Hotline: 081.385.386.583 - 0882.9685.0453 - 0895.6131.08911

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Kapsul Herba HIV/AIDS

Senin, 31 Agustus 2020

 


Pro Jep Buah Merah adalah ramuan khas dari Papua dengan komposisi tertentu dicampur dengan herbal berkhasiat habbatussauda dari Timur Tengah menghasilkan formulasi obat tradisional sekaligus suplemen untuk membantu proses penyembuhan penderita AIDS untuk memberantas HIV secara sinergi dan alami dengan sistem imun & metabolisme tubuh kita.

Tidak menimbulkan efek samping, bahkan semakin mendukung penguatan sistem kekebalan tubuh kita dalam menghadapi berbagai virus, bakteri dan jamur yang pada akhirnya mengatasi dan menyembuhkan penyakit secara aman dan alami. 

Dicari keagenan di seluruh Indonesia:
Pemesanan grosir/order eceran:
WA : +62 81.385.386.583
WA Call : +62 822.4610.4034
TELEGRAM: +62 882.9685.0453

Antara Stigma dan Data HIV/AIDS di Indonesia

Jumat, 16 Maret 2018

"The only thing worse than bad health is a bad name.”
(Gabriel Garcia Marquez – Love in The Time of Cholera)

penulis: Nadya Karima Melati
Bicara soal HIV/AIDS, menurut data pemerintah 2015, penularan 9000 kasus HIV disebabkan oleh suami yang tidak setia.
Opini Nadya Karima Melati.

Sejak kematian suaminya, warung kelontong Ibu X di Surakarta semakin sepi pembeli. Alasan kematian suaminya menjadi alasan pelanggan menjauh, yakni mengetahui bahwa pak X meninggal karena AIDS. Ibu X sebagai istrinya langsung dicurigai tertular (dan memang betul terjadi) dan semenjak itu lingkungan sekitar menjauhi dirinya yang menyebabkannya sulit menyambung hidup guna menghidupi anak-anaknya.

Jonathan Mann, pendiri Program Penanggulangan AIDS di WHO menyatakan bahwa sebagai sebuah epidemi, AIDS menjangkiti kelompok masyarakat melalui tiga tahapan: pertama adalah inveksi virus HIV yang senyap dan sulit untuk diketahui, kedua munculnya penyakit-penyakit akibat infeksi virus yang menyerang daya tubuh. Dan yang paling menyakitkan adalah tahapan ketiga, epidemi yang menyerang secara sosial, ekonomi dan politis yaitu stigma diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS. Hal yang dialami oleh Ibu X bukanlah satu-satunya di banyak komunitas di kota maupun desa, stigma buruk terhadap pengidap pandemik ini kerap terjadi.

Penulis: Nadya Karima Melati

Evolusi Kuman dan Sejarah Wabah
Undang-undang Republik Indonesia tahun 1984 nomor 4 menyebutkan bahwa wabah adalah "berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi ... keadaan yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka". Sejarah dunia mencatat bahwa endemik atau wabah yang berasal dari mikroba dan virus lebih mematikan dan menghabiskan jumlah penduduk daripada perang apapun. Dan seringkali perang dimenangkan justru karena berkembangnya penyakit bukan karena kecanggihan senjata dan taktik dalam perang. Penyakit dapat disebut endemik apabila menjadi wabah dalam satu kelompok masyarakat tertentu seperti demam berdarah atau pandemik yang melintasi negara dan meluas seperti flu burung. HIV/AIDS masuk dalam kategori pandemik walaupun menurut data WHO terbaru, di Indonesia pengendalian terhadap penularan  HIV memasuki angka yang stabil tahun 2014.
Ketika kita berpikir manusia mengalami evolusi, pemikiran yang sering luput adalah bahwa mikroba dan virus juga seperti mahluk hidup lain yang juga ikut berevolusi. Dalam Gun, Germs and Steel(terj: Bedil, Kuman dan Baja) sejarawan multidisiplin Jared Diamond memaparkan bagaimana kuman dan virus berevolusi dan menyesuaikan diri dengan inang yang dihinggapinya untuk terus berkembang biak. Terjadinya beberapa penyakit yang menjadi endemik di hari ini disebabkan oleh proses domestifikasi hewan dan kontak yang dilakukan dengan hewan-hewan tersebut. Karena kekebalan setiap mahluk hidup berbeda, maka melalui kontak manusia seperti mengelus bulu, memakan daging, minum susu atau bahkan melakukan seks dengan hewan domestifikasi mempunyai resiko tubuh manusia menjadi inang untuk kuman/virus baru berkembang biak.

Kutukan Desa Nelayan Kasensero
Kasensero adalah desa kecil dan miskin di tepi danau Viktoria, Uganda Barat. Ia berada di dekat perbatasan Tanzania. 1982 silam desa ini menuai sorotan dunia. Cuma dalam beberapa hari ratusan penduduk meninggal dunia setelah mengidap penyakit misterius. Kasus yang melibatkan virus HIV sebenarnya sudah muncul di AS, Tanzania dan Kongo. Namun belum pernah sebelumnya AIDS mewabah.

Kasensero 1982: Thomas Migeero adalah korban pertama. Awalnya ia kehilangan nafsu makan, lalu rambutnya rontok. Bobot tubuhnya pun menyusut drastis, kenang saudaranya Eddy. "Sesuatu merusaknya dari dalam." Ayah Migeero menolak menyentuh peti matinya saat penguburan. Penduduk percaya Thomas Migeero dikutuk. Sementara Eddie Migeero yang kini bekerja untuk LSM AIDS tahu saudaranya tewas karena AIDS
HIV/AIDS mulai menjadi pandemik setelah tahun 1981 ditemukannya pria dengan infeksi pneumonia pneumosistis di Los Angeles. Namun epidemi ini dicurigai berasal dari sub-sahara Afrika karena paling banyak mewabah di negara-negara tersebut. Hingga tahun 2006, penyakit ini diperkiraan telah menginfeksi 38,6 juta orang di seluruh dunia telah membunuh lebih dari 25 juta jiwa. Berdasarkan sumber asal virus ini dicurigai adanya kontak seksual dan konsumsi daging dari hewan yang menjadi tumbuh kembang virus ini. 
Baca:
Stigma dan Kenyataan Penderita HIV/AIDS di Indonesia
Tahapan ketiga yakni stigma dan driskiminasi membuat penderita wabah mengalami penderitaan ganda. Stigma juga menghambat upaya pencegahan dan penyembuhan suatu wabah tertentu. Sejarah mencatat stigma yang diterima penderita epidemi tidak hanya kepada penderita HIV/AIDS beberapa wabah-wabah yang pernah terjadi dan menghabisi populasi manusia sebut saja PES, kolera, malaria, kusta, cacar dan sebagainya. Penderita wabah selalu distigma bahwa penyakitnya adalah kutukan.
Salah satu contoh penyakit yang sulit disembuhkan karena stigmatisasi penderita adalah penyakit kusta atau lepra yang mewabah dalam rentang waktu ratusan tahun di Asia Tenggara. Stigma memposisikan penderita lepra sebagai kutukan kematian sebelum kematian. Penderita lepra dikucilkan secara sosial dan diisolasi melalui peraturan-peraturan pada tiap pemerintahan. Hingga tahun 2006 di Kamboja, pengucilan pasien lepra masih terjadi di Poem Trung sampai adanya sosialisasi dari pejuang hak asasi manusia dan pendekatan rasional dan ilmiah dalam pencegahan penularan lepra. Ketidakmampuan dan ketidakmauan masyarakat untuk mengetahui secara ilmiah dan rasional sebuah penyakit menghambat pencegahan dan penyelesaian penyakit epidemi tersebut. Padahal, hukum dari epidemi dalam masyarakat berkembang seperti layaknya kuman yang hidup dalam cawan petri, epidemi akan terus menyebar sampai seluruh manusia meninggal atau menjadi imun sama sekali. Untuk itu pemahaman terhadap jenis penyakit dan penanganannya secara ilmiah sangat dibutuhkan.

Dengue
Demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue. Ada beberapa jenis nyamuk yang menularkan virus tersebut. Demam dengue dapat membahayakan nyawa penderita. Antara lain lewat pendarahan, kebocoran pembuluh darah dan tekanan darah rendah. Dua milyar orang tinggal di kawasan yang terancam oleh demam dengue, termasuk di Indonesia.

Marburg
Virus paling berbahaya adalah virus Marburg. Namanya berasal dari kota kecil di sungai Lahn yang tidak ada hubungannya dengan penyakit tersebut. Virus Marburg adalah virus yang menyebabkan demam berdarah. Seperti Ebola, virus Marburg menyerang membran mukosa, kulit dan organ tubuh. Tingkat fatalitas mencapai 90 persen.
Belajar dari epidemi lepra, dibutuhkan regenerasi manusia baru yang imun terhadap jenis virus ini. Hukum ini juga berlaku pada penyakit-penyakit lainnya dan karena evolusi bakteri dan virus yang seiring dengan evolusi mahluk hidup lainnya, penyakit-penyakit baru tentunya akan terus muncul dan berkembang seiring dengan perkembangan manusia. Dan manusia dengan kemajuan ilmu pengetahuan STEM dan kemampuan berpikir diharuskan untuk mengatasinya. Sayangnya walaupun pendekatan ilmiah dilakukan, tidak mudah melepaskan stigma yang hadir beserta penyakit yang hadir. HIV/AIDS sebagai fenomena baru di dunia modern, tidak lepas dengan stigma yang sesuai dengan norma yang kekinian. Stigma selalu hadir dalam  isu narkoba, seks bebas dan homoseksual – dimana kerap dilekatkan pada penderita epidemi ini.
Dan tentu saja dalam kampanye-kampanye pencegahan HIV/AIDS yang digalakkan oleh lembaga-lembaga seperti pemerintah memasukan kelompok-kelompok yang dianggap menyimpang tersebut sebagai kelompok yang tinggi risiko. Tapi data di lapangan berkata berbeda, penularan HIV terbanyak justru disebabkan oleh hubungan heteroseksual (perempuan dan laki-laki) dan penderita terbanyak justru ibu rumah tangga. Menurut data Kementrian Kesehatan pada tahun 2015 saja mencapai 9000 kasus disebabkan oleh suami yang tidak setia. Walau begitu, kampanye pencegahan tetap menggunakan strategi pendekatan kelompok rentan. Tentunya ini membuktikan dua hal, pertama bahwa stigma terhadap kelompok yang dianggap menyimpang tidak benar dan kedua, semua orang dengan orientasi seksual apapun rentan terhadap HIV/AIDS.

Kehidupan Sehari-hari
Lebih dari 35 juta warga dunia positif HIV - sepertiga diantaranya hidup di Afrika Sub-Sahara. Di Afrika Selatan, negara yang paling parah terjangkit HIV, satu dari enam orang mengidap HIV. HIV bisa dibilang keseharian hidup di Afrika Selatan, sampai-sampai acara anak-anak 'Sesame Street' versi Afrika Selatan memiliki boneka kuning yang positif HIV, Kami.

Lelaki Lebih Berbahaya
Pada hubungan seks antar heteroseksual, HIV lebih mudah ditularkan dari lelaki ke perempuan ketimbang perempuan ke laki-laki. Namun apabila seorang lelaki sudah disunat, risiko penularan ke perempuan berkurang hingga 60 persen.
Baca:

Kesimpulan
Perilaku menyimpang sesungguhnya tidak ada karena belajar dari sejarah wabah, hal yang disebut menyimpang bergantung norma yang berlaku pada masyarakat pada saat itu. Misalnya wabah lepra yang dianggap sebagai kutukan Tuhan dan pengucilan berlandaskan perintah agama justru mempersulit penyembuhan. Pendekatan relijius biasanya gagal total dalam upaya pencegahan wabah dan justru memperparah, wabah selalu dianggap sebagai kemurkaan Tuhan dan penderitanya disuruh bertaubat. Taubat mungkin menenangkan secara psikologis tapi tidak pernah menyembuhkan penyakit.
Stigma dan pengucilan berlandaskan agama sering sekali menjadi penghambat penyelesaian wabah. Irving Goffman menyatakan bahwa prilaku menyimpang justru dihasilkan karena adanya labelling, penamaan negatif terhadap sebuah kelompok yang dapat mengubah konsep diri dan identitas sosial mereka. Adanya stigma membuat sebuah kelompok negatif merasa disisihkan dan apa yang terjadi apabila penderita disisihkan dan abaikan tanpa dipahami penyebabnya? Ia justru dapat bertambah parah sampai seluruh manusia dalam populasi punah atau muncul regenerasi manusia baru yang kebal. Belajar dari sejarah wabah, melabeli dan mengucilkan tidak pernah menyembuhkan sebuah wabah maka lepaskanlah stigma-stigma negatif pada kelompok-kelompok tertentu demi keselamatan dan kesehatan anda!
Penulis: Nadya Karima Melati (ap/vlz)
Essais dan Peneliti Lepas. Koordinator SGRC (Support Group and Resource Center on Sexuality Studies). Tertarik pada topik sejarah sosial, feminologi dan seksualitas.
@Nadyazura
*Setiap tulisan yang dimuat dalam #DWNesia menjadi tanggung jawab penulis

Buang air kecil
Buang air kecil sesudah berhubungan intim dapat membuat semua bakteri penyebab infeksi keluar. Namun jangan lakukan itu sebelum berhubungan seks, karena penyebab utama infeksi saluran kencing adalah kebiasaan 'pipis' sebelum berhubungan seksual. Demikian saran Urolog New York, David Kaufman.
Minum antihistamin (anti alergi)
Antihistamin baik untuk meredakan efek alergi, karena mengeringkan selaput lendir di hidung yang berair, namun obat ini juga mengeringkan organ intim. Tentu, vagina yang kering membuat hubungan seks terasa tidak nyaman. Selain itu, secara umum, antishistamin juga menurunkan libido.

LAPORAN PILIHAN
Memulihkan Kecanduan Narkoba Lewat Bertinju
Sebuah pusat rehabilitasi kecanduan narkoba menawarkan pada mantan pengguna narkoba untuk meredam kecanduan mereka melalui olahraga tinju. Ini menjadi bagian dari terapi alternatif. (09.09.2016)
AIDS: Memerangi Penyakit dan Stigma
Jumlah orang yang terinfeksi HIV tidak berubah banyak selama tahun-tahun terakhir. Kemajuan di dunia kedokteran membuat penyebaran penyakit terkontrol. Namun penderita AIDS tetap mengalami diskriminasi dari masyarakat. (01.12.2015)
Satu Lagi Pasien Bayi HIV Berhasil Disembuhkan
Seorang bayi di Amerika Serikat yang dirawat untuk HIV selang beberapa jam setelah dilahirkan, beberapa bulan kemudian dinyatakan terbebas dari virus tersebut. Bayi ini menjadi kisah sukses kedua dari perawatan dini. (07.03.2014)
Peneliti Besar AIDS Tewas Dalam Insiden Pesawat
Beberapa korban tewas dalam insiden pesawat Malaysia Airlines yang jatuh di Ukraina merupakan rombongan delegasi yang akan menghadiri konferensi internasional AIDS di Australia. (18.07.2014)
Dua Pasien HIV Gagal Sembuh Justru Untungkan Riset
Para peneliti yang berupaya mencari obat AIDS menyatakan: terinspirasi dan bukan kecewa, menyikapi laporan dua pasien HIV yang diyakini sembuh, ternyata kembali diserang virus mematikan itu. (03.01.2014)
Upaya Pencegahan Infeksi HIV Aids
Sejak beberapa tahun terakhir jumlah infeksi HIV di kalangan usia di bawah 25 tahun meningkat. Ini menimbulkan kekhawatiran. Pencegahan tanpa etika moral yang berlebihan dan tanpa menuding siapapun. (21.07.2011)
UNICEF: Remaja Rentan HIV
Jumlah kematian HIV / AIDS di kalangan remaja di seluruh dunia yang meningkat sebesar 50 persen antara tahun 2005 dan 2012 menunjukkan tren mengkhawatirkan. (01.12.2013)
Tanggal 29.11.2017.
.
MaduHerbalPamungkas #BerantasHIV #SembuhkanAIDS secara total dlm wkt kurang dr 6bln atasi #Ketergantungan #Narkoba HerbsTherapy Eradicates #HIV totally cures #AIDS in 6months. Terapi penyembuhan gangguan syaraf secara berkala. Help #DrugsAbuse #NoSideFX
https://klinik-herbalis.blogspot.co.id/search/label/HIV
Just WA: +6282246104034
IG: @dik_rizal
FB: @dikrizalsidik
Twitter: @dikrizal

Jangan Putus Asa HIV/AIDS Bisa Disembuhkan

Sabtu, 23 Juli 2016

Penyakit AIDS yaitu suatu penyakit yang timbul sebagai dampak berkembangbiaknya virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) didalam tubuh manusia. Virus HIV menyerang sel darah putih (sel CD4) sehingga mengakibatkan rusaknya sistem kekebalan tubuh atau sistem imun. Hilangnya atau berkurangnya daya tahan tubuh atau sistem imun tubuh membuat si penderita mudah sekali terjangkit berbagai macam penyakit termasuk penyakit ringan sekalipun atau dikenal dengan infeksi oportunistik. virus ini juga merusak otak dan sistem saraf pusat.

Seseorang yang terinfeksi HIV tidak langsung menampakkan gejalanya, sehingga orang yang terinfeksi bisa hidup normal dalam jangka waktu lima sampai sepuluh tahun untuk sampai pada stadium munculnya gejala klinis.  Hal ini merupakan salah satu penyebab penderita baru mengetahui dirinya terinfeksi HIV setelah berkembang menjadi AIDS karena penderita baru memeriksakan diri bila sudah timbul gejala-gejala klinis.
Satu cara untuk mendapat kepastian adalah dengan menjalani Uji Antibodi HIV terutamanya jika seseorang merasa telah melakukan aktivitas yang berisiko terkena virus HIV.
Kematian yang disebabkan infeksi HIV kebanyakan bukan karena infeksi virus, melainkan karena turunnya kekebalan tubuh atau sistem imun si penderita tersebut.

Orang yang terinfeksi HIV belum tentu menjadi penderita AIDS, tergantung tingkat imunitas atau kekebalan tubuh orang tersebut yang dapat dilihat melalui komponen CD4. Jika terjadi penurunan CD4 sampai kurang dari 200, orang akan makin lemah daya tahan tubuhnya dan jatuh pada kondisi AIDS.
HIV berada terutama dalam cairan tubuh manusia. Cairan yang berpotensial mengandung virus HIV adalah darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu. Sedangkan cairan yang tidak berpotensi untuk menularkan virus HIV adalah cairan keringat, air liur, air mata dan lain-lain. Kematian yang disebabkan infeksi HIV kebanyakan bukan karena infeksi virus, melainkan karena turunnya kekebalan tubuh si penderita tersebut.

Bagaimana Gejala HIV/AIDS?
  1. Gangguan saluran pernafasan seperti nafas pendek, henti nafas sejenak, batuk, nyeri dada dan demam).
  2. Gangguan  saluran Pencernaan seperti hilangnya nafsu makan, mual dan muntah, kerap mengalami penyakit jamur pada rongga mulut dan kerongkongan, serta mengalami diarhea yang kronik.
  3. Penurunan drastis berat badan. Penderita mengalami hal yang disebut juga wasting syndrome, yaitu kehilangan berat badan tubuh hingga 10% dibawah normal karena gangguan pada sistem protein dan energy didalam tubuh seperti yang dikenal sebagai Malnutrisi termasuk juga karena gangguan absorbsi/penyerapan makanan pada sistem pencernaan yang mengakibatkan diarhea kronik, kondisi letih dan lemah kurang bertenaga.
  4. Gangguan Sistem Saraf seperti kurang ingatan, sakit kepala, susah berkonsentrasi, sering tampak kebingungan dan respon anggota gerak melambat karena gangguan saraf central. Pada system persyarafan ujung (Peripheral) akan menimbulkan nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki, reflek tendon yang kurang, selalu mengalami tensi darah rendah dan Impoten.
  5. Gangguan pada System Integument (Jaringan kulit). Penderita mengalami serangan virus cacar air (herpes simplex) atau cacar api (herpes zoster) dan berbagai macam penyakit kulit yang menimbulkan rasa nyeri pada jaringan kulit. Lainnya adalah mengalami infeksi jaringan rambut pada kulit (Folliculities), kulit kering berbercak (kulit lapisan luar retak-retak) serta Eczema atau psoriasis.
  6. Gangguan pada Saluran kemih dan Reproduksi pada wanita. Penderita seringkali mengalami penyakit jamur pada vagina, hal ini sebagai tanda awal terinfeksi virus HIV. Luka pada saluran kemih, menderita penyakit syphillis dan dibandingkan Pria maka wanita lebih banyak jumlahnya yang menderita penyakit cacar. Lainnya adalah penderita AIDS wanita banyak yang mengalami peradangan rongga (tulang) pelvic dikenal sebagai istilah ‘pelvic inflammatory disease (PID)' dan mengalami masa haid yang tidak teratur (abnormal)
Bagaimana Mengetahui Seseorang Telah Terinfeksi?
Untuk mengetahui seseorang tertular atau tidak dapat melakukan test HIV dan Test HIV dapat dilakukan paling cepat 3 bulan setelah terinfeksi. Jika seseorang merasa telah melakukan aktifitas yang beresiko HIV, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk dilakukan test. Penanganan yang dini dan tepat akan menyelamatkan penderita dari keganasan virus ini.
Jika hasil test HIV positif, sebaiknya penderita melakukan pemeriksaan CD4 dan viral load test. Sel CD4 adalah jenis sel darah putih atau limfosit. Sel tersebut adalah bagian yang penting dari sistem kekebalan tubuh kita Pengecekan CD4 ini penting karena setelah lama terinfeksi HIV, jumlah sel CD4 semakin menurun. Ini tanda bahwa sistem kekebalan tubuh kita semakin rusak. Semakin rendah jumlah CD4, semakin mungkin kita akan jatuh sakit. Jumlah CD4 adalah ukuran kunci kesehatan sistem kekebalan tubuh atau sistem imun tubuh. Semakin rendah jumlahnya, semakin besar kerusakan yang diakibatkan HIV. Jika penderita mempunyai jumlah CD4 di bawah 200, atau persentase CD4 di bawah 14% maka dianggap AIDS berdasarkan definisi Depkes.

Bagaimana Melawan HIV AIDS?
Para Penderita dapat melawan virus ini dengan menguatkan sistem imun, makanan bergizi tinggi, istrihat yang cukup dan hindari stress dan berkonsultasi ke dokter secara rutin. Menguatkan sistem imun dan menjaganya agar tetap kuat adalah sangat penting. Penyakit ini tak lagi mematikan selama penderita memahami dengan baik bagaimana cara penanganannya. Penderita bisa hidup normal dan tidak perlu merasa minder dengan keadaan yang ia alami.

4Life Transfer Factor Harapan Baru Penderita HIV/AIDS, Nutrisi Terbaik & Terlengkap Terapi HIV/AIDS
Sebuah studi yang dilakukan oleh The Altay State Medical University, Federasi Rusia. Studi dilakukan terhadap 15 orang pasien yang terinfeksi HIV yang terdiri atas stadium 2B, 2C,3A dan stadium 3B. Ke 15 pasien diberi Transfer Factor setiap hari selama 7 hari. Setelah konsumsi 4Life Transfer Factor, adanya peningkatan CD3 pada 15 orang pasien, peningkatan CD4 pada 14 orang pasien dan peningkatan CD8 pada 12 orang pasien.

Transfer Factor Plus dapat menguatkan sistem imun hingga 437% sehingga akan menguatkan sistem imun tubuh penderita dalam melawan virus, bakteri, parasit, sel kanker, tumor dan antigen asing lainnya yang menyebabkan penyakit. Transfer Factor mengandung rantai asam amino yg tinggi yaitu 44 rantai asam amino, membantu mempercepat proses regenerasi sel-sel yang rusak atau sel-sel yang mati.
Setiap hari ada jutaan virus, bakteri, parasit dan hewan mikroba lainnnya yang hidup diudara dan masuk ke dalam tubuh, semakin lemah sistem imun (semakin lemah sistem imun dapat dilihat dari angka CD4) penderita HIV/AIDS, maka akan mudah berkembang dalam tubuh penderita. Bahkan virus flu saja bisa membuat penderita HIV/AIDS meninggal.

Bagaimana Mengetahui Efektifitas Konsumsi 4Life Transfer Factor?
Untuk mengetahui efektifitas suatu terapi dapat dilihat dari dua hal:
  1. Apa yang dirasakan oleh penderita, perlahan keluhan-keluhan akan berkurang dan sampai akhirnya hilang.
  2. Hasil pemeriksaan laboratorium, bandingkan hasil pemeriksaan sebelum dan sesudah konsumsi. Ada dua pemeriksaan laboratorium yang sering digunakan yaitu angka CD4 dan angka viral load.
Tes viral load adalah tes untuk mengukur jumlah virus HIV dalam darah, Semakin tinggi viral load, semakin cepat penyakit HIV berkembang. Viral load juga menunjukkan daya menular pada orang lain. Semakin tinggi viral load, semakin mudah menularkan HIV. Tes viral load bermanfaat untuk pemantauan terapi, untuk mengetahui apakah terapi mengendalikan virus.
Untuk mengetahui efektifitas suatu terapi dapat menggunakan hasil pemeriksaan sebelum dan sesudah konsumsi, baik untuk CD4 dan Viral Load. Angka CD4 harus naik dan viral load harus turun.

Bagaimana Pengalaman Penderita HIV/AIDS yang Mengkonsumsi 4Life Transfer Factor?
  1. Kami pernah merawat seorang anak yang tadinya seorang penderita HIV selama 11 tahun. Beberapa tahun terakhir kami beri 4Life Transfer Factor Plus. Sebelumnya terapi retro-viral dan terapi toxic retro-viral tidak membuahkan hasil. Akan tetapi setelah 13 bulan di beri campuran diatas dengan dosis tinggi, HIV anak tersebut negatif dan sekarang sudah benar-benar normal. Kualitas hidupnya benar-benar meningkat drastis, seperti inilah pengobatan modern seharusnya menurut saya. Ini benar-benar menyenangkan......R. R., Medical Doctor, Kentucky
  2. Setelah dirawat beberapa hari dirumah sakit, anak saya kembali kerumah dan menjalani rawat jalan. Ia sudah dinyatakan AIDS karena CD4nya 27 dan menjalani terapi ARV. Ia hanya sanggup konsumsi selama 1 minggu karena selama konsumsi tidak punya nafsu makan, kepalanya pusing dan mual. Kemudian dokter yang merawatnya menyarakan untuk konsumsi Transfer Factor. Selama 3 minggu konsumsi TBC nya negative, setelah satu bulan konsumsi kami kembali memeriksakan CD4 dan ternyata dalam waktu satu bulan cd4 naik menjadi 220….Ini luar biasa….Doni – 56 tahun -Jakarta
  3. Saya seorang ibu rumah tangga yang selalu patuh pada suami dan ajaran agama yang saya anut. Saya sering dirawat dirumah sakit karena kurang darah. Suatu hari saya menjalani transfusi darah, setelah menjalani transfusi darah saya mengalami gatal-gatal pada kulit. Kurang dari satu tahun setelah menjalani transfusi, saya dinyatakan dokter terinfeksi HIV/AID. Dokter memberi saya obat, tapi badan saya terasa panas ketika mengkonsumsinya. Saya tidak tahan dan menghentikannya. Suami saya mencoba mencari alternatif lain dan mendapatkan informasi tentang 4Life Transfer Factor lewat internet. Dia memberi saya 4Life Transfer Factor Plus dan 4Life Transfer Factor Trifactor Formula. Dalam waktu 2,5 bulan, berat badan saya naik 12 kg, CD4 saya naik dari 5 menjadi 35...Rania-Medan
  4. Saya merasa sakit kepala terus setiap hari, badan saya sering gatal-gatal, buang air besar berdarah, berat badan terus menurun dan tubuh saya terlihat hitam dan tubuh saya penuh dengan bentol-bentol merah seperti cacar air. Dokter saya menyarankan untuk konsumsi 4Life Transfer Factor. Saya konsumsi 9 kapsul 4Life Transfer Factor Plus sehari dan 6 kapsul 4Life Transfer Factor Advance sehari. Setelah kurang lebih empat bulan konsumsi semua keluhan-keluhan saya hilang. Sebelum konsumsi Transfer Factor CD4 saya 345 dan sekarang sudah 525...Subroto 42 tahun-Jakarta
  5. Saya baru tau terdeteksi hiv setelah kurang lebih terinfeksi kurang lebih 7 tahun. CD4 saya sudah rendah sekali yaitu 22 dan saya tidak mau mengkonsumsi ARV karena takut efeksampingnya. Saya coba konsumsi 3x3 4Life Transfer Factor Plus dan 3x2 4Life Transfer Factor Advance perhari. Dalam beberapa hari saja badan saya terasa segar kembali dan untuk memastikan kerja 4Life Transfer Factor, satu minggu setelah konsumsi saya kembali memeriksa CD4 dan hasilnya naik menjadi 45.Selain itu saya juga selalu menjaga kondisi saya dengan cukup istirahat, makan teratur dan bergizi, berpikiran positif dan menghindari stress. Satu bulan setelah konsumsi saya kembali melakukan pemeriksaan CD4 dan hasilnya meningkat menjadi 123...Andika 30 tahun-Bekasi
  6. Chinthia berumur 27 tahun. Kondisinya sangat lemah saat tiba di rumah sakit Nkosis Haven, sampai tak mampu membopong bayinya. Ia juga tak mampu melakukan pekerjaan ringan seperti menyapu. Berat badannya 44 kg. Konsumsi 4Life Transfer Factor Plus selama dua minggu berat badannya naik 7 kg. Karena batuk dan tidak bertenaga, dilakukan pemeriksaan TBC dan ternyata positif dan diberi obat TBC serta 4Life Transfer Factor Plus. Nilai CD4 saat tiba 297 naik menjadi 340, berat badan naik menjadi 63 kg. Kekuatan tubuhnya pulih. Penglihatannya dan ingatannya membaik, ia pun bisa merawat dirinya sendiri dan juga anaknya. Gail Johnson, Afrika Selatan.
  7. Raul berasal dari Meksiko. Dia memiliki AIDS dan kondisi nya sekarang sudah parah. Dia kehilangan berat badan dan sekarang sedang menjalani 2 metode pengobatan. Dia juga telah mencoba banyak produk. Teman nya memberitahu tentang 4LIFE TF PLUS dan dia langsung mencobanya. Setelah 2 bulan dengan dosis 6 TF PLUS per hari dia merasa sehat. Dia sekarang tambah gemuk, dan lebih memiliki energi. Dan sudah kembali ke kehidupan normalnya. Sekarang dia hanya memakaiTransfer Factor, dan meninggalkan 2 metode pengobatan lainnya
  8. Anak saya berusia 32 terkena HIV/AIDS dan sempat dirawat beberapa minnggu dirumah sakit. Setelah satu minggu mengkonsumsi ARV, dia tidak punya nafsu makan dan dia bilang rasanya gak karuan, akhirnya kami putuskan untuk menghentikan konsumsi ARV. Melalui internet saya dapat informasi tentang transfer factor. Saya memberinya Transfer Factor Plus 3×3 sehari dan Transfer Factor Advance 3×2 sehari. Dalam waktu 3 minggu TB negatif dan dalam waktu satu bulan CD4 naik dari 70 menjadi 213. Saya terus mensuport anak saya dalam melawan virus ini. Nafsu makannya pun sangat baik dan saya sangat bahagia dengan perkembangan yang signifikan ini. Danny 56 tahun – Jakarta.
  9. Teman saya bilang ke saya bahwa anak saya harus memakai transfer factor. Dia terkena AIDS, jadi kita pakaikan Transfer Factor padanya. Pada awalnya dia tidak mau meminumnya, jadi saya masukan pada minuman yang dia minum. Pada kunjungan ke dokter pertama, vira load nya menurun dari 400.000 menjadi 191.000. setelah dia konsumsi secara rutin, tes lab selanjutnya viral load nya menjadi 40.000. kami sangat terkejut dan berharap kesembuhan pada anak kami, terima kasih Transfer FactorConnie A
  10. HIV/AIDS – Tsidio berumur 5 tahun. Ketika dia datang ke rumah sakit kondisi tubuhnya penuh dengan luka dan kuping nya terinfeksi parah. Dia diperkenalkan dengan TF PLUS. Sampai saat ini telinga nya sehat, dan luka-luka di tubuhnya menghilang. Berat badan nya tadinya 10 kg sekarang sudah 16 kg. Gail Johnson, South Africa
  11. HIV/AIDS – Grace berumur 42 tahun. Dia memiliki CD4 388 dan berat nya 59 KG. Daya ingat nya sangat buruk, semenjak minum TF PLUS daya ingat nya membaik, dan tenaganya menjadi 110%. CD4 nya sekarang 411 dan berat badannya menjadi 70 KG. Gail Johnson, South Africa.
  12. HIV/AIDS – Feroza berumur 26 tahun. Dia sangat kurus. Dia membutuhkan asisten untuk berjalan, mandi dan makan. Pendengaran nya buruk, daya ingat dan kekuatan nya hanya 17 %. Dia sedang mengandung. Berat badan nya hanya 28 KG. CD4 nya 43. setelah 3 bulan pada TF PLUS, CD4 nya menjadi 78, beratnya menjadi 53 KG. Sekarang CD4 nya 163. beratnya menjadi 55 KG. Sekarang dia sudah bisa menangani dirinya dan anaknya. South africa
  13. AIDS / HIV 
    Sebuah sukses awal dengan Peningkatan Imun alami pada seorang pemuda dengan HIV. Kenny berusia 20 tahun dengan hemofilia yang tertular HIV bertahun-tahun yang lalu karena peralatan yang tidak steril ketika mengobatinya hemofilianya. Kenny telah banyak melakukan upaya pengobatan HIV sebelumnya, termasuk terakhir(dalam satu tahun terakhir), rejimen eksperimental dengan tidak ada respon positif. Ia menderita banyak efek samping dari terapi retroviral.

    Lima bulan lalu, Kenny mulai rejimen dosis tinggi TF (3 kapsul 3 kali sehari) dan TF + (2 kapsul 3 kali sehari), bersamaan dengan terapi eksperimental. Diatelah bebas infeksi selama meminum TF tersebut. Dia juga datang kepada kita dengan berita yang sangat menarik 3 minggu yang lalu: ia memiliki jumlah virus NOL, dan sekarang CD4 dekat pada batas normal yaitu 475. Apakah Kenny sudah benar-benar sembuh? Tidak, tapi dia sekarang tampak sehat dan menuju kemungkin menjadi bebas penyakit. Penghitungan berikutnya dijadwalkan enam minggu dari sekarang dan kami akan update. Kenny adalah peer konselor dan pendidik untuk HIV / AIDS dan dia sekarang menyebarkan berita tentang TF dan TF + untuk anggota komunitas AIDS. Ia juga merupakan distributor 4Life Research dan berharap untuk membangun sebuah organisasi penjualan besar bagi orang yang terkena HIV dan Hepatitis C. Dengan demikian, ia mengatakan bahwa ia tidak akan harus berhadapan dengan prasangka terhadap orang-orang yang terinfeksi HIV:Tampaknya 4Life Research hanya dapat memberikan Kenny a HIDUP BARU, dalam banyak hal. Kekuatan TF / TF + dan 4Life Research terus berlanjut.

    Update 11/25/99: CD4 count sekarang 525!

    Update (Musin Dingin, 2000): Seperti banyak dari Anda akan ingat, kami memperkenalkan Kenny, seorang pemuda hemofilia yang didiagnosis HIV positif sepuluh tahun lalu. Setelah bertahun-tahun menerima perawatan medis eksperimental, Kenny mulai mengambil Transfer Factor dan Transfer Factor ditingkatkan dalam dosis tinggi 9 bulan yang lalu. Kami pertamanya mengumumkan jumlah virus NOL dan jumlah CD4 (jumlah darah putih) hampir normal dalam QVnewsletter kami yang terakhir. Sekarang, 3 bulan kemudian, ia telah mengulangi jumlah virus HIV-nya tetap NOL dan jumlah CD4-nya sudah normal. Dan terus menjadi bebas infeksi! Anda mungkin telah melihat cerita Kenny dalam edisi November Teen People Magazine. Sekarang Kenny berbagi pengalaman yang luar biasa dengan orang lain yang menderita penyakit HIV. Menakjubkan apa yang bisa dilakukan oleh kekuatan peningkat sistem imun Transfer Factor dan Transfer Factor ditingkatkan bisa melakukannya!

    Update (Musim Semi / Musim Panas, 2000): Seperti banyak dari Anda akan ingat,kami memperkenalkan Kenny, seorang pemuda hemofilia yang didiagnosis HIV positif 10 tahun lalu. Setelah bertahun-tahun menerima perawatan medis eksperimental, Kenny mulai mengambil Transfer Factor dan Transfer Factor ditingkatkan dalam dosis tinggi 12 bulan yang lalu. Kami pertamanya mengumumkan jumlah virus NOL dan jumlah CD4 (jumlah darah putih) hampir normal dalam QVnewsletter kami yang terakhir. Sekarang sembilan bulan kemudian dia telah mengulangi jumlah virus HIV-nya tetap NOL dan jumlah CD4-nya terakhir 600 (batas bawah normal adalah 500) Dan tetap bebas infeksi! Sebagai konselor remaja seusianya, Kenny kini memulai upaya dengan energi baru untuk berbagi Transfer Factor dengan dunia HIV. David Markowitz MD, Me.
* Bagi penderita HIV segera naikkan sistem imunnya jangan sampai terlambat.
.

Untuk konsultasi tentang menyembuhkan HIV/AIDS dengan madu herbal pamungkas MHP815, silakan hubungi LANGSUNG :
Sidik Rizal
XL: 08787.882.1248 atau
WA: 081.385.386.583 atau
WA: 0822.4610.4034 atau
Telkomsel: 0813.818.33855
twitter @dikrizal
instagram @dik_rizal
website http://klinik-herbalis.blogspot.co.id

9 Cara Mengobati HIV/AIDS Secara Tradisional + Medis

Jumat, 01 April 2016

Hingga saat ini para ilmuwan terus mengembangkan ilmu pengetahuan untuk menemukan obat khusus bagi penderita HIV AIDS. Penyakit HIV AIDS disebabkan karena infeksi dari virus Human Immunodeficiecy Virus. Virus ini menyerang dengan berbagai macam tahap yang berbeda. Pada tahap awal banyak orang yang tidak menyadari tentang gejala dari infeksi HIV. Namun kondisi tubuh yang terus menerus lemah bisa menjadi salah satu tanda serius. Diagnosis untuk menentukan sakit ini dilakukan dengan pemeriksaan darah. Terkadang beberapa penderita HIV AIDS juga perlu melakukan beberapa kali pemeriksaan untuk mengetahui pepastian tentang HIV AIDS yang sudah menginfeksi dalam tubuh.


Bagaimana Cara Perawatan HIV AIDS ?
Pada dasarnya tidak ada satupun obat yang bisa menyembuhkan HIV AIDS. Ilmuwan terus mengembangkan penelitian untuk mengetahui bahwa perkembangan virus HIV AIDS tidak berjalan terlalu cepat. Jika perkembangan terjadi dalam waktu yang lebih cepat maka harapan hidup penderita bisa menjadi lebih kecil. Berikut ini adalah beberapa cara mengobati HIV AIDS dengan jenis obat yang sering digunakan bagi penderitanya :

1. Konsumsi Obat ART (Anti Retroviral Therapy)

Obat ini khusus bekerja untuk mengatasi perkembangan virus sehingga bisa memberikan harapan hidup yang lebih panjang untuk penderita HIV AIDS. Obat ini sama sekali tidak bisa menyembuhkan HIV AIDS. Pemakaian obat ini pada ibu hamil bisa mengurangi resiko virus penyakit menular ini ke janin. Namun pada dasarnya obat ini sama sekali tidak menyembuhkan dan hanya mengurangi berbagai gejala dan infeksi penyakit lain.

2. Obat Antiretroviral (ARV)

Ini adalah salah satu jenis obat yang dikembangkan untuk menghentikan kerusakan sel dalam tubuh akibat dari infeksi HIV. Cara mengobati HIV AIDS ini juga bisa digunakan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga bisa mencegah kerusakan sel tubuh yang lebih parah. Obat ini diperlukan seumur hidup bagi penderita HIV AIDS. Berhenti dari perawatan ini akan membuat tubuh menjadi lebih resisten sehingga perawatan harus dilakukan secara terus menerus.

3. Obat ARV untuk Ibu Hamil

Ibu hamil memerlukan obat ARV untuk mencegah penularan virus dari dirinya ke janin dalam rahim. Jika ibu hamil tidak melakukan perawatan ini maka kemungkinan besar bisa menularkan virus ke janin sehingga bayi yang lahir terinfeksi HIV. Ibu hamil juga disarankan untuk melakukan proses persalinan cesar dibandingkan proses persalinan normal untuk mencegah penularan virus. Selain itu, ibu hamil juga dilarang untuk menyusui bayi karena HIV bisa menular lewat ASI.

Efek Samping Perawatan Medis

Pemakaian berbagai jenis obat seperti ARV atau ART memang banyak disarankan oleh dokter. Obat ini memang tidak akan menyembuhkan HIV AIDS, tapi paling tidak bisa mengurangi gejala dan dan berbagai penyakit yang menyerang penderita karena sistem kekebalan tubuh yang terus melemah. Namun perawatan ini juga sering dihindari karena menyebabkan beberapa efek samping dibawah ini.
Sulit untuk tidur dan terkadang juga bisa menyebabkan tekanan mental serta depresi
Gangguan pencernaan yang menyebabkan mual dan muntah secara terus menerus
Sakit kepala dan badan yang terasa lebih lemah
Penyakit kulit yang menyebabkan beberapa bagian kulit menjadi lebih hitam atau merah
Berbagai efek samping ini juga bisa menyebabkan kurang percaya diri bagi penderita HIV AIDS.
Perawatan Tradisional untuk HIV AIDS

Sementara banyak ilmuwan yang terus mengembangkan obat untuk HIV AIDS, maka beberapa pakar juga bergerak untuk mencoba menemukan obat tradisional. Beberapa bahan khusus yang ditemukan dari alam diyakini bisa menyembuhkan HIV. Namun cara mengobati HIV AIDS ini belum tentu efektif untuk semua penderitanya sehingga selama perawatan penderita tetap harus menjalankan terapi atau konsultasi dengan dokter. Berikut ini adalah beberapa jenis langkah perawatan tradisional:

1. Terapi dengan Bawang Putih
Bawang putih dipercaya bisa mengendalikan perkembangan atau infeksi virus. Bahkan bawang putih juga bisa membuat berbagai gejala yang berhubungan dengan sistem kekenalan tubuh menjadi lebih ringan. Penderita yang memilih perawatan medis dengan obat-obatan ARV atau ART bisa mengurangi berbagai efek samping dengan makan bawang putih. Bawang putih bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga kesehatan menjadi lebih baik.

2. Yoga
Yoga adalah salah satu latihan tubuh yang disarankan untuk penderita HIV AIDS. Yoga bisa menggerakan organ tubuh dengan baik hingga ke bagian semua syaraf tubuh. Selain itu, yoga juga bisa memberikan efek yang menenangkan untuk pikiran sehingga mengurangi stress dan depresi. Penderita HIV AIDS sangat disarankan untuk melakukan yoga mulai dari tahap awal. Latihan dengan seorang instruktus harus dilakukan untuk membantu menemukan jenis yoga yang paling baik bagi penderita.

3. Akupuntur
Akupuntur adalah tehnik perawatan dengan menggunakan jarum kecil yang ditusukkan ke titik dibagian tubuh tertentu. Perawatan ini memang tidak bisa menyembuhkan HIV AIDS tapi bisa mengendalikan rasa sakit akibat infeksi dari virus yang sudah masuk ke tubuh. Akupuntur juga bisa membantu peredaran darah menjadi lebih baik sehingga bisa mengurangi efek infeksi yang lebih cepat.

4. Meditasi
Meditasi adalah salah satu perawatan yang dilakukan untuk mengendalikan pikiran, perasaan dan mendapatkan ketenangana batin. Meditasi mengatasi penderita HIV AIDS yang sering mengalami gangguan kecemasan, kesulitan tidur dan stres karena terus memikirkan tentang penyakit yang diderita. Banyak penderita HIV AIDS yang bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik dengan melakukan meditasi. Meditasi bisa dilakukan di rumah , tempat latihan atau di tempat khusus yang bisa membuat tubuh dan pikiran menjadi rileks. Langkan ini bisa dilakukan dengan iringan musik dan instruktur.

5. Konsumsi Suplemen
Berbagai jenis suplemen biasanya dikonsumsi untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Bagi penderita HIV AIDS maka jenis suplemen tertentu bisa membantu mempertahankan kesehatan tubuh sehingga bisa menjalani kehidupan dengan baik. beberapa jenis suplemen yang disarankan adalah seperti:
Makanan yang mengandung vitamin D yang bisa menjadi sumber kalsium sehingga bisa meningkatkan kekuatan dan kesehatan tulang.

Suplemen selenium yang berfungsi untuk mengatasi perkembangan infeksi virus HIV.
Suplemen minyak ikan yang bisa mengatasi masalah penumpulan lemak dalam tubuh
Suplemen vitamin B12 yang digunakan oleh ibu hamil untuk mempertahankan kondisi kesehatan dan janin.
Suplemen protein yang bisa membantu penderita HIV AIDS untuk tetap memiliki berat badan yang seimbang dan tidak mudah terserang penyakit.

6. Perawatan Herbal
Perawatan herbal banyak dikembangkan oleh beberapa negara seperti China dan India. Dua negara ini memang sangat terkenal dengan perawatan herbal yang menggunakan berbagai jenis ramuan dan tanaman khusus yang tumbuh liar di hutan maupun dari laut. Namun perawatan ini hanya bertujuan untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah perkembangan infeksi, tapi tidak bisa digunakan untuk menyembuhkan. Berikut ini beberapa perawatan cara mengobati HIV AIDS dengan herbal yang dikenal :
  • Teh hijau – Teh yang dikonsumsi secara rutin memberikan efek antioksidan yang cukup tinggi sehingga melindungi sistem kekebalan tubuh
  • Ginseng – Tanaman ini dikenal memiliki satu juta manfaat untuk mengatasi peradangan dan infeksi pada organ tubuh akibat serangan virus HIV
  • Jamur shitake – Jamus ini digunakan sebagai salah satu tanaman obat untuk melindungi sistem kekebalan tubuh dan mencegah perkembangan virus dalam tubuh. Selain itu jamur ini juga sangat berperan untuk menurunkan kadar kolesterol dan darah sehingga penderita HIV AIDS dapat hidup lebih baik.
  • Madu herbal dengan komposisi utama habbatussauda dan minyak zaitun serta propolis
Pada intinya memang belum ada obat khusus yang bisa menyembuhkan infeksi HIV maupun AIDS, namun masih selalu ada harapan bagi para penderita penyakit mematikan ini untuk bisa sembuh total. Dan harapan itu bukannya omong kosong. Penyakit ini sangat menakutkan karena tidak mudah untuk diatasi. Banyak penderita HIV AIDS di dunia yang terus mengalami depresi dan tekanan mental yang berat. Oleh karena itu lebih baik jika kita meningkatkan kesadaran diri agar terhindari dari HIV AIDS. Dan bila sudah terpapar atau terjangkiti penyakit ini , sebaiknya untuk kembali kepada solusi cara yang diperintahkan oleh agama, yakni berpasrah diri kepada Tuhan dan bertaubat atas segala dosa yang menyebabkan datangnya penyakit ini.

-----------------
Untuk konsultasi tentang menyembuhkan HIV/AIDS dengan madu herbal pamungkas MHP815, silakan hubungi LANGSUNG :
Sidik Rizal
XL: 08787.882.1248 atau
WA: 081.385.386.583 atau
WA: 0822.4610.4034 atau
Telkomsel: 0813.818.33855
twitter @dikrizal
instagram @dik_rizal
website http://klinik-herbalis.blogspot.co.id

Obat Herbal HIV/AIDS Termurah di Dunia

Rabu, 27 Januari 2016

Tahukah kalian, khasiat herbal dari rebusan daun pepaya, daun mengkudu, daun sirsak & daun sambiloto (sambiroto) bisa membunuh virus berbahaya seperti HIV, dalam waktu relatif singkat?

Kita hanya butuh 30 hari berturut-turut untuk mengkonsumsi rebusan daun pepaya, daun mengkudu dan daun sirsak plus daun sambiloto, maka HIV akan diberantas secara maksimal. Bahkan bisa sembuh total tanpa efek samping. Murah sekali bukan?

Berikut cara membuat jamu herbal super pahit ini.
Berhubung banyaknya kejadian beberapa pasien yang putus asa dan membuat sendiri obat herbal dari daun sambiloto, karena kurang fahamnya terhadap proses pembuatan obat herbal yang higienis dan aman, maka beberapa keluhan kami terima dengan adanya efek samping penggunaan ramuan herbal buatan sendiri tanpa pengawasan ahli.

Maka dari itu tips dan kiat membuat ramuan herbal dari daun sambiloto kami hapus.

Alangkah bijaknya jika pembaca menghubungi klinik-herbali yang telah mebuat ramuan madu herbal yang sesuai dengan komposisi aman bagi para penderita HIV/AIDS dan tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya.

Untuk konsultasi tentang menyembuhkan HIV/AIDS
dengan madu herbal pamungkas MHP815,
silakan hubungi LANGSUNG :
Thabib Sidik Rizal
XL 087878821248 atau
simPATI 081385386583 atau
WA 0822.4610.4034
Facebook @dikrizalsidik
twitter @dikrizal
instagram @dik_rizal
website http://klinik-herbalis.blogspot.co.id

Testimoni Kesembuhan dari HIV/AIDS

Sabtu, 16 Januari 2016

Sebenarnya sangat sulit meminta kerelaan mereka selaku pasien yang telah sembuh dai penyakit HIV/AIDS setelah mengkonsumsi Madu HERBAL pamungkas (MHP atau MHP815).

Bahkan tak sedikit dari mereka merasa tak pernah mengkonsumsi habis MHP, padahal nama mereka tercatat sebagai salah satu daftar pembeli dan pemesan madu herbal khusus terapi penyembuhan HIV/AIDS ini.

Banyak alasan kenapa mereka tak mau lagi mengingat pernah mengidap penyakit berbahaya dan mematikan ini, namun keberadaan mereka dan masih bisa bertahan hidup adalah sebagai bukti bahwa keberhasilan terapi pengobatan yang menggunakan dua cara ini, baik diminum maupun dibekam (blood letting therapy) sangatlah tinggi. Sekalipun begitu demi nenjaga kerahasiaan pasien, kami tidak bisa menampilkan semua pasien kami, tanpa izin dari mereka.

Bagi sebagian pasien maupun klien kami yang mempunyai kesulitan secara finansial, kami pun memberikan bantuan subsidi silang berupa gratis pengobatan hingga sembuh total dengan persyaratan mau dengan sukarela menjadi testimoni, kesaksian kesembuhan dengan memberikan nomor telepon mereka untuk dipublikasikan di media kami. Jika mereka pada akhirnya sembuh total.

Sebagai praktisi kethabiban pun, kami berusaha menjaga privasi mereka agar tak terganggu. Namun di lain pihak, testimoni mereka merupakan informasi penting bagi peningkatan keyakinan para pasien lainnya yang masih ragu dan belum mendapatkan keyakinan bahwa penyakit ini bisa disembuhkan hingga tuntas.

Disamping testimoni kontak yang telah sembuh, perlu juga kami lampirkan testimoni kontak mereka yang terlambat mengkonsumsi MHP, dimana mereka telah memesan MHP tapi karena satu dan lain hal, si pasien tidak bisa mengkonsumsi MHP secara tuntas, dan berakhir dengan kematian.

Hal ini justru sangat tidak nyaman bagi ahli waris yang mempunyai nomor telepon dipublikasikan. Hampir semua dari para pasien yang meninggal tak setuju menjadi testimoni, sehingga kami memutuskan untuk menghapus nomor testimoni mereka yang pernah mengkonsumsi tapi tidak bisa rutin dan sesuai dengan dosis yang diberikan.

Perlu juga kami sampaikan tidak semua terstimoni akan memberikan pernyataan bahwa mereka atau keluarga mereka pernah menderita HIV/AIDS. Namun dapat dipastikan mereka pernah mengkonsumsi MHP (MHP815) hingga gejala penyakitnya hilang sama sekali.

Bahkan ada juga pasien yang sembuh total, seperti kehilangan memori pernah mengkonsumsi obat MHP ini hingga beberapa kali. Hal ini wajar saja, karena mereka mungkin berubah pikiran demi menjaga privasi mereka.

Jika ada yang seperti itu, mohon hubungi admin blogger ini, untuk menghilangkan nomor testimoni tersebut. Namun kebanyakan dari testimoni kontak berikut ini telah dinyatakan sembuh penyakit HIV/AIDSnya dan kembali menjalani kehidupan normalnya.

Hal ini sesuai dengan kesepakatan awal ketika mereka mempunyai kendala tidak bisa membeli obat herbal madu ini selama beberapa bulan hingga sembuh, dan mereka dibantu dengan bantuan paket ekonomis dengan harga diskon hingga sembuh asal mereka mau nomor teleponnya mau dipublikasikan sebagai testimoni.

Testimoni OHIDA & ODHA yang Sembuh Secara Total

01. Noname - Nowhere - 02#93274925
Suami saya dinyatakan positif HIV bahkan sudah masuk stadium gejala AIDS. Kami sekeluarga hampir putus asa, lalu kami mendapatkan nomor kontak MHP dari hasil pencarian di internet. Dan kami memesan beberapa botol MHP ukuran 1 liter. Lalu disarankan oleh Ust. Sidik, bagaimana mengkonsumsi dan berapa banyak dosis yang harus diminum suami saya.

Puji Tuhan, semua penyakit yang menunjukkan gejala AIDS kini mulai berkurang, dan kini pun suami saya tidak perlu mengkonsumsi MHP lagi.

Meskipun mahal, tapi keampuhan menyembuhkan penyakit ini bisa dirasakan oleh kami. Bukan saja suami saya yang kini mulai membaik, tapi juga keluarga kami semakin merasa tenang dan tidak kuatir lagi dengan keadaan suami saya. Kini kami menjalankan nasihat Thabib Sidik untuk selalu memberikan asupan berupa jus buah dan sayur-sayuran berwarna hijau, serta memperbanyak minum susu dan kuning telur.

02. Anggie - Jawa Barat (08960564#01#)
Saya terkejut ketika dinyatakan positif HIV, dan dalam kepanikan, saya berusaha mencari cara dan jalan keluar dengan segala hal termasuk mencari informasi pengobatan herbal di internet. Setelah saya membaca satu liputan dari media online liputan SCTV, saya menemukan sebuah merk pengobatan herbal yang disebut Du*rup*, dimana akhirnya saya menelusurinya lebih jauh dan akhirnya mendapatkan MHP 815. Kedua terapi ini sangat berbeda, yang pertama menggunakan bahan-bahan dedaunan kering yang harus direbus dulu saat hendak dikonsumsi, sedangkan MHP, bisa langsung dikonsumsi hingga sembuh total. Namun pebandingan haga yang jauh juga jadi pertimbangan saya. Obat herbal dedaunan kering Du*Rup* memang harganya relatif terjangkau, tapi proses perebusan dengan peralatan khusus yang membuat tidak praktis. Sedangkan MHP yang bisa langsung diminum, haganya sangat tinggi. Tapi saya ingin bisa langsung sembuh, saya bulatkan tekad untuk memesan satu botol. Dan hasilnya benar-benar terasa. Lebih lega lagi ketika saya mendapatkan hasil laboratorium bahwa sudah tidak reaktif.

03. Natan - Bandung, Jabar (081#94#08288)
Saya dinyatakan positif HIV, setelah periksa ke dokter dan juga hasil tes darah dari laboratorium telah keluar. Saya juga kuatir pasangan saya tertular penyakit yang sama, sementara saya sedang bingung dengan persiapan skripsi saya. Ketika sedang browsing di internet, saya menemukan blogs yang memberikan solusi pengobatan herbal madu yang bisa memungkas habis penyakit memalukan ini.

Setelah kontak beberapa kali dan mengetahui betapa mahalnya harga obat ini, saya menyepakati untuk membeli obat madu herbal pamungkas dengan kondisi, jika saya sembuh total, maka saya bersedia untuk dijadikan testimoni. Sepanjang saya diberikan kemurahan harga oleh Thabib Sidik si terapis madu herbal.

Saya pesan 4 botol MHP berukuran 1 liter yang akan saya konsumsi sendiri dan untuk pasangan saya. Kebetulan dia tidak tahu bila saya terpapar penyakit ini, jadi saya minta dia mau mengkonsumsi madu ini tanpa tanya-tanya lagi. Mulanya agak susah menjelaskannya kenapa dia harus minum madu herbal ini tanpa menerangkan bahwa ini adalah oabt herbal untuk membasmi HIV dan bisa menyembuhkan AIDS. Tapi akhirnya dia percaya dan mau meminumnya, tanpa bertanya lebih jauh.

Dan puji Tuhan, setelah mengkonsumsi beberapa botol dan pembelian berlanjut ke pemesanan kedua, sebelum sidang skripsi, saya sudah merasa sehat dan fokus pada pekerjaan utama saya, yakni menyelesaikan skripsi saya. Kekuatiran saya pada penyakit HIV seperti hilang sama sekali, dengan kenyataan tak ada gejala penyakit Infeksi Oportunistik yang timbul saya rasakan. Terima kasih kepada Thabib Sidik yang telah membantu saya menyembuhkan saya dari penyakit yang dibilang orang tak bisa disembuhkan ini.

Meskipun Thabib Sidik tak mau menerima ucapan terima kasih saya, dengan mengatakan, kembalilah banyak mengingat Tuhan dan bartaubatlah dari segala perbuatan yang menyebabkan datangnya penyakit ini. Saya setuju dengan nasihatnya, itulah sebabnya saya tak keberatan dijadikan testimoni tentang kesembuhan saya ini.

04. Fulan bin fulan - Jogjakarta (085*2631***)
Sekitar 4 tahun lalu di tahun 2011 saya pernah melakukan hal yang tak pantas untuk pertama kalinya, dan saya sangat menyesal sekali melakukannya. Apalagi ketika tahu bahwa diri saya tertular PMS (penyakit menular seksual) ketika saya memeriksakan diri ke dokter. Lebih menakutkan lagi, ketika dokter memberitahu saya ada besar kemungkinan saya tertular HIV juga.

Saya betul-betul ketakutan. Sebagai mahasiswa, saya berusaha untuk bisa sembuh. Saya pun mencari informasi tentang penyakit dan bagaimana mengatasinya melalui internet. Akhirnya saya jumpai blogs ini, dimana tercantum terapi yang diberikan adalah madu herbal pamungkas yang bisa membersihkan pasien penderita secara total dari HIV.

Bukannya saya mendapatkan terapi langsung, yang saya hubungi, Thabib Sidik justru menasihati saya banyak hal untuk merubah perilaku gaya hidup saya yang tidak baik. Saya diminta untuk kembali sebagai muslim dan menghindari perbuatan maksiyat dan saya harus melakukan taubatan nasuha. Awalnya saya agak merasa risih dan tak nyaman, tapi ketika dia bilang hanya dengan banyak istighfar dan bertaubat, maka saya bisa sembuh total, maka dia mau memberikan madu herbal pamungkas salah satu cara yang menurutnya sesuai syariah dan dicontohkan oleh Nabi. Itulah sebabnya dia selalu mengulang-ulang mengatakan, ini adalah cara pengobatan nabi untuk mengatasi segala macam penyakit kecuali kematian dan penyakit tua.

Saya pun akhirnya bisa memesan beberapa botol MHP untuk dikirimkan langsung ke tempat kos-kosan di Jogjakarta.

Disamping saya mengkonsumsi obat herbal yang rasanya pahit ini dan kental seperti madu atau dodol encer ini, saya juga mulai memperbaiki gaya hidup dan ibadah saya sebagai muslim.

Alhamdulillah kurang dari 3 bulan, dokter menyatakan saya sembuh total dari gejala positif HIV dan hasil laboratorium menyatakan darah saya non-reaktif HIV.

Alhamdulillah, terima kasih banyak atas nasihat dan bantuan obat madu herbal pamungkasnya. Meskipun harganya relatif mahal bagi saya selaku mahasiswa, tapi saya percaya apa yang dilakukan oleh Ust. Sidik jauh lebih bernilai dari apa yang telah saya keluarkan. Terima kasih Thabib Sidik, semoga Allah memberkati anda.

05. Aryo - PondokGede HEK, Jakarta Timur (082###020890)
Sebagai seorang satpam dan mahasiswa di perguruan tinggi swasta, tentunya penghasilan saya tidak seberapa. Bahkan kadang saya agak kewalahan dengan kelanjutan perkuliahan saya. Ini sering membuat saya stres. Karena ingin menghilangkan stres, saya mencoba mencari cara agar tidak terlalu stres, tapi ternyata cara itu salah. Justru membuat saya terkena penyakit yang sangat mematikan sekaligus memalukan untuk diceritakan kepada siapapun. Termasuk kepada dokter spesialis pun saya ragu untuk berterus terang tentang apa yang saya dapatkan setelah perbuatan maksiat itu.

Itulah sebabnya saya mencoba mencari cara untuk bisa sembuh tanpa harus diketahui umum, sebab jika saya pergi periksa ke dokter dengan biaya kantor tempat saya bekerja, pasti semuanya akan ketahuan.

Saya akhirnya mendapatkan nomor telepon pak Thabib Sidik, yang menawarkan kesembuhan hanya dengan mengkonsumsi rutin Madu Herbal Pamungkas (MHP). Tapi sayang sekali harganya sebesar Rp 1,5juta per botolnya terbilang berat buat saya.

Yang lebih aneh lagi, Thabib Sidik meminta saya untuk rajin ikut pengajian dan tertib menjalankan ibadah sholat lima waktu. Saya pun menyanggupi, alhamdulillah saya diberi MHP dengan harga yang lebih murah dan terjangkau. Pak Thabib bilang dengan bantuannya itu, dia berharap saya tidak keberatan jika nomor telepon saya dipublikasikan sebagai testimoni kesembuhan saya.

Kini saya sama sekali tak merasakan gejala penyakit memalukan itu sama sekali, bahkan sering sekali saya merasa tak pernah tertular PMS.

Saya bersyukur sekaligus bertaubat tak akan melakukan perbuatan maksiyat itu. Apalagi sering sekali Thabib Sidik menasihati saya, bahwa sebaik-baiknya orang yang berbuat dosa maksiyat adalah orang yang mau bertaubat dan merubah hidupnya lebih dekat kepada Tuhan.

Kini saya berusaha untuk rajin beribadah di tengah pekerjaan saya sebagai satpam dan juga kesibukan saya sebagai mahasiswa tingkat akhir. Meskipun MHP sudah habis saya konsumsi, tapi saya mengikuti nasihat Thabib Sidik untuk rajin minum madu manis alam dan perbanyak konsumsi jus buah-buahan apa saja, termasuk jus sayuran.

Dan saya juga mencoba menjalani pola gaya hidup sehat, dengan berusaha keras tidak merokok lagi. Alhamdulillah, saya sembuh total. Namun nanti jika ada orang bertanya, saya akan bilang, saya tidak pernah punya penyakit HIV/AIDS lagi. Tidak pernah mau lagi.

06. Ojan - Cikarang, Kabupaten Bekasi - Jabar (0858104#0513 / 085#95343863)
Saya pelajar SMA swasta di kawasan Cikarang Barat. Saya akui saya sangat nakal, sehingga saya melakukan perbuatan dosa besar seperti narkoba dan minum-minuman keras khususnya dalam pergaulan bebas. Saya tinggal di kawasan dimana banyak sekali PSK biasa nongkrong dan mangkal di tempat-tempat remang di kawasan Kalimalang Bekasi.

Saat itu peraturan pemerintah daerah tidak sekeras seperti sekarang ini. Awal tahun 2008 saya sering berhubungan dengan beberapa perempuan nakal yang saya jadikan teman main. Dan setahun kemudian saya mendadak terkena berbagai penyakit aneh. Akhirnya saya hanya bisa tergeletak di tempat tidur. Namun hal ini tidak pernah diketahui keluarga, karena saya merahasiakannya. Saya dibawa ke dokter umum, dan dokter merekomendasikan ke dokter spesialis kulit dan kelamin. Keluarga mulai curiga. Saya tetap merahasiakannya.

Karena takut diketahui keluarga tentang penyakit ini, saya coba mencari cara menyembuhkannya tanpa sepengetahuan keluarga, juga tidak lagi menghubungi dokter spesialis lebih jauh. Saya menemukan nomor telepon Thabib Sidik dengan terapi pengobatan madu herbal. Saya kembali punya harapan.

Tapi awalnya saya masih ragu. Apalagi dalam percakapan via telepon Thabib Sidik sempat menyebutkan harganya yang selangit, Rp1,5 juta saat itu. Bagaimana mungkin saya bisa membelinya. Tapi saya sudah sangat takut, apalagi ketika saya diberitahu tak ada yang bisa menyembuhkan HIV/AIDS kecuali mengkonsumsi ARV yang diberikan gratis oleh pemerintah kepada masyarakat luas, tapi untuk seumur hidup. Artinya saya pasti ketahuan oleh keluarga terkena penyakit terkutuk ini. Dan akhirnya saya memberanikan diri memesan satu botol MHP, dan membuat perjanjian dengan Thabib Sidik untuk bertemu. Kami buat titik pertemuan di masjid agung di kawasan kantor pemda kabupaten Bekasi. Lokasi netral dan aman buat saya.

Tapi ketika Thabib Sidik sudah tiba di lokasi pertemuan, saya berubah pikiran. Saya memang belum memegang uangnya sama sekali, saya hanya berharap bisa mendapat kemurahan hati Thabib Sidik, agar bisa memberikan harga khusus dan bayarnya bisa dicicil. Cuma saat itu nyali saya ciut dan sangat malu bertemu dengan beliau.

Apalagi beliau berjanji akan memberikan bantuan semampunya agar saya bisa mengkonsumsi rutin dengan harga khusus, setelah mengetahui saya hanya seorang pelajar SMA. Sepertinya Thabib Sidik kecewa, dia sudah datang jauh-jauh dari rumahnya di Jakarta, dan tiba di kawasan Delta Mas, Cikarang Pusat. Saya malu dan saya memutus kontak hingga lebih dari sebulan saya tak angkat telepon darinya.

Sebulan berlalu, Thabib Sidik tetap saja menghubungi saya, akhirnya bapak saya mengangkat telepon tanpa sepengetahuan saya. Dan bapak saya memberikan alamat rumah saya. Tak lebih dari 3 hari, tahu-tahu saya menerima kiriman MHP yang dibungkus rapi dengan tulisan, GRATIS. Saya terharu, dan saya pun mencoba menelepon Thabib Sidik untuk minta maaf karena telah mempermainkannya, meskipun saya tak ada niat. Saya jelaskan saya hanya ketakutan dan benar-benar tak punya uang untuk membayar obat MHP itu.

Meski hanya dikasih dua botol ukuran kecil 500ml, saya diberi tahu Thabib Sidik untuk meminumnya dengan dicampur dengan madu asli yang bisa saya beli di minimarket atau apotik.

Saya membeli sebotol madu murni asli di Indomar*t dan saya campur dengan MHP. Alhamdulillah setelah mengkonsumsi rutin MHP yang dicampur dengan madu murni dan terkadang saya campur dengan jus buah, kini badan saya kembali segar. Dan semua penyakit menular seksual yang saya derita kini hilang tuntas.

Saya memang belum periksa darah apakah saya terbebas dari HIV/AIDS, tapi melihat perkembangan fisik saya yang drastis dan sudah tak ada lagi keluhan di area kelamin saya, buat saya itu sudah cukup.

Kini saya mencoba hidup bersih dan sehat. Saya tidak lagi berkumpul dengan teman-teman yang merusak kehidupan saya lagi. Saya lebih percaya diri, walaupun saya tak tahu apakah HIV telah hilang dari tubuh saya. Yang saya tahu saya merasa jauh lebih baik dari pada dulu.

07. M. Hafiz - Tangerang (08238280#465)
Saya karyawan di sebuah kantor swasta di Jakarta. Saya belum menikah, dan saya suka sekali bergonta-ganti pasangan yang mau saya ajak pacaran. Kehidupan saya beberapa tahun silam, memang jauh dari agama. Tapi saya menghindari minum minuman keras dan narkoba. Hanya masalah hubungan bebas dengan teman kencan saya, yang masih sulit saya jauhi. Dan saya sering sekali tidak menggunakan karet pengaman ketika melakukannya.

Bencana besar itu pun terjadi ketika saya menemukan bintik-bintik merah seperti bentolan getah bening di sekitar kelamin saya. Saya ketakutan dan akhirnya saya mencoba memeriksakan diri ke dokter. Positif, kata dokter saya terkena PMS, yakni Gonorrhea (GO). Tapi yang lebih mengejutkan lagi adalah, saya kemungkinan besar juga terpapar HIV/AIDS. Itulah sebabnya saya diminta untuk memeriksakan darah saya ke laboratorium. Saya ragu, tapi untuk memastikan, akhirnya saya setuju dengan saran dokter tersebut.

Sambil menunggu hasil pemeriksaan darah saya dari laboratorium, saya coba mencari tahu tentang apa itu HIV/AIDS dan bagaimana menanggulanginya. Karena dokter saya bilang, mungkin GO saya bisa disembuhkan secara tuntas, tapi jika positif HIV, maka itu adalah penyakit seumur hidup. Katanya demikian menurut ilmu pengetahuan kedokteran yang umum dikenal.

Rasa penasaran bercampur ketakutan saya, membuat saya coba cari tahu apakah ada peluang saya bisa disembuhkan. Setelah saya googling di internet, saya menemukan kontak Thabib Sidik, dimana dalam liputan blogs itu dikatakan bahwa HIV/AIDS bisa disembuhkan secara total. timbul sedikit harapan saya di tengah ketakutan saya yang tak terkendali pada saat itu.

Saya mencoba menghubungi Thabib Sidik dengan penuh tanya dan keingintahuan, apakah saya bisa disembuhkan.

Singkat cerita, saya pun mendapatkan penjelasan yang panjang lebar dari Thabib Sidik sehingga saya merasa yakin bahwa saya masih ada harapan sembuh total. Harganya yang selangit buat saya, sekitar Rp1,5 juta per botol tapi itu jauh lebih murah daripada akibat penyakit yang akan seumur hidup ini, saya memutuskan untuk membeli sebotol MHP dan dikirimkan ke rumah saya.

Awalnya saya mau bertemu dengan Thabib Sidik di kantornya, tapi akhirnya saya minta dikirimkan paket saja, ini jauh lebih nyaman buat saya.

Terapi berlanjut hingga ke pemesanan botol kedua, tapi setelah merasakan dua botol MHP, khasiatnya sudah tampak. Penyakit GO, saya hilang tuntas, meskipun saya minum secara bersamaan obat-obatan dari dokter spesialis, tapi Thabib Sidik meminta saya memberikan jeda waktu 2 jam sebelum atau sesudah mengkonsumsi obat medis dari dokter itu.

Setelah lewat dari 3 bulan saya merasa sehat dan saya sudah tidak peduli lagi dengan hasil tes laboratorium. Bagi saya, ketika tubuh saya tidak merasakan gejala sakit yang aneh-aneh, artinya saya sudah sehat. Walaupun dokter sempat menasihati, bukan berarti saya sembuh total. Tapi gejala penyakit kelamin sudah tak ada lagi, saya sudah merasa tenang. Terima kasih Thabib Sidik, yang tetap terus menghubungi saya dan memberikan nasihat agama agar saya rajin menjalan pola kehidupan yang sehat serta rajin beribadah. Saya merasa jadi manusia kembali.

-------------------------

Untuk konsultasi tentang menyembuhkan HIV/AIDS
dengan madu herbal pamungkas MHP815,
silakan hubungi LANGSUNG :
Thabib Sidik Rizal
XL 087878821248 atau
simPATI 081385386583 atau
WA 0822.4610.4034
Facebook @dikrizalsidik
twitter @dikrizal
instagram @dik_rizal
website http://klinik-herbalis.blogspot.co.id

Obat Herbal HIV/AIDS pada KELAPA dan URINE?

Jumat, 01 Januari 2016

Menanggapi tentang terapi pengobatan HIV/AIDS yang heboh disebarkan melalui jejaring media sosial facebook, saya menganggap perlunya sebuah kajian ilmiah tentang hal itu. Seperti yang saya ambil dari link facebook berikut ini.

Kebenaran Air Kelapa yang lebih tepatnya minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil memang sudah sering menjadi kajian ilmiah beberapa ilmuwan di perguruan tinggi dan lembaga kesehatan dunia. Pada hakekatnya ekstrak minyak kelapa murni, yang di pedesaan di banyak pelosok pulau Jawa dan juga pulau-pulau besar lainnya di Nusantara, sudah membuktikan bahwa minyak kelapa murni atau minyak klentik, minya jelentik, minyak lentik, yang dipreses dari hasil fermentasi daging kelapa, sudah terbukti secara tradisinal oleh nenek moyang kita sebagai obat alami herbal yang ampuh mengobati beragam penyakit.

Sekalipun sebagai pemilik weblogs http://klinik-herbalis.com menjual MADU HERBAL PAMUNGKAS atau MHP815 sebagai obat pilihan alternatif utama untuk mengobati HIV/AIDS, tapi kami pun memberikan informasi kepada pembaca, betapa banyak sekali terapi pengobatan herbal di seluruh dunia, khususnya di Indonesia. Dan sudah banyak terbukti bisa menyembuhkan secara total penyakit yang konon dianggap sebagai "penyakit yang tak bisa disembuhkan" bahkan lebih menakutkan lagi para penderitanya dianggap sudah mati dan harus melakukan pengobatan seumur hidup dengan ARV (Anti Retro Viral). Betap menderitanya bagi OHIDA maupun ODHA dan betapa menakutkan informasi menyesatkan tersebut.

Jika Anda beranggapan tidak ada obat herbalnya, maka ini sama halnya dengan Anda berputus asa terhadap rahmat Allah, Tuhan yang telah menciptakan kita. Lalu kenapa Dia yang telah menurunkan penyakit memalukan ini kepada "kaum tertentu" ini tidak menurunkan obatnya? Apakah ini sebagai hukuman mati bagi para penderitanya yang notabene datang dari para pelaku penyimpangan seksual atau juga para pengguna narkoba dan juga para pengguna jarum tattoo. Lalu bagaimana dengan korban seperti ibu rumah tangga yang tertular dazri suaminya dan juga bagaimana dengan anak bayi dalam kandungan atau bayi yang baru dilahirkan dan masih menyusui dari seorang ibu yang telah terjangkiti HIV/AIDS? Apakah Tuhan Yang Maha Kasih tidak memberikan obatnya?

Yang ada sebenarnya adalah, manusia masih terlalu bodoh untuk mencari tahu, bahwa semua penyakit PASTI ada obatnya. Hanya saja mereka belum menemukannya. Dan jika sudah diketemukan obatnya, masih saja dia tak mau mencari tahu atau setelah dia mengetahui bahwa ada obat untuk menyembuhkannya, dia tak mau mencobanya. Begitu terus hambatan dan masalah bagi manusia yang sedang dilanda ujian berupa penyakit mematikan ini. Tak pernah berhenti gangguan dan godaan setan agar manusia berputus asa dari derita penyakitnya dan tak pernah mau mencobva untuk berjuang dan berusaha menyembuhkan dan menghapus dosa dan kesalahannya. Karena jika dia bisa sembuh total, berarti ada harapan dirinya untuk memperbaiki kesalahan dan maksiyat dosa yang dilakukannya sehingga menyebabkan dia menderita penyakit laknat itu. Jika tak ada kesempatan, bagaimana manusia bisa belajar dari kesalahannya. Suatu hal yang mustahil diciptakan oleh Tuhan Sang Maha Kuasa bukan.

Pasti ada obatnya. Dan agar tak dianggap bahwa MHP adalah satu-satunya obat herbal yang bisa menyembuhkan HIV/AIDS, maka penulis melampirkan artikel dari media sosial berikut ini.

Link: https://www.facebook.com/hivindonesia/posts/448249475241405

=OBAT HERBAL AIDS PADA KELAPA DAN URINE==

Obat AIDS herbal yang diyakini mampu menyembuhkan penyakit HIV/AIDS salah satunya adalah minyak kelapa dan urine. Banyaknya Obat AIDS herbal membuktikan bagaimana peran manusia yang terus menerus mencari Obat AIDS yang ampuh dan manjur dalam upaya meredam penularan dan penyebaran virus HIV/AIDS ini. seperti halnya Buah merah yang juga banyak diyakini sebagian orang sebagai Obat AIDS herbal yang dapat menyembuhkan penyakit itu.

obat -aids-herbalDari memobee.com Di dalam bukunya: “The Healing Miracles of Coconut Oil” (Minyak Kelapa Penyembuh Yang Ajaib, cetakan ke-3, 2003) Dr. Bruce Fife melaporkan suatu kejadian kasus sebagai berikut.

Pada bulan September 1996 seorang pasien HIV/AIDS bernama Chris Dafoe, tinggal di Cloverdale, Indiana, Amerika, merasa bahwa hidupnya tidak akan lama lagi. Berat badannya terus menurun secara drastis, demikian juga tenaga dan kekuatannya makin lama makin berkurang. Dia merasakan tubuhnya semakin hari semakin parah. Hal ini diakibatkan karena infeksi virus HIV–nya telah merajarela menggerogoti seluruh bagian tubuhnya. Hasil pemeriksaan laboratorium yang terakhir menunjukkan bahwa di dalam darahnya telah ditemukan lebih dari 600,000 virus RNA dan ini merupakan suatu indikasi bahwa dia sudah benar-benar dekat diambang pintu kematian.

Dalam kondisi untuk menyongsong hari kematiannya itu, ia segera menjual semua harta bendanya dan mulai mempersiapkan keperluan pemakamannya. Semua biaya keperluan untuk pembelian peti mati, sebidang tanah pekuburan dan biaya yang diperlukan untuk pengurusan upacara penguburuannya telah dilunasi di muka . Sebelum ia mati, dia ingin mengabulkan untuk dirinya sendiri satu nazar dengan menggunakan semua sisa kekuatan dan tenaganya yang terakhir, untuk pergi berlibur ke suatu daerah pedalaman di salah satu hutan di kepulauan pasifik. Akhirnya ia memilih suatu negara kecil, yakni Republik Suriname.

Setibanya di sana ia langsung melanjutkan perjalanannya ke daerah pedalaman dan tinggal bersama dengan masyarakat suku Indian. Selama tinggal di sana, dia menjalani kehidupan sesuai dengan adat istiadat mereka, dan makan makanan seperti yang sehari-hari dimakan oleh para penduduk setempat. Setiap hari disajikan masakan yang selalu mengandung campuran buah kelapa.

Pada suatu hari, kepala suku Indian itu memberi tahu Dafoe, katanya ” mereka menggunakan buah kelapa sebagai bahan dasar utama untuk membuat segala macam ramuan obat-obatan. Mereka juga memakai santan kelapa yang dicampur dengan berbagai bahan dari berbagai jenis pohon dan rempah-rempah yang ditemukan di sekitar hutan untuk meramu segala jenis obat untuk mengobati berbagai macam penyakit. Setiap pagi sarapan rutin mereka adalah suatu sajian yang selalu dicampur dengan buah kelapa yang dimasak dan dikatakan sajian seperti ini merupakan pencegahan penyakit.

Selama melakukan kehidupan di kampung suku Indian tersebut, keadaan kesehatan Dafoe setiap hari mengalami kemajuan, kekuatan dan tenaganya semakin hari makin terasa meningkat, dan berat badannya pun mengalami kenaikan tidak kurang dari 16 kilogram. Setelah menghabiskan 6 minggu berlibur, ia lalu pulang ke Amerika dan langsung pergi memeriksakan keadaan kesehatannya. Kali ini, hasil pemeriksaan laboratoriumnya menunjukkan bahwa yang semula di darahnya terinfeksi berat dengan virus HIV, sekarang sudah sangat berkurang sekali, sampai-sampai sangat sulit untuk mendeteksinya, dan dia tidak menyangka kelapa ternyata bisa menjadi obat AIDS herbal.

Dafoe lalu meneruskan kebiasaannya makan kelapa yang dimasak sebagai sarapan pagi dan dicampur dengan biji sereal panas. Dia yakin bahwa kebiasaan sarapan dengan campuran buah kelapa yang dimasak setiap hari telah dapat mengontrol infeksi virus HIV-nya. Sekarang ia sudah bisa mengenyam kembali kehidupan yang normal dan merasa berbahagia. Dengan semangat hidup yang baru saja ia peroleh, ia berkata, “Saya merasa sehat dan segar bugar kembali. Semangat dan tenaga saya sekarang jauh lebih baik daripada sebelumnya.”
Minyak Kelapa menjadi Obat AIDS Herbal yang dapat membunuh Virus HIV

Apakah bedanya antara lemak dan minyak? Istilah lemak dan minyak sering kali dipakai secara serabutan. Secara harafiah perbedaan yang sebenarnya adalah; yang pertama akan tetap berbentuk padat (solid) pada suhu kamar, sedangkan yang kedua akan tetap berbentuk cair (liquid). Sebagai contoh, “lard” (gajih) disebut lemak, sebaliknya minyak jagung disebut minyak. Padahal keduanya adalah golongan lemak dan dalam istilah ilmu kimia disebut fats atau fatty acids.

Lemak jenuh adalah trigleserida (triglyceride), demikian pula lemak tidak jenuh adalah trigleserida juga. Setiap molekul trigleserida mengandung 3 molekul asam lemak. Berdasarkan struktur kimiawinya, ada atau tidaknya ikatan ganda dalam molekul asam lemak yang terkandung dalam trigleserida, jenis lemak dapat dibagi menjadi 3 kelompok; yakni (1) Lemak jenuh (saturated fatty acids), (2) Lemak tak Jenuh tunggal (mono-unsaturated fatty acids) dan (3) Lemak jenuh ganda (Poly-unsaturated fatty acids). Lihat di bawah ini:

Minyak kelapa dan jenis minyak palm lainnya merupakan jenis minyak yang secara alamiah mengandung asam lemak golongan rantai sedang (MCFA) dan rantai pendek (SCFA) yang kadarnya paling tinggi di antara semua jenis minyak goreng. Sifat yang istimewa inilah yang membedakan minyak kelapa dan minyak sawit dengan minyak goreng lainnya. Minyak sayur sama sekali tidak mengandung MCFA, sedangkan minyak palm jenis lain hanya mengadung sedikit sekali MCFA.

Minyak kelapa dan sawit merupakan sumber MCFA yang paling kaya di antara semua minyak goreng yang bisa menjadi obat AIDS herbal. Minyak sawit mengandung 58 % MCFA dan minyak kelapa memgandung 64% MCFA. Karena kedua jenis minyak ini mempunyai kadar MCFA yang paling tinggi, maka baik secara biologis maupun kimiawi mempunyai pengaruh dan dampak positif dan istimewa terhadap kondisi kesehatan tubuh kita, dan juga mempunyai sifat pembunuh mikroba .

Jenis MCFA yang terkandung dalam minyak kelapa adalah jenis asam lemak jenuh berantai sedang (MCFA) seperti asam laurat (luaric acid), asam kaprilik (Caprylic acid) dan asam kaprik (Capric acid). Dalam tubuh asam laurat, asam kaprilik dan asam kaprik akan langsung diserap dan dimetaboliser di dalam hati untuk memproduksi energi. Jadi tidak terbentuk lemak dan tidak pula membuat kolesterol.

Sifat lain yang sangat berharga dan istimewa dari ketiga asam lemak jenuh rantai sedang itu ialah mempunyai potensi untuk membunuh mikroba-mikroba, yang sel membrannya (Cell membrane)-nya terdiri dari lapisan asam lemak tak jenuh berantai panjang (LCFA), dengan cara menghancurkan sel membrannya. Beberapa jenis mikroba sudah dibuktikkan peka terhadap asam lemak jenuh rantai sedang.Dengan demikian asam lemak jenuh rantai sedang (MCFA) yang terkandung dalam minyak kelapa, dapat menjadi sejenis antibiotika yang poten. Telah diketahui bahwa lapisan membran virus HIV terdiri dari lapisan asam lemak rantai panjang tak jenuh (LCFA), maka bisa dihancurkan oleh asam lemak sedang yang berasal dari minyak kelapa. Untuk mendukung penemuan tersebut, di bawah ini adalah laporan hasil uji klinik Prof. Dr. Conrado Dayrit, M.D., ahli farmakologi dari University of Phillipines dan juga mantan presiden National Academy of Science and Technology, Phillipines.

Prof. Dayrit melakukan studi banding dengan memakai 14 pasien HIV yang umurnya berkisar antara 22 sampai dengan 38 tahun. Ke-14 pasien ini dibagi menjadi 3 Kelompok. Semua pasien sebelumnya tidak pernah diberi obat anti-HIV.

Kelompok I (empat pasien) diberi 22 gram monolaurin (monoglyceride of lauric acid yang berasal dari ekstrak minyak kelapa) per hari. Kelompok II (5 pasien) diberi 7,5 gram monolaurin dan kelompok III (5 pasien) hanya diberi 3,5 sendok makan minyak kelapa saja. Jumlah monolaurin yang terkandung dalam 3,5 sendok makan itu adalah setara dengan 22 gram monolaurin. Setelah 3 bulan perlakuan, ditemukan pada 7 pasien (50%) yang jumlah virus HIV dalam darahnya sudah mulai berkurang.

Uji klinik ini diakhiri pada akhir bulan ke-6. Dan dari 14 pasien dalam percobaan ini 9 pasien (64%) mengalami pengurangan jumlah virus dalam darah; di antaranya ditemukan 2 dari 4 pasien (50%) dalam kelompok I, empat dari 5 orang (80%) dalam kelompok II dan 3 penderita dari 5 (60%) dalam kelompok III. Sedangkan 11 pasien mengalami perbaikan dan kenaikan berat badan dan mereka nampak mengalami kemajuan. Hasil sementara uji klinik ini menunjang laporan hasil pengamatan lapangan, bahwa minyak kelapa adalah efektif untuk melawan HIV yang menjadi obat Aids Herbal yang ampuh.

Urin, Sumber Nutrisi dan Kalori Yang Berharga

Hasil penelitian para ahli bidang terapi urin melaporkan, bahwa urin itu bukan cairan sampah yang tidak berguna atau beracun seperti yang disangka oleh sebagian besar para ahli dalam bidang kedokteran dan kesehatan, dan juga oleh orang awam. Urin sebenarnya adalah bahan baku yang sangat berharga untuk pembuatan obat paten (lebih dari 20 macam obat paten dan kosmetika, dan juga merupakan bahan nutrisi dan kalori yang berharga, yang berasal dari ekstrak air seni).

Karena urin mengandung berbagai jenis mineral, vitamin, hormon, enzim, anti-bodi, asam amino essensial dan non-essensial, dan senyawa lain yang berguna. Sampai sekarang sudah ditemukan lebih dari 300 macam bahan senyawa aktif. Bahan senyawa ini bukan saja ditemukan dalam bentuk murni, akan tetapi juga sudah dibio-aktifkan, sehingga dengan mudah dapat diserap oleh tubuh tanpa harus membutuhkan bantuan enzim yang bisa menjadi obat AIDS herbal.

Jadi dalam proses penyerapannya tidak dibutuhkan energi satu kalori pun. Sekalipun jumlahnya kecil, namun karena didaur ulang dengan cara diminum terus menerus sepanjang hari, maka akan terjadi snow ball effect. Dengan demikian ia sangat bermanfaat bagi orang yang sedang sakit dan lemah tubuh, karena mempunyai efek self-healing power yang bisa menjadi obat Aids Herbal.

Urin Mempunyai Efek Kekebalan

Menurut Prof. Dr. Ryoich Nakao, M. D. Director Miracle Cup of Liquid, Urine Research Institute di Jepang, menyatakan bahwa air seni jelas tidak toksik, walaupun ditemukan beberapa zat toksik atau antigen pada air seni, namun jumlahnya sangat kecil sekali,dan terutama bila seseorang sedang sakit, zat beracun atau antigen yang dalam jumlah kecil ini malah menyumbangkan efektifitas dari terapi urin.

Bila zat toksik atau antigen (Misalnya HIV) yang sudah lemah (attenuated) masuk kembali ke dalam tubuh, maka mekanisme sistem pertahanan tubuh segera bereaksi. Zat-zat atau antigen yang keluar dari tubuh bersama dengan air seni, adalah sama dengan zat-zat (antigen) yang terlibat dalam proses penyakit yang sedang dialami. Maka antigen atau virus tersebut akan men-stimuler sistem daya pertahanan tubuh untuk membentuk anti-bodi untuk menyerang penyakit yang bersangkutan, dan berarti akan melawan terhadap penyakit yang sedang dideritanya.

Proses ini adalah analog seperti yang terjadi bila seorang dokter melakukan vaksinasi, dimana sejumlah kecil antigen atau virus yang sudah dilemahkan (attenuated) disuntikan (DPT, MMR) atau diminumkan (Polio) kembali ke dalam tubuh, sehingga men-stimulasi sistem daya pertahanan tubuh memproduksi anti-bodi untuk melawan penyakit yang bersangkutan. Apabila penderita HIV/AIDS meminum air seninya sendiri yang mengadung virus HIV, maka akan merupakan vaksin yang melawan penyakitnya, dalam hal ini disebut auto-vaksin.

Disamping membentuk anti-bodi humoral, air seni juga memacu dan meningkatkan produksi sel-T-limfosit, khususnya pada kasus HIV/AIDS, yang ditingkatkan adalah golongan CD-4. Dengan demikian terapi auto urin sangat bermanfaat dan berkhasiat untuk pengobatan HIV/AIDS.

Dalam pertemuan ilmiah Konferensi Dunia Ke-2 tentang Terapi Urin yang diselenggarakan di Gersfeld, Jerman, pernah dilaporkan 3 hasil pengalaman dan penelitian terapi auto urin terhadap HIV/AIDS dengan perincian sbb: (1) 1 kasus mengenai pengalaman sendiri oleh Cesar Perez Falero, (2) 1 kasus penderita HIV yang dilaporkan oleh Alex Lattanzi, dan (3) laporan hasil pengobatan dari 33 kasus HIV oleh Dr. Victoria Seme. Ketiga laporan tersebut tercantum dalam buku Proceedings Second World Conference on Urine Therapy, Gersfeld, Germany, May 1999. Dan di dalam buku pintar, Terapi Urine, oleh Mega Tantre, Penerbit Taramedia dan Restu Agung, 2001, memuat 5 laporan kesaksian tentang efektivitas terapi urin terhadap HIV/AIDS.

Penutup

Akhir-ahkhir ini hasil cara pengobatan HIV /AIDS dengan metoda multiple drug cocktails sementara cukup berhasil untuk menurunkan beban jumlah virus (virus load) dalam darah, sehingga penderita yang positif HIV tidak cepat-cepat beralih ke stadium lebih lanjut, menjadi AIDS dan mati. Namun dikawatirkan, disamping biaya yang terlalu tinggi ($ 15.000.- /orang /tahun), lama-lama cara ini bisa juga mengakibatkan virusnya menjadi resisten terhadap obat yang digunakan.

Oleh karena itu harus dicari cara lain, umpamanya dengan memberikan sejenis makanan tambahan, yang di dalamnya mengandung komponen yang mempunyai sifat dapat menekan atau membunuh virus. Kebetulan sekali penemuan Prof. Jon Kabara dan teamnya dari Michigen State University yang telah melakukan penelitian dan menekuni selama tidak kurang dari 30 tahun, telah menemukan bahwa minyak kelapa mempunyai sifat seperti yang diinginkan.

Ternyata bahan aktif yang bersifat seperti antibiotika terkandung dalam minyak kelapa adalah golongan Saturated Mediun Chain Fatty Acids, yang terdiri dari 3 jenis asam lemak, yakni asam laurat (Lauric acid), asam kaprilik (Caprylic acid) dan asam kaprik (Capric acid). Di antara tiga komponen ini, asam laurat adalah yang paling poten dan kadarnya pun yang paling tinggi yakni 48%, sedangkan konsentrasi asam kaprilik dan asam kaprik masing-masing hanya 7 dan 8% saja.

Telah dibuktikkan pula bahwa asam lemak jenuh rantai sedang (saturated medium chain fatty acids) ini dapat menghancurkan sel membran, hingga virus HIV menjadi mati. Dengan demikian minyak kelapa merupakan jenis minyak yang paling unggul, khas dan istimewa, karena mengandung jenis asam lemak jenuh rantai sedang. Asam laurik yang terkandung 48%, hampir sama tingginya dengan kadar asam laurik yang ditemukan dalam air susu ibu (45-50%). Bagi penderita HIV/AIDS disamping minum minyak kelapa, dianjurkan pula untuk makan buah kelapa, baik yang masih berbentuk degan, yang muda maupun yang tua, yang masih segar atau yang sudah dikeringkan karena hal itu menjadi obat herbal aids. Minum santan yang segar juga sangat bermanfaat. Dilaporkan bahwa setiap 50 gram buah kelapa kering setara dengan 20-25 gram asam laurat, yang potensial dan sangat dibutuhkan untuk melawan virus HIV.

Sifat lain yang sangat bermanfaat dan berguna bagi kesehatan kita ialah bila minyak kelapa dikonsumsi, di dalam tubuh segera dimetaboliser untuk memproduksi energi dan tidak diubah atau disimpan sebagai deposit lemak dalam jaringan lemak tubuh, dan tidak pula diubah menjadi kolesterol dan masuk ke dalam aliran darah. Sebaliknya semua jenis minyak goreng (yang bukan dibuat dari kelapa) kalau dikonsumsi sebagian akan diubah menjadi lemak dan didepositkan sebagai lemak dalam jaringan lemak tubuh, sebagian lagi menjadi kolesterol dan masuk dalam aliran darah.

Ada pula yang lebih gawat lagi, minyak goreng itu mengandung ikatan ganda (double bound) baik asam lemak tak jenuh tunggal atau ganda, jika minyak demikian dipanaskan, maka akan berubah bentuk menjadi Trans. Minyak goreng dengan bentuk trans telah dibuktikan sangat merugikan dan berdampak sangat negatif terhadap kesehatan kita, karena ia bersifat sebagai radical bebas (free radicals ).

Hasil penelitian dari Prof. Jon Kabara dari Michigen State University, telah menyadarkan kita, bahwa hampir selama 3 dekade kita telah dibohongi oleh indusri minyak goreng. Karena mereka mengklaim bahwa minyak murni mereka, yang mengandung mono dan poly-unsaturated, adalah jauh lebih unggul dan aman bagi kesehatan daripada minyak kelapa, sebab katanya tidak akan mengakibatkan pembentukan kolesterol. Sekarang baru diketahui dan telah dibuktikan bahwa itu adalah tidak benar.

Demikian pula margarin yang terbuat dari minyak asam lemak tak jenuh tunggal atau ganda, yang dijenuhkan dengan cara memampatkan atom hidrongen pada ikatan gandanya (Hydrogenated unsaturated fatty aicds oil), adalah berbentuk trans juga, jadi bersifat radikal bebas, sehingga dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit degeneratif kronis seperti penyakit jantung koroner, kencing manis, asma, penyakit auto immun, kanker dan sebagainya.

Demikian pula kalau minyak yang tak jenuh itu dipakai ulang untuk menggoreng (deep fried) beberapa kali, maka akan terjadi polimerisasi, sehingga minyak jelantah itu nampak kental dan berkonsistensi seperti oli mobil. Minyak jelatah yang demikian berdampak buruk bagi tubuh dan dapat menyebabkan penyakit degeneratif kronis dan kanker. Jika terpaksa, jangan sampai memakai minyak jelantah untuk menggorang lebih dari 4 kali.

Air seni yang diminum akan bekerja secara sinergik dengan minyak kelapa yang akan menjadi obat herbal aids. Karena ia merupakan sumber nutrisi dan kalori yang berharga bagi tubuh yang lemah dan sedang sakit. Ia juga dapat meningkatkan sistem daya pertahanan tubuh dengan memproduksi anti-bodi, baik yang humoral maupun yang selluler (terutama untuk meningkatkan sel-T-limfosit, CD4) sehingga bisa melawan virus HIV/AIDS.

Sekalipun pada awalnya jumlah senyawa dalam air seni seperti mineral, vitamin, hormon, enzim, asam-asam amino essenssial dan non-essensial, anti-bodi dsb, jumlahnya kecil sekali, tetapi karena terus didaur secara terus menerus dengan cara diminum setiap kali kencing sepanjang hari selama sedang sakit, maka jumlah unsur-unsur yang terkandung lama kelamaan menjadi besar juga, akibat terjadinya snow ball effect . Dan akhirnya ia mempunyai sifat self healing power untuk menyembuhkan penyakit yang dideritanya.

Dengan demikian kombinasi minyak kelapa dan air seni merupakan pasangan yang hormonis dan potensial, karena yang pertama membunuh virusnya dan yang akhir memproduksi anti-bodi melawan penyakitnya.

Yang lebih penting lagi penggunaan minyak kelapa dan air seni sebagai pengobatan alternatif adalah dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan medis. Biaya yang diperlukan hampir tidak berarti, karena minyak kelapa harganya relatif murah dan kalau perlu dibuat sendiri di rumah. Bahan baku buah kelapa tersedia berlimpah ruah di seluruh peloksok Nusantara kita yang tercinta sepanjang tahun tanpa ada habisnya. Sebaliknya air seni yang berasal dari karunia Tuhan, tersedia sepanjang hayat hidup kita dan diberikan secara cuma-cuma. Air seni sendiri dapat diperoleh kapan saja dan dimana saja.

Sekarang sudah banyak ditemukan, baik di India, Eropa, Cina, Jepang, Amerika dan negara-negara lain, rumah-sakit rumah-sakit yang melayani pasiennya dengan cara pengobatan pakai air seni. Juga di negara-negara tersebut sudah ada lembaga – lenaga penelitian air seni. Pengobatan terapi auto urin sekarang mengalami kebangkitan yang luar biasa dan sudah mendunia dengan bukti sejak tahun 1996 sudah terselenggaranya 3 kali Konferensi Dunia Tentang Terapi Urin. yang pertama di India pada bulan Februari 1996, kedua di Jerman pada bulan Mei 1999 dan yang ketiga pada bulan April 2003 yang baru lalu di Belo Horizonte, Brasil.

Tidak salah lagi kalau John W. Amstrong, pelopor urin terapit zaman modern dari Inggris, menyebut air seni sebagai The Water of Life. Koen van de Kroon, pakar terapi urin terkenal dari Belanda menyebutnya sebagai The Golden Fountain, dan Dewa Shiwa dari India, 5000 tahun yang lalu sudah menamakannya The Holy Water!

Terapi auto urin sejak 5000 tahun yang lalu sampai sekarang masih tetap eksis dan tetap digunakan dalam pengobatan. Hal ini membuktikkan bahwa air seni itu bermanfaatan dan berkhasiat sebagai pengobatan komplementer dan alternatif, dan sudah diakui di seluruh dunia. Sedangkan minyak kelapa atau kelentik, Dr. Bruce Fife mengatakan dalam bukunya, bahwa ia adalah obat penyembuh yang ajaib dan termurah di dunia ini!

*) dari berbagai sumber

Untuk konsultasi tentang menyembuhkan HIV/AIDS
dengan madu herbal pamungkas MHP815,
silakan hubungi LANGSUNG :
Sidik Rizal
XL 087878821248 atau
simPATI 081385386583 atau
Mentari 0858.95037288
Khusus WA: 0822.4610.4034
twitter @dikrizal
instagram @dik_rizal
website http://klinik-herbalis.blogspot.co.id

Pasang Iklan Anda Di Sini!

OpenStage at Cibitung

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. Comedy Store Indonesia - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger