Hotline: 081.385.386.583 - 0882.9685.0453 - 0895.6131.08911

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Pemanfaatan Air Biji Lamtoro Untuk Diabetes Melitus

Minggu, 25 Januari 2015

Lamtoro, petai cina, atau petai selong adalah sejenis perdu dari suku Fabaceae (Leguminosae, polong-polongan), yang kerap digunakan dalam penghijauan lahan atau pencegahan erosi. Berasal dari Amerika tropis, tumbuhan ini sudah ratusan tahun diperkenalkan ke Jawa untuk kepentingan pertanian dan kehutanan,[6] dan kemudian menyebar pula ke pulau-pulau yang lain di Indonesia. Tanaman ini di Malaysia dinamai petai belalang.

Tumbuhan ini dikenal pula dengan aneka sebutan yang lain seperti pĕlĕnding, peuteuy sélong (Sd.); kemlandingan, mètir, lamtoro dan lamtoro gung (lamtoro besar; untuk varietas yang bertubuh lebih besar) (Jw.); serta kalandhingan, lantoro (Md.).[6] Nama-namanya dalam pelbagai bahasa asing, di antaranya: petai belalang, petai jawa (Mly.); lamandro (PNG); ipil-ipil, elena, kariskis (Fil.); krathin (Thai); leucaena, white leadtree (Ingg.); dan leucaene, faux mimosa (Prc.).[7] Nama spesiesnya, leucocephala (='berkepala putih') mengacu kepada bongkol-bongkol bunganya yang berwarna keputihan.[8]

INTRODUKSI
Pohon atau perdu memiliki tinggi hingga 20m;[9] meski kebanyakan hanya sekitar 2-10 m.[10]

Percabangannya rendah dan banyak, dengan pepagan berwarna kecoklatan atau keabu-abuan, berbintil-bintil dan berlentisel. Ranting-rantingnya berbentuk bulat torak, dengan ujung yang berambut rapat.[7]
 
Daunnya majemuk dan berbentuk menyirip rangkap, siripnya berjumlah 3-10 pasang, kebanyakan dengan kelenjar pada poros daun tepat sebelum pangkal sirip terbawah; daun penumpu kecil, bentuk segitiga. Anak daun tiap sirip 5-20 pasang, berhadapan, bentuk garis memanjang, 6-16(-21) mm × 1-2(-5) mm, dengan ujung runcing dan pangkal miring (tidak sama), permukaannya berambut halus dan tepinya berjumbai.[7][11]
Bunganya majemuk berupa bongkol bertangkai panjang yang berkumpul dalam malai berisi 2-6 bongkol; tiap-tiap bongkol tersusun dari 100-180 kuntum bunga, membentuk bola berwarna putih atau kekuningan berdiameter 12–21 mm, di atas tangkai sepanjang 2-5 cm.[8] Bunga kecil-kecil, berbilangan-5; tabung kelopak bentuk lonceng bergigi pendek, lk 3 mm; mahkota bentuk solet, lk. 5 mm, lepas-lepas. Benangsari 10 helai, lk 1 cm, lepas-lepas.[11]

Buahnya polong berbentuk pita lurus, pipih dan tipis, 14–26 cm × 2 cm, dengan sekat-sekat di antara biji, hijau dan akhirnya coklat kehijauan atau coklat tua apabila kering jika masak, memecah sendiri sepanjang kampuhnya. Buah lamtoro mengandung 15-30 biji yang terletak melintang dalam polongan, berbentuk bulat telur sungsang[10] atau bundar telur terbalik, dengan warna coklat tua mengkilap yang berukuran 6–10 mm × 3-4,5 mm.[7][11] Bijinya mirip petai, namun berukuran lebih kecil dan berpenampang lebih kecil.[12]


Lamtoro berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah, dan dari situ kemudian menyebar luas. Penjajah Spanyol membawa biji-bijinya dari sana ke Filipina pada akhir abad XVI. Dari tempat ini mulailah lamtoro menyebar luas ke pelbagai bagian dunia. Lamtoro ditanam sebagai peneduh tanaman kopi, penghasil kayu bakar, serta sumber pakan ternak yang lekas tumbuh.[13]

ASAL-USUL, ANAK JENIS DAN PERSEBARAN
Lamtoro mudah beradaptasi, dan dengan cepat tanaman ini menjadi liar di berbagai daerah tropis di Asia dan Afrika; termasuk pula di Indonesia. Ada tiga anak jenis (subspesies)nya, yakni:[8]
  • Leucaena leucocephala ssp. leucocephala; ialah anak jenis yang disebarluaskan oleh bangsa Spanyol. Di Jawa dikenal sebagai lamtoro atau petai cina ‘lokal’, berbatang pendek sekitar 5 m tingginya dan pucuk rantingnya berambut lebat.
  • ssp. glabrata (Rose) S. Zárate. Dikenal sebagai lamtoro gung, tanaman ini berukuran besar (pohon, daun, bunga, buah) dibandingkan anak jenis yang pertama. Lamtoro gung baru menyebar luas di dunia dalam beberapa dekade terakhir. Serta;
  • ssp. ixtahuacana C. E. Hughes; yang menyebar terbatas di Meksiko dan Guatemala.
PEMANFAATAN
Sejak lama lamtoro telah dimanfaatkan sebagai pohon peneduh, pencegah erosi, sumber kayu bakar dan pakan ternak. Di tanah-tanah yang cukup subur, lamtoro tumbuh dengan cepat dan dapat mencapai ukuran dewasanya (tinggi 13–18 m) dalam waktu 3 sampai 5 tahun. Tegakan yang padat (lebih dari 5000 pohon/ha) mampu menghasilkan riap kayu sebesar 20 hingga 60 m³ per hektare per tahun. Pohon yang ditanam sendirian dapat tumbuh mencapai gemang 50 cm.[13] Jika ditanam di dekat-dekat pohon lainnya, maka pohon di sampingnya akan kekurangan sinar matahari. Oleh sebab itu, biasanya lamtoro/petai cina ditanam sebagai pohon pelindung/peneduh, dan untuk menanggulangi terjangan angin ribut. Tumbuhan ini juga dapat dipakai untuk pupuk hijau -dengan cara membenamkan daun pangkasnya sebagai pupuk dalam tanah-.[14]

Lamtoro adalah salah satu jenis polong-polongan serbaguna yang paling banyak ditanam dalam pola pertanaman campuran (wanatani). Pohon ini sering ditanam dalam jalur-jalur berjarak 3–10 m, di antara larikan-larikan tanaman pokok. Kegunaan lainnya adalah sebagai pagar hidup, sekat api, penahan angin, jalur hijau, rambatan hidup bagi tanaman-tanaman yang melilit seperti lada, vanili, markisa dan gadung, serta pohon penaung di perkebunan kopi dan kakao.[7][15] Di hutan-hutan tanaman jati yang dikelola Perhutani di Jawa, lamtoro kerap ditanam sebagai tanaman sela untuk mengendalikan hanyutan tanah (erosi) dan meningkatkan kesuburan tanah.[16] Perakaran lamtoro memiliki nodul-nodul akar tempat mengikat nitrogen dan banyak menghasilkan daun sebagai sumber organik.[17]


Basmi HIV, Drastis Turunkan VL

Minggu, 27 Juli 2014

HARAPAN BARU BAGI PENDERITA HIV-AIDS 

Terjadinya infeksi saat kekebalan tubuh menjadi lemah. Salah satu penyebabnya adalah oksidatif stress. Pemberian antioksidan yang sangat kuat seperti Madu Pamungkas 8.1.5, bermanfaat sekali bagi penderita HIV.

Seorang penemu virus HIV, Luc Montagnier, mengetahui bahwa infeksi HIV mampu menjangkiti jika sistem kekebalan tubuh tidak dalam konsisi baik, dimana salah satu penyebabnya adalah tekanan oksidasi yang berlebih (stress oksidatif). Dengan alasan itu, menurutnya, untuk mengobati penyakit ini diperlukan antioksidan alami yang bisa meningkatkan sistem kekebalan.

"Pada stadium ke-2 dari infeksi HIV, terjadi peningkatan produksi radikal bebas yang disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah produksi berlebihan radikal oksigen oleh polymorphonuclear leucocytes (PMNLs)," ujar Luc Montaigner seperti yang dikutip dari Discovery Salud.

Banyak sekali penyebab terjadinya stress oksidatif, misalnya gizi buruk, penyakit, faktor eksogen (asap rokok, penipisan ozon, peptisida, polusi, narkoba, obat-obatan kimia, racun makanan, radiasi elektromagnetik dan lain-lain) serta faktor psikologis. Artinya orang yang mengalami depresi, sistem kekebalan tubuhnya akan menurun secara drastis, sehingga konsekwensinya adalah mudah terserang penyakit.

Hal ini tentu berlaku pula dengan AIDS. Jika sistem kekebalan dalam konsisi prima, meski seseorang terpapar HIV, dia tidak akan terinveksi. Sebaliknya, orang dengan imunodepresi (depresi kekebalan) menjadi lebih sensitif dengan infeksi dan mudah sekali terinfeksi virus. Karena itulah kita membutuhkan antioksidan untuk menangkal radikal bebas perusak sistem kekebalan tubuh.

Penyakit apapun yang disebabkan oleh terganggunya keseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan, berakibat langsung pada stress oksidatif, yang meningkatkan kecepatan produksi sejenis oksigen reaktif sekaligus menurunkan mekanisme pertahanan atau sistem kekebalan.

Radikal bebas bereaksi secara kimiawi dengan lipid, protein dan karbohidrat, serta komponen matriks ekstrasel (di luar sel), yang dapat menimbulkan kerusakan yang tak bisa normal kembali bahkan jika kerusakan menyebar akan menyebabkan kematian sel. Oleh karena itu kadar antioksidan dalam tubuh perlu ditingkatkan dengan memberikan antioksidan eksternal.

Peneliti berkebangsaan Perancis ini, Luc Montaigner, juga menambahkan dalam tulisannya di Journal of Infectious Disease (1997), bahwa ada banyak data berkenaan dengan infeksi HIV berdasarkan penelitian in vitro dan in vivo yang menunjukkan bahwa stress oksidatif berperan khusus dalam patogenesisi AIDS.

Penelitian termutakhir memperlihatkan, jumlah ROS intrasell (dalam sel) yang berlebihan pada induksi ekspresi HIV dan kematian sel disebabkan apoptosis. Beberapa penelitian juga menunjukkan adanya penurunan glutathione dalam sel berinti tunggal (mononuklir) darah periferal individu, tanpa gejala gangguan metabolisme yang menyebabkan penurunan kemampuan mengatasi stress oksidatif.

Dalam patogenesis AIDS, stress oksidatif tampak sebagai satu kelainan metabolik yang jsutru mempercepat berkembangnya penyakit, baik dengan induksi apoptosis maupun replikasi virus.

Belasan tahun lalu, Montagnier mengajukan usulan untuk mengembangkan pengobatan non toksik bagi penderita HIV stadium I. Harapannya,  jika sistem kekebalan tubuh bisa ditingkatkan, maka stadium asimtomasis bisa diperpanjang dan kemungkinan bisa mencegah pasien masuk ek stadium berikutnya dimana dibutuhkan terapi antriretroviral (anti penyebaran virus) yang bisa berdampak buruk dikarenakan masalah biaya, durasi pengobatan, efek samping dan resistensi (penolakan tubuh terhadap proses pengobatan).

Montaigner juga memperhatikan bahwa pengobatan pasien AIDS dengan antiretroviral, memang mengalami perbaikan sistem kekebalan. Namun begitu, masih belum optimal. Oleh karena itu memberantas virus dengan terapi pengobatan komplementer dengan tujuan meningkatkan kekebalan harus dilakukan.

Ketertarikan penulis terhadap antioksidan, membuat penulis mencari informasi sebanyak mungkin tentang sumber antioksidan alami yang baik dan besar dari penelusuran di internet. Termasuk salah satunya hasil penelitian Catalysis Laboratory di Spanyol, dimana sang peneliti Luc Montaigner dan Rene Y. Olivier, telah melakukan penelitian untuk  mendaptkan informasi mendalam mengenai produk antioksidan alamiah.

Madu Herbal Pamungkas 8.1.5 adalah hasil rangkuman dari berbagai penelitian ilmiah tentang kehebatan khasiat madu sebagai antioksidan alami yang dikombinasikan beragam herbal penghasil antioksidan tinggi seperti habbatussauda (black cummin oil), minyak zaitun, gamat dan herbal alami lainnya. Dengan komposisi formula larutan yang didominasi madu alam hutan dari lebah liar dicampur dengan madu Arab Yaman dengan madu Kalimantan dan Sumbawa serta madu lainnya di berbagai daerah Indonesia, maka menghasilkan komposisi madu herbal yang memiliki kadar antioksidan terbaik di dunia saat ini yakni (10.000 x dari Vit E atau Vit C) dengan aktivitas biologis terbaik, yang secara otomatis sangat efektif mengobati segala macam penyakit penghasil radikal bebas baik secara langsung maupun tidak langsung menyebabkan stress oksidatif.

Cara Kerja Virus
Proses kinase P (fosforilasi) dimulai dengan masuknya viruske dalam sel CD4. Virus melepaskan RNA virus dan menembus ke dalam sitoplasma sel, yang kemudian ditranslasikan menjadi DNA. Suatu proses yang dimediasi oleh reverse transcriptase (enzim yang bekerja dengan membaca lingkungan sel secara terbalik). Genome virus (dalam bentuk DNA) telah masuk ke dalam genome sel. Karena virus menginfeksi sel CD4 (bagian dari sel darah putih), maka sistem kekebalan menjadi lemah. Akibatnya respon sistem kekebalan atas munculnya partikel virus dalam medium ekstraseluler (di luar sel) menjadi tidak efektif.

Di dalam sel CD4, virus menggandakan diri (replikasi) dengan membentuk RNA dan kapsul protein baru. Dalam kondisi stress oksidatif, faktor transkripsi NFkB (pembacaan sifat sel secara genetis) justru membangunkan virus laten dalam sel. Sehingga, RNA dan kapsul protein terlepaskan dari sel dan mencari rumah baru untuk berreplikasi. Proses ini berlangsung secara terus menerus, sehingga tubuh mengalami kekurangan jumlah CD4, yang mati karena terinfeksi virus. Padahal CD4 berperan penting dalam pertahanan tubuh dari serangan infeksi virus.

Cara Kerja Madu Herbal Pamungkas 8.1.5
MHP 8.1.5 mempunyai kemampuan untuk mempertahankan dan meningkatkan kadar CD4. MHP 8.1.5 dengan kapasitas antioksidan yang telah ditingkatkan dengan aktivasi molekuler (dilakukan proses pemaparan bio energi pada formula madu herbal), bekerja dengan mencegah sel virus menggunakan sel CD4 sebagai pabrik untuk berreplikasi, dengan mencegah intercellular-uncoating (pembongkaran kulit terluar antar sel) di antara virus dan lapisan atau membran terluar sel darah putih. Dengan demikian sel virus tidak bisa masuk ke dalam sel CD4.

MHP 8.1.5 meningkatkan sistem kekebalan dan jumlah sel CD4, sehingga dapat merespon keberadaan partikel virus dalam medium ekstraseluler (di luar sel) dan mengeliminasi sejumlah besar partikel virus secara alamiah. Meskipun kapsul protein dan RNA tetap terbentuk, namun aktivasi yang rendah dari pembentukan kapsul protein dan RNA hanya dalam jumlah yang kecil. Sebagai antioksidan, MHP 8.1.5 menurunkan stress oksidatif, sehingga faktor transkripsi NFkb tidak cukup terpicu dan karenanya virus laten yang "dibangunkan" hanya sedikit.

MHP 8.1.5 juga sangat cepat menghambat replikasi sel virus, menurunkan secara cepat viral load (pemuatan penularan virus) dan meningkatkan secara cepat jumlah sel CD4. Berdasarkan pengalaman MHP 8.1.5 digunakan sebagai monoterapi pada pasien HIV-AIDS. Digunakan dalam jangka pendek atau jangka panjang tidak ada efek samping dan tidak juga menyebabkan resistensi. Tidak seperti ARV yang harus diminum setiap hari, mengkonsumsi MHP 8.1.5 bisa dihentikan sementara (bagi orang yang telah sehat maksimal pemakaian 6 minggu, bisa dilanjutkan 1 - 2 bulan kemudian).

MHP 8.1.5 juga mencegah infeksi oportunistik pada pasien HIV-AIDS dan memberikan hasil positif lebih dari 20-an kasus pada pasien yang telah mengkonsumsinya. Pasien memiliki angka harapan hidup > 64% setelah 6 bulan.

Mengkonsumsi MHP 8.1.5 dengan terapi kejut (shock therapy), dimana untuk konsumsi pertama kali, pasien harus menghabiskan 1 botol (berat 1,5kg) madu herbal pamungkas dalam waktu 1-2 hari pertama. Kemudian pasien bisa mengalami detoksifikasi pseudo resistensi (pembuangan racun dengan gejala seolah-olah penolakan semu tubuh terhadap terapi herbal) dimana dalam beberapa kasus ada yang mengalami mual-mual, pening, demam atau kebas-kebas di beberapa bagian tubuh bahkan muntah-muntah selama beberapa jam. Setelah proses pseudo resistensi  pada terapi kejut ini kondisi pasien akan kembali normal dan siap dilanjutkan dengan mengkonsumsi MHP 8.1.5 secara bertahap.

Terapi oral dengan madu herbal ini diminum sesuai dengan kondisi dan stadium penderita AIDS. Untuk stadium tertinggi bisa dimulai dengan 4 sendok makan sebanyak 4 x sehari selama 7 hari, baru kemudian 3 sendok sebanyak 3 x sehari hingga 4 minggu (28 hari). Untuk stadium awal bisa dimulai dengan 3 sendok sebanyak 2 x sehari selama 6-24 bulan hingga terjadi peningkatan jumlah sel darah putih stabil mencapai 350 CD4/ml . Dan yang terpenting adalah MHP 8.1.5 tidak menimbulkan efek samping sama sekali. Sementara untuk penggunaan bagi wanita hamil, tidak disarankan kecuali atas petunjuk dokter ahli.

Jika Anda tertarik untuk pemesanan silakan menghubungi (021)9346.1965 atau 081.385.386.583 dengan Sidik Rizal.

KHASIAT MADU HERBAL PAMUNGKAS (MHP 8.1.5)
Jelas ada dalam ayat Al-Qur`an Madu obat yang menyembuhkan bagi manusia (QS: An – Nahl :69) Firman tersebut dibuktikan oleh hasil penelitian, fakta dan kesaksian dari jaman ke jaman yang diantaranya madu terbukti secara klinis dan empiris efektif untuk hal-hal berikut:

1. Mengembalikan kekuatan tubuh
a) memulihkan kesegaran tubuh dan menambah tenaga.
b) memulihkan sel-sel urat besar.
c) menjaga dan mengimbangi kekuatan badan.
d) merangsang tenaga batin.
e) memperbaiki sel jaringan tubuh yang rusak

2. Membersihkan dan menambah darah.
a) memulihkan kembali bekuan darah dan meperbaiki aliran darah.
b) membersihkan lapisan darah dan darah menjadi bersih.
c) mengimbangi kandungan lemak dan membuat jantung aktif.
d) menghilangkan rasa kebas-kebas dan mengurangkan tekanan darah tinggi.
e) membunuh bakteri dan virus berbahaya dalam tubuh penderita penyakit tertentu
f) meningkatkan kekebalan tubuh dengan meningkatkan produksi sel darah putih dan sel-T

3. Manfaat Umum:
a) mencegah kegemukan yang tidak terkendali.
b) memudahkan proses pembuangan dan susah buang air.
c) memulihkan penyakit berkepanjangan.
d) menguatkan jantung, buah pinggang dan badan.
e) menyembuhkan penyakit dalam perut.
f) mempercepat penyembuhan luka atau bekas pembedahan.
g) memulihkan batuk dan lelah.
h) menghilangkan badan letih dan lesu.
i) mengurangi rasa sakit bila datang haid.
j) baik untuk perempuan bersalin.
k) membantu menerangkan penglihatan.

CARA MENGKONSUMSI MHP 8.1.5.
1.    Kocok terlebih dahulu botol kemasan madu herbal pamungkas dan berdoalah sebelum meminumnya, karena kesembuhan datangnya hanya dari Tuhan Yang Maha Esa semata.
2.    Lakukan shock therapy (terapi kejut) dengan meminum satu botol penuh (1,5 kg) MHP 8.1.5 dalam 1-2 hari hingga habis dan rasakan khasiatnya mengembalikan metabolisme tubuh seketika. Pasien akan merasakan pseudo resistensi sebagai proses terjadinya detoksifikasi (pembuangan racun dan partikel berbahaya dari dalam sistem kekebalan tubuh).
3.    Pada hari berikutnya ambil 3 sendok makan madu herbal pamungkas minum langsung sebanyak 3 x sehari.
4.    Atau bisa juga dengan menuangkan ke dalam segelas air hangat 3 sendok makan madu herbal pamungkas dan minum 3 x sehari.
5.    Untuk penyakit yang sudah parah dan menahun, bisa dimulai konsumsinya 4 x sehari @ 4 sendok makan selama 7 hari pertama. 7 hari berikutnya dosis normal 3 x sehari @ 3 sendok makan madu Pamungkas
6.    Bisa diminum untuk tambahan makanan atau minuman lainnya sesuai selera dan kebutuhan


Konsultasi Pengobatan

HIV/AIDS dan Kecanduan Narkoba

Hotline: 087878821248 
SMS (021)9346.1965 - 081385386583

Pasang Iklan Anda Di Sini!

OpenStage at Cibitung

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. Comedy Store Indonesia - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger