak. Karena itu perusahaan luar negeri berani mematenkan sambiloto sebagai obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Kebanyakan pengobatan tradisional di Jawa, sambiloto diminum sebagai bahan untuk mengobati berbagai penyakit karena dia bersifat antibiotik. Bahan yang biasanya diambil pada sambiloto bisa batang atau daun. “Karena tanaman ini berumur semusim. Daun dan batangnya bisa dicabut sekaligus lalu direbus semua” tambah Winarto lagi.

Masih menurut Winarto, umumnya kalau kita mau meminum sehari 2 gelas ramuan sambiloto, maka daya tahan tubuh kita akan meningkat dan tidak mudah terserang penyakit. Caranya: 10 gram daun kering diberi air 4 gelas lalu direbus hingga airnya tersisa 2 gelas. Sering tidaknya kita minum rebusan sambiloto tergantung dari keadaan badan kita. Bila menderita penyakit serius, maka bisa minum lebih banyak ramuan itu. Untuk kasus-kasus gigitan serangga sambiloto sangat mujarab. Sedikit ditumbuk lalu dimamarkan ke kulit yang terkena gigitan, gatal-gatal di kulit akan cepat hilang.

Tapi, “Karena rasanya pahit, untuk sekedar pencegahan penyakit bisa minum olahan sambiloto 1/2 gelas saja sehari, tidak perlu sampai 2 gelas. Atau kalau Anda tidak suka rasa pahit, Anda bisa menelan ramuan sambiloto itu dalam bentuk kapsul. Caranya, masukkan saja bubuk dari daun sambiloto kering ke dalam kapsul. Tapi untuk orang yang terkena tekanan darah rendah, minum olahan sambiloto malah akan menambah tekanan darahnya menjadi drop,” ungkap Winarto mengingatkan. Jadi hati-hati Anda yang punya tekanan darah rendah.

Tanaman Sambiloto
HINGGA saat ini belum ada penelitian yang membuktikan sebuah formula bisa untuk mengobati AIDS dan menjadi penyelamat jiwa penderitanya. Namun, sejumlah pakar berhasil menemukan setidaknya ada jenis tumbuhan yang mampu bekerja menghambat perubahan virus HIV menjadi AIDS, meski belum bisa membunuhnya, yakni meniran dan sambiloto.

Ketua Klinik VCT Rumah Sakit Prof Dr Margono Sukarjo (RSMS) Banyumas dr Akhmad Wiryawan mengatakan, menurut penelitian yang dilakukan pakar luar negeri, tanaman sambiloto dan meniran memiliki khasiat untuk meningkatkan kekebalan tubuh dalam menghadapi berbagai serangan penyakit termasuk HIV/AIDS.

Selain itu, kedua tanaman tersebut memiliki kemampuan mencegah virus HIV menjadi dewasa, masuk ke sel tubuh dan berkembang biak. Kegunaan itulah yang harusnya dilihat masyarakat khususnya pengidap HIV/AIDS, sebagai solusi alternatif obat konvensional buatan pabrik.
Populasi kedua tanaman itu juga sangat banyak di Indonesia, bahkan keberadaannya selama ini hanya dipandang sebelah mata sebagai tumbuhan pengganggu, papar Akhmad Wiryawan kepada KR di ruang kerjanya baru-baru ini.

Dijelaskan, pengidap HIV/ AIDS kebanyakan menggunakan obat konvensional, yakni Antiretroviral (ARV). Namun obat ini mempunyai efek samping bagi penggunanya, yakni mempengaruhi pencernaan, alergi kulit, terganggunya fungsi organ tubuh, serta tidak bisa dicampur dengan sembarang obat.

Sebagai obat buatan pabrik dan memiliki kandungan kimia sintetis yang tinggi, otomatis ARV mempunyai efek samping, sehingga pengguna tidak merasa nyaman. Selain itu harganya mahal dan sering terkendala pasokan karena masih diimpor.

Berbeda dengan meniran dan sambiloto yang alami dan murah. Selain khasiatnya sama, penggunaannya tidak menimbulkan efek samping, ujar Akhmad.

Ditambahkan, proses pengolahan meniran dan sambiloto hingga siap dikonsumsi sebagai obat penghambat HIV/AIDS cukup mudah dan bisa dilakukan semua orang. Antara lain dengan memasak tumbuhan itu dan meminum air rebusannya, atau membuatnya menjadi jus.

Prosesnya memang mudah, namun agar hasilnya maksimal, terapi harus dilakukan secara teratur setiap hari minimal sekali. Jika dilakukan secara teratur, dalam jangka waktu tiga bulan hasilnya terlihat dengan naiknya tingkat kekebalan tubuh, dan itu sudah terbukti.

Sumber: www.wikipedia.indonesia.org & kesehatan.kompas.com

Pasang Iklan Anda Di Sini!

OpenStage at Cibitung

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. Comedy Store Indonesia - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger