Hotline: 081.385.386.583 - 0882.9685.0453 - 0895.6131.08911

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Basmi HIV, Drastis Turunkan VL

Minggu, 27 Juli 2014

HARAPAN BARU BAGI PENDERITA HIV-AIDS 

Terjadinya infeksi saat kekebalan tubuh menjadi lemah. Salah satu penyebabnya adalah oksidatif stress. Pemberian antioksidan yang sangat kuat seperti Madu Pamungkas 8.1.5, bermanfaat sekali bagi penderita HIV.

Seorang penemu virus HIV, Luc Montagnier, mengetahui bahwa infeksi HIV mampu menjangkiti jika sistem kekebalan tubuh tidak dalam konsisi baik, dimana salah satu penyebabnya adalah tekanan oksidasi yang berlebih (stress oksidatif). Dengan alasan itu, menurutnya, untuk mengobati penyakit ini diperlukan antioksidan alami yang bisa meningkatkan sistem kekebalan.

"Pada stadium ke-2 dari infeksi HIV, terjadi peningkatan produksi radikal bebas yang disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah produksi berlebihan radikal oksigen oleh polymorphonuclear leucocytes (PMNLs)," ujar Luc Montaigner seperti yang dikutip dari Discovery Salud.

Banyak sekali penyebab terjadinya stress oksidatif, misalnya gizi buruk, penyakit, faktor eksogen (asap rokok, penipisan ozon, peptisida, polusi, narkoba, obat-obatan kimia, racun makanan, radiasi elektromagnetik dan lain-lain) serta faktor psikologis. Artinya orang yang mengalami depresi, sistem kekebalan tubuhnya akan menurun secara drastis, sehingga konsekwensinya adalah mudah terserang penyakit.

Hal ini tentu berlaku pula dengan AIDS. Jika sistem kekebalan dalam konsisi prima, meski seseorang terpapar HIV, dia tidak akan terinveksi. Sebaliknya, orang dengan imunodepresi (depresi kekebalan) menjadi lebih sensitif dengan infeksi dan mudah sekali terinfeksi virus. Karena itulah kita membutuhkan antioksidan untuk menangkal radikal bebas perusak sistem kekebalan tubuh.

Penyakit apapun yang disebabkan oleh terganggunya keseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan, berakibat langsung pada stress oksidatif, yang meningkatkan kecepatan produksi sejenis oksigen reaktif sekaligus menurunkan mekanisme pertahanan atau sistem kekebalan.

Radikal bebas bereaksi secara kimiawi dengan lipid, protein dan karbohidrat, serta komponen matriks ekstrasel (di luar sel), yang dapat menimbulkan kerusakan yang tak bisa normal kembali bahkan jika kerusakan menyebar akan menyebabkan kematian sel. Oleh karena itu kadar antioksidan dalam tubuh perlu ditingkatkan dengan memberikan antioksidan eksternal.

Peneliti berkebangsaan Perancis ini, Luc Montaigner, juga menambahkan dalam tulisannya di Journal of Infectious Disease (1997), bahwa ada banyak data berkenaan dengan infeksi HIV berdasarkan penelitian in vitro dan in vivo yang menunjukkan bahwa stress oksidatif berperan khusus dalam patogenesisi AIDS.

Penelitian termutakhir memperlihatkan, jumlah ROS intrasell (dalam sel) yang berlebihan pada induksi ekspresi HIV dan kematian sel disebabkan apoptosis. Beberapa penelitian juga menunjukkan adanya penurunan glutathione dalam sel berinti tunggal (mononuklir) darah periferal individu, tanpa gejala gangguan metabolisme yang menyebabkan penurunan kemampuan mengatasi stress oksidatif.

Dalam patogenesis AIDS, stress oksidatif tampak sebagai satu kelainan metabolik yang jsutru mempercepat berkembangnya penyakit, baik dengan induksi apoptosis maupun replikasi virus.

Belasan tahun lalu, Montagnier mengajukan usulan untuk mengembangkan pengobatan non toksik bagi penderita HIV stadium I. Harapannya,  jika sistem kekebalan tubuh bisa ditingkatkan, maka stadium asimtomasis bisa diperpanjang dan kemungkinan bisa mencegah pasien masuk ek stadium berikutnya dimana dibutuhkan terapi antriretroviral (anti penyebaran virus) yang bisa berdampak buruk dikarenakan masalah biaya, durasi pengobatan, efek samping dan resistensi (penolakan tubuh terhadap proses pengobatan).

Montaigner juga memperhatikan bahwa pengobatan pasien AIDS dengan antiretroviral, memang mengalami perbaikan sistem kekebalan. Namun begitu, masih belum optimal. Oleh karena itu memberantas virus dengan terapi pengobatan komplementer dengan tujuan meningkatkan kekebalan harus dilakukan.

Ketertarikan penulis terhadap antioksidan, membuat penulis mencari informasi sebanyak mungkin tentang sumber antioksidan alami yang baik dan besar dari penelusuran di internet. Termasuk salah satunya hasil penelitian Catalysis Laboratory di Spanyol, dimana sang peneliti Luc Montaigner dan Rene Y. Olivier, telah melakukan penelitian untuk  mendaptkan informasi mendalam mengenai produk antioksidan alamiah.

Madu Herbal Pamungkas 8.1.5 adalah hasil rangkuman dari berbagai penelitian ilmiah tentang kehebatan khasiat madu sebagai antioksidan alami yang dikombinasikan beragam herbal penghasil antioksidan tinggi seperti habbatussauda (black cummin oil), minyak zaitun, gamat dan herbal alami lainnya. Dengan komposisi formula larutan yang didominasi madu alam hutan dari lebah liar dicampur dengan madu Arab Yaman dengan madu Kalimantan dan Sumbawa serta madu lainnya di berbagai daerah Indonesia, maka menghasilkan komposisi madu herbal yang memiliki kadar antioksidan terbaik di dunia saat ini yakni (10.000 x dari Vit E atau Vit C) dengan aktivitas biologis terbaik, yang secara otomatis sangat efektif mengobati segala macam penyakit penghasil radikal bebas baik secara langsung maupun tidak langsung menyebabkan stress oksidatif.

Cara Kerja Virus
Proses kinase P (fosforilasi) dimulai dengan masuknya viruske dalam sel CD4. Virus melepaskan RNA virus dan menembus ke dalam sitoplasma sel, yang kemudian ditranslasikan menjadi DNA. Suatu proses yang dimediasi oleh reverse transcriptase (enzim yang bekerja dengan membaca lingkungan sel secara terbalik). Genome virus (dalam bentuk DNA) telah masuk ke dalam genome sel. Karena virus menginfeksi sel CD4 (bagian dari sel darah putih), maka sistem kekebalan menjadi lemah. Akibatnya respon sistem kekebalan atas munculnya partikel virus dalam medium ekstraseluler (di luar sel) menjadi tidak efektif.

Di dalam sel CD4, virus menggandakan diri (replikasi) dengan membentuk RNA dan kapsul protein baru. Dalam kondisi stress oksidatif, faktor transkripsi NFkB (pembacaan sifat sel secara genetis) justru membangunkan virus laten dalam sel. Sehingga, RNA dan kapsul protein terlepaskan dari sel dan mencari rumah baru untuk berreplikasi. Proses ini berlangsung secara terus menerus, sehingga tubuh mengalami kekurangan jumlah CD4, yang mati karena terinfeksi virus. Padahal CD4 berperan penting dalam pertahanan tubuh dari serangan infeksi virus.

Cara Kerja Madu Herbal Pamungkas 8.1.5
MHP 8.1.5 mempunyai kemampuan untuk mempertahankan dan meningkatkan kadar CD4. MHP 8.1.5 dengan kapasitas antioksidan yang telah ditingkatkan dengan aktivasi molekuler (dilakukan proses pemaparan bio energi pada formula madu herbal), bekerja dengan mencegah sel virus menggunakan sel CD4 sebagai pabrik untuk berreplikasi, dengan mencegah intercellular-uncoating (pembongkaran kulit terluar antar sel) di antara virus dan lapisan atau membran terluar sel darah putih. Dengan demikian sel virus tidak bisa masuk ke dalam sel CD4.

MHP 8.1.5 meningkatkan sistem kekebalan dan jumlah sel CD4, sehingga dapat merespon keberadaan partikel virus dalam medium ekstraseluler (di luar sel) dan mengeliminasi sejumlah besar partikel virus secara alamiah. Meskipun kapsul protein dan RNA tetap terbentuk, namun aktivasi yang rendah dari pembentukan kapsul protein dan RNA hanya dalam jumlah yang kecil. Sebagai antioksidan, MHP 8.1.5 menurunkan stress oksidatif, sehingga faktor transkripsi NFkb tidak cukup terpicu dan karenanya virus laten yang "dibangunkan" hanya sedikit.

MHP 8.1.5 juga sangat cepat menghambat replikasi sel virus, menurunkan secara cepat viral load (pemuatan penularan virus) dan meningkatkan secara cepat jumlah sel CD4. Berdasarkan pengalaman MHP 8.1.5 digunakan sebagai monoterapi pada pasien HIV-AIDS. Digunakan dalam jangka pendek atau jangka panjang tidak ada efek samping dan tidak juga menyebabkan resistensi. Tidak seperti ARV yang harus diminum setiap hari, mengkonsumsi MHP 8.1.5 bisa dihentikan sementara (bagi orang yang telah sehat maksimal pemakaian 6 minggu, bisa dilanjutkan 1 - 2 bulan kemudian).

MHP 8.1.5 juga mencegah infeksi oportunistik pada pasien HIV-AIDS dan memberikan hasil positif lebih dari 20-an kasus pada pasien yang telah mengkonsumsinya. Pasien memiliki angka harapan hidup > 64% setelah 6 bulan.

Mengkonsumsi MHP 8.1.5 dengan terapi kejut (shock therapy), dimana untuk konsumsi pertama kali, pasien harus menghabiskan 1 botol (berat 1,5kg) madu herbal pamungkas dalam waktu 1-2 hari pertama. Kemudian pasien bisa mengalami detoksifikasi pseudo resistensi (pembuangan racun dengan gejala seolah-olah penolakan semu tubuh terhadap terapi herbal) dimana dalam beberapa kasus ada yang mengalami mual-mual, pening, demam atau kebas-kebas di beberapa bagian tubuh bahkan muntah-muntah selama beberapa jam. Setelah proses pseudo resistensi  pada terapi kejut ini kondisi pasien akan kembali normal dan siap dilanjutkan dengan mengkonsumsi MHP 8.1.5 secara bertahap.

Terapi oral dengan madu herbal ini diminum sesuai dengan kondisi dan stadium penderita AIDS. Untuk stadium tertinggi bisa dimulai dengan 4 sendok makan sebanyak 4 x sehari selama 7 hari, baru kemudian 3 sendok sebanyak 3 x sehari hingga 4 minggu (28 hari). Untuk stadium awal bisa dimulai dengan 3 sendok sebanyak 2 x sehari selama 6-24 bulan hingga terjadi peningkatan jumlah sel darah putih stabil mencapai 350 CD4/ml . Dan yang terpenting adalah MHP 8.1.5 tidak menimbulkan efek samping sama sekali. Sementara untuk penggunaan bagi wanita hamil, tidak disarankan kecuali atas petunjuk dokter ahli.

Jika Anda tertarik untuk pemesanan silakan menghubungi (021)9346.1965 atau 081.385.386.583 dengan Sidik Rizal.

KHASIAT MADU HERBAL PAMUNGKAS (MHP 8.1.5)
Jelas ada dalam ayat Al-Qur`an Madu obat yang menyembuhkan bagi manusia (QS: An – Nahl :69) Firman tersebut dibuktikan oleh hasil penelitian, fakta dan kesaksian dari jaman ke jaman yang diantaranya madu terbukti secara klinis dan empiris efektif untuk hal-hal berikut:

1. Mengembalikan kekuatan tubuh
a) memulihkan kesegaran tubuh dan menambah tenaga.
b) memulihkan sel-sel urat besar.
c) menjaga dan mengimbangi kekuatan badan.
d) merangsang tenaga batin.
e) memperbaiki sel jaringan tubuh yang rusak

2. Membersihkan dan menambah darah.
a) memulihkan kembali bekuan darah dan meperbaiki aliran darah.
b) membersihkan lapisan darah dan darah menjadi bersih.
c) mengimbangi kandungan lemak dan membuat jantung aktif.
d) menghilangkan rasa kebas-kebas dan mengurangkan tekanan darah tinggi.
e) membunuh bakteri dan virus berbahaya dalam tubuh penderita penyakit tertentu
f) meningkatkan kekebalan tubuh dengan meningkatkan produksi sel darah putih dan sel-T

3. Manfaat Umum:
a) mencegah kegemukan yang tidak terkendali.
b) memudahkan proses pembuangan dan susah buang air.
c) memulihkan penyakit berkepanjangan.
d) menguatkan jantung, buah pinggang dan badan.
e) menyembuhkan penyakit dalam perut.
f) mempercepat penyembuhan luka atau bekas pembedahan.
g) memulihkan batuk dan lelah.
h) menghilangkan badan letih dan lesu.
i) mengurangi rasa sakit bila datang haid.
j) baik untuk perempuan bersalin.
k) membantu menerangkan penglihatan.

CARA MENGKONSUMSI MHP 8.1.5.
1.    Kocok terlebih dahulu botol kemasan madu herbal pamungkas dan berdoalah sebelum meminumnya, karena kesembuhan datangnya hanya dari Tuhan Yang Maha Esa semata.
2.    Lakukan shock therapy (terapi kejut) dengan meminum satu botol penuh (1,5 kg) MHP 8.1.5 dalam 1-2 hari hingga habis dan rasakan khasiatnya mengembalikan metabolisme tubuh seketika. Pasien akan merasakan pseudo resistensi sebagai proses terjadinya detoksifikasi (pembuangan racun dan partikel berbahaya dari dalam sistem kekebalan tubuh).
3.    Pada hari berikutnya ambil 3 sendok makan madu herbal pamungkas minum langsung sebanyak 3 x sehari.
4.    Atau bisa juga dengan menuangkan ke dalam segelas air hangat 3 sendok makan madu herbal pamungkas dan minum 3 x sehari.
5.    Untuk penyakit yang sudah parah dan menahun, bisa dimulai konsumsinya 4 x sehari @ 4 sendok makan selama 7 hari pertama. 7 hari berikutnya dosis normal 3 x sehari @ 3 sendok makan madu Pamungkas
6.    Bisa diminum untuk tambahan makanan atau minuman lainnya sesuai selera dan kebutuhan


Konsultasi Pengobatan

HIV/AIDS dan Kecanduan Narkoba

Hotline: 087878821248 
SMS (021)9346.1965 - 081385386583

Herbal Treatments for Gonorrhea

Rabu, 02 April 2014

TAHUKAH Anda ternyata obat herbal untuk penyakit Gonorrhea ada di Indonesia, dan semuanya adalah tanaman asli dari Indonesia, kecuali minyak zaitun, yang memang harus didatangkan dari Timur Tengah, atau semenanjung Asia Selatan dan Asia Tengah.

Bahkan menurut sebuah situs Buddha Herbs, yang kini populer dijadikan rujukan oleh Amerika Serikat, obat herbal Gonorrhea terdiri dari Minyak Zaitun, Virgin Coconut Oil (VCO) atau Minyak Kelapa Asli, Ekstrak Kulit Manggis, Buah Sirsak dan Bawang Putih, termasuk yang terakhir Cuka Apel. Wow, mudah sekali bukan?

Tapi mengapa belum populer di Indonesia? Untuk itulah website ini dijadikan rujukan sebagai bantuan informasi bagi siapa saja yang ingin mengatasi penyakit menular seksual yang membahayakan ini, dimana penyakit Gonorrhea atau sering disebut GO termasuk penyakit kedua paling sering dilaporkan di Amerika Serikat. Kita tahu bukan betapa gaya hidup seks bebas di sana? Sedikitnya ada 340 ribu kasus Gonorrhea.

Agar Anda waspada, penyakit menular seksual (PMS) Gonorrhea ini, tidak hanya tampak di sekitar kelamin, tapi juga rongga mulut mulai dari bibir hingga ke dalam mulut. Sungguh sangat menggangu dan membuat penderita merasa depressi bukan?

Dan yang lebih mengkuatirkan adalah telah ditemukan bukti sejak tahun 2012 ternyata obat antibiotika seperti penicillin, ampicillin, tetracycline dan doxycycline kini sudah tidak mampu lagi mengatasi meluasnya bakteri penyebab GO, bakteri Neisseria (keren banget namanya?) Waduh? Ini sudah bikin kita jiper bukan? Pastinya si bakteri penyebab GO juga untuk virus penyebab Sipilis, mungkin sudah bermutasi (kita bisa menyebutnya berevolusi barang kali?) jadi bakteri dan virus superhero seperti X-Men, Gaes! Jadi mereka lebih kebal dengan antibiotik jadul tersebut.

Sungguh ini bukan kabar baik, tapi untungnya Allah masih memberi kita kesempatan untuk bertaubat dengan adanya obatan herbal. Tentunya bukan untuk bisa mengulangi dosa kita lagi bukan sehingga kita lagi-lagi ketularan GO atau Sipilis atau Klamidia. Karena secara medis, sudah terbukti mereka yang pernah terkena GO, Sipilis dan Klamidia tidak menunjukkan kekebalan jika tertular kembali. Emangnya Supermankebal segala macam tembakan?

Intinya adalah, sangat disarankan bagi penderita GO maupun Sipilis dan Klamidia untuk memperbanyak asupan Vitamin C, Vitamin K, Asam amino dan Seng. Ingat bukan pagar seng proyek pembangunan properti di dekat tempat tinggal Anda. Kenapa? Repot ngunyahnya.

Berikut artikel asli yang kami ambil dari situs aslinya bukan situs penggalian tulang dinosaurus lah.

HERBAL TREATMENTS FOR GONORRHEA
An estimated 340,000 cases of Gonorrhea were reported in the US making it the country’s second most commonly reported disease.

With the rate of Gonorrhea and related infections increasing every year, the search for herbal treatments is in full swing.

But just how effective are herbal treatments for Gonorrhea? While there are a number of herbal treatments that are considered effective for treating Gonorrhea, is herbal treatment alone enough? These questions require us to take a deeper look into the disease, its diagnosis and treatment options.

What is Gonorrhea?
Alternatively known as “Clap”, Gonorrhea is a contagious infection that is sexually transmitted and can affect both men and women. The bacteria, known as Neisseria gonorrhoeae passes through any type of sexual contact with an infected person. In general, this bacterium thrives in warm and moist areas of the human body. The primary target areas of this infection is the throat, rectum or urethra and for women, the cervix.

Do I have Gonorrhea?
One of the things that make it difficult to diagnose Gonorrhea is the fact that the signs and symptoms are initially quite mild, especially in women. It may take up to 10 days for the effects of this infection to properly manifest clearly. Early signs for women include a burning sensation while urinating, bleeding during intercourse and a yellow vaginal discharge. For men the symptoms include penile pain, pus from the penis, swollen testicles and a burning sensation from urinating. A recent study also discovered Gonorrhea is increasingly causing throat infections as well.

Of course, the first thing you need to do if you develop such symptoms is to visit your doctor so that he may conduct a proper diagnosis and then follow whatever treatment options you have for Gonorrhea.

Drug Therapy for Gonorrhea
More often than not, the conventional treatment of Gonorrhea involves the use of antibiotics. One of the issues with this disease is that it leads to various other infections, out of which Chlamydia is the most common. So your treatment may also have some drugs targeted towards the treatment of Chlamydia as well.

There are also a number of factors that determine what kind of treatment you will be prescribed. For example, if the infection is transmitted through the throat then the drug therapy is likely to be more extensive. Regardless of the prescription drugs you are advised to take by your doctor, regulating your diet is also most likely going to be a part of the treatment. Fresh fruits, vegetables and plenty of fluids are generally prescribed. A new kind of treatment that takes inspiration from cancer therapy has also been in the works for Gonorrhea. This study talks about the progress being made in that direction.

Also important is abstinence from having any kinds of sexual intimacy with your partner so as to prevent the condition from worsening or further spreading the infection to your partner.

Traditional treatment for Gonorrhea has been losing its grounds however. In 2012 for example, it was discovered that the most commonly used medicines for Gonorrhea, like penicillin, ampicillin, tetracycline and doxycycline were all becoming ineffective one after the other. With Gonorrhea evading most antibiotics, the search for herbal treatments for this particular infection has increased. And so has the need.

This is not to say that all traditional treatments have lost their powers against Gonorrhea. There are some drugs that show promise but we are still a long ways away from having a new treatment regimen for gonorrhea, and in that respect natural remedies can play an important part in treatment. Furthermore, with evidence showing how single treatment options for gonorrhea are not effective, backed by the CDC recommendations for combination therapy, one can safely say nature’s miracles definitely have a very important role to play.

Herbal Treatment for Gonorrhea- What all can you do?
As always, nature has a few miracles to help you deal with Gonorrhea. Since treatment of Gonorrhea involves regulating your diet as well, in most cases, proper treatment involves making use of herbal remedies alongside antibiotics and other medicines prescribed by your doctor.

So what are some of the most common herbal treatments for Gonorrhea?

Guyabano Fruit for Gonorrhea
One of the most commonly used herbal treatments for Gonorrhea is to make use of Guyabano fruit or sour soup. This is a rather simple herbal remedy that can easily be administered at home as it involves extracting the juice of Guyabano fruit and orally consuming it. The fruit is rich in Vitamin C, B1 and B12 all of which help to curtail the spread of Gonorrhea.

Garlic Treatment for Gonorrhea
The wonder herb garlic, rich with anti-bacterial properties also makes the list. You can speed your recovery from Gonorrhea by consuming lots of raw garlic pods or alternatively make use of garlic in every meal that you prepare. Another way to administer garlic is to ground it into a fresh paste and apply the lotion to all the affected areas of your body. Additionally, you may benefit from the consumption of garlic supplements.

Apple Cider Vinegar for Gonorrhea
Commonly used to treat bacterial infections like seborrheic dermatitis, apple cider vinegar is also a well-know cure for Gonorrhea. The ideal way to administer this herbal remedy is to mix up about a teaspoon of apple cider vinegar with coconut oil and absorb the mixture into a fresh tampon. The apple cider vinegar soaked tampon then needs to be placed in your vagina but can also be used externally. You can do that by mixing about one table spoon of apple cider vinegar in your bath water.

Mangosteen for Gonorrhea
Mangosteen, also known as Garcinia Mangostana is a common herbal remedy for Gonorrhea. However, this Southeast Asian fruit is a rare find. With its white fleshy center, the fruit is known for its rich anti-bacterial properties. The recommended way to administer this is to extract the juice and consume it orally.

Tea Tree Oil for Gonorrhea
Another easy to administer home remedy for Gonorrhea is the use of tea tree oil. This is particularly effective for treating the infection in women. Similar to the procedure mentioned above for apple cider vinegar, the way to administer this remedy is to mix it with coconut oil and let the mixture absorb in a tampon that you’ll have to use.

Considerations
The important thing to understand is that the above mentioned natural remedies work because of their anti-bacterial properties and vitamin-rich nature. Regulating your diet to include foods that are rich in Vitamin C, Vitamin K, Zinc and Amino Acids is also just as effective and important as experimenting with all of the above mentioned herbal remedies.

Gonorrhea is a serious disease and requires proper medical care, particularly because of the additional infections that it may lead to. While nature’s miracles are bound to benefit your condition keep in mind that the the real cure is actually safer sex practices.

Source: http://blog.buddhasherbs.com

Pasang Iklan Anda Di Sini!

OpenStage at Cibitung

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. Comedy Store Indonesia - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger